Detail Berita

ITK Ajukan Kerja Sama dengan Kementerian Transmigrasi untuk Kembangkan Kawasan Transmigrasi Kaltim

Muhammad Nurhidayatur Rozikin 26 Oktober 2026 7.01 41 kali dilihat
  • Example_News.webp
  • Example_News.webp
Isi Artikel

Bagikan Artikel Ini:

JAKARTA – Institut Teknologi Kalimantan (ITK) terus memperluas peran kampus dalam pembangunan daerah. Rektor ITK, Prof. Dr. Agus Rubiyanto, M.Eng.Sc., bertemu Menteri Transmigrasi RI, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, di Kantor Kementerian Transmigrasi, Jakarta, Kamis (23/10/2026). Dalam pertemuan tersebut, ITK mengusulkan kerja sama melalui ITK Transmigration Innovation Lab.

Pertemuan ini merupakan inisiasi Program Studi Bisnis Digital ITK. Rektor didampingi Wakil Rektor, Dekan, Kepala Biro, serta Koordinator Program Studi Bisnis Digital. Sementara itu, Menteri Transmigrasi didampingi Sekretaris Jenderal, Direktur Jenderal, dan sejumlah pejabat di lingkungan Kementerian Transmigrasi.

Dalam paparannya, Prof. Agus menyampaikan bahwa ITK memiliki posisi yang strategis. Kampus yang berada di Balikpapan ini memiliki akses yang dekat dengan Ibu Kota Nusantara (IKN), sekaligus menjadi penghubung antara IKN, KEK Maloy, Sulawesi, dan kawasan transmigrasi. Terlebih, sebagian besar wilayah Kalimantan Timur merupakan kawasan transmigrasi.

Saat ini ITK memiliki kurang lebih 7.000 mahasiswa yang tersebar di tiga fakultas, yaitu Fakultas Sains dan Teknologi Informasi, Fakultas Rekayasa dan Teknologi Industri, serta Fakultas Pembangunan Berkelanjutan. Dari 27 program studi yang dimiliki, delapan di antaranya telah terakreditasi internasional.

Kerja sama yang dibangun ITK tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional. ITK juga tergabung dalam konsorsium ITX bersama ITB, ITS, dan ITERA, dengan fokus pada teknologi pesisir, perikanan digital, dan energi maritim. Adapun riset ITK berfokus pada energi, pertanian dan pangan, smart city, serta kemaritiman.

Di bidang transmigrasi, kontribusi ITK sudah berjalan. ITK menjadi bagian dari tim pendukung Ekspedisi Patriot 2025 melalui kemitraan dengan ITB. Selain itu, dosen ITK telah melakukan riset pengolahan nanas di kawasan transmigrasi Samboja.

Melalui ITK Transmigration Innovation Lab, ITK menawarkan empat program prioritas, yaitu KKN Tematik dan Ekspedisi Patriot, penguatan UMKM dan ekonomi digital, pemetaan potensi ekonomi kawasan, serta dashboard digital kawasan. Program ini dirancang dalam empat tahap, mulai dari pemetaan potensi, pendampingan UMKM, penerapan solusi digital, hingga evaluasi dan replikasi.

Prof. Agus menegaskan bahwa ITK siap menjadi mitra Kementerian Transmigrasi. ITK juga mengusulkan tiga langkah lanjutan, yaitu kunjungan Menteri ke ITK sekaligus kuliah umum, penyusunan nota kesepahaman, serta pelaksanaan program percontohan di kawasan transmigrasi.

Menteri Transmigrasi mengapresiasi langkah ITK yang datang langsung menawarkan kerja sama. Ia menyatakan kesiapan Kementerian untuk berkolaborasi dan berencana berkunjung ke ITK. Menurut Menteri, transmigrasi kini diarahkan menjadi jembatan antara perguruan tinggi dan dunia usaha di kawasan transmigrasi. Melalui Transformasi Transmigrasi, Kementerian berfokus membangun kawasan ekonomi berkelanjutan dengan industrialisasi berbasis komoditas. 

Ia menekankan bahwa keberhasilan program diukur dari produk konkret yang mampu menarik investor, bukan sekadar riset. Mahasiswa pun diharapkan tidak hanya kuat secara teori, tetapi juga mampu memberi dampak nyata bagi masyarakat. Menteri menyatakan siap mendukung selama program tersebut menjadi katalis pengembangan daerah dan benar-benar membantu masyarakat.

Pertemuan ini menjadi langkah awal ITK untuk hadir lebih dekat memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Melalui kolaborasi bersama Kementerian Transmigrasi, ITK ingin memastikan ilmu dan inovasi kampus benar-benar dirasakan manfaatnya, mulai dari tumbuhnya UMKM hingga terbukanya peluang investasi di kawasan transmigrasi Kalimantan Timur.

Berita Terbaru

Example_News.webp Internasional
Example_News.webp Berita

Dosen Berprestasi ITK, Yunita Triana Mengolah Limbah Sawit Menjadi Peluang Energi Masa Depan

Yunita Triana Mengolah Limbah Sawit Menjadi Peluang Energi Masa Depan

a few mins ago
Butuh Bantuan? Tanya Kami