Detail Berita

ITK Perkuat Budaya Literasi melalui Bedah Buku tentang Alam, Budaya, dan Ekonomi Kreatif Kalimantan Timur

Muhammad Nurhidayatur Rozikin 7 September 2026 11.19 25 kali dilihat
  • Example_News.webp
  • Example_News.webp
Isi Artikel

Bagikan Artikel Ini:

Balikpapan — Institut Teknologi Kalimantan (ITK) melalui UPA Perpustakaan menyelenggarakan Program Peningkatan Budaya Literasi dan Bedah Buku pada Jumat, 4 September 2026, di Gedung A, Ruang A.307 Lantai 3 ITK. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan minat, apresiasi, dan partisipasi sivitas akademika maupun masyarakat dalam aktivitas membaca, berdiskusi, dan menulis. 

Kegiatan tersebut mengangkat buku “On the Other Side of East Kalimantan: Nature, Culture & Creative Economy”, sebuah karya yang mengeksplorasi sisi lain Kalimantan Timur melalui tiga kekayaan utama, yakni alam, budaya, dan ekonomi kreatif. Buku ini dipilih karena dinilai relevan dalam memperkenalkan sekaligus mendokumentasikan identitas dan berbagai potensi daerah kepada masyarakat yang lebih luas. 

Kalimantan Timur memiliki kekayaan alam dan keanekaragaman budaya yang menjadi modal penting bagi pembangunan daerah. Di sisi lain, kreativitas masyarakat dalam mengolah potensi lokal menjadi produk, jasa, karya, maupun aktivitas ekonomi kreatif menunjukkan bahwa kekayaan suatu daerah tidak hanya bertumpu pada sumber daya alam, tetapi juga pada pengetahuan, budaya, kreativitas, dan daya cipta masyarakatnya. Berbagai cerita mengenai lingkungan, tradisi, komunitas, destinasi, hingga produk kreatif lokal juga menjadi sumber pengetahuan yang penting untuk terus didokumentasikan. 

Melalui bedah buku, peserta tidak hanya diajak memahami isi sebuah karya, tetapi juga mendiskusikan gagasan, perspektif, proses kreatif, konteks, serta pesan yang terkandung di dalamnya. Interaksi dalam kegiatan literasi diharapkan mampu menghadirkan pengalaman membaca yang lebih bermakna sekaligus membuka ruang pertukaran gagasan antara penulis dan pembaca. 

Sesi utama menghadirkan Dr. Rahmad Azazi Rhomantoro, S.Pd.I., M.Pd., akademisi sekaligus aktivis pendidikan dan literasi, seni, serta budaya Indonesia. Ia membedah buku “On the Other Side of East Kalimantan: Nature, Culture & Creative Economy” dan membagikan perspektif mengenai berbagai potensi serta cerita yang dimiliki Kalimantan Timur. 

Selain bedah buku, peserta juga mendapatkan materi bertajuk “Motivasi Meningkatkan Budaya Literasi bagi Generasi Z” yang turut disampaikan oleh Dr. Rahmad Azazi Rhomantoro. Sesi tersebut kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab sebagai ruang bagi peserta untuk memperdalam pemahaman serta bertukar pandangan mengenai budaya membaca dan menulis di tengah perkembangan teknologi dan pola konsumsi informasi generasi saat ini. 

Kegiatan ini menjadi relevan di tengah derasnya arus informasi digital. Kemudahan memperoleh informasi melalui berbagai platform tidak selalu berbanding lurus dengan meningkatnya kebiasaan membaca secara mendalam atau deep reading. Dominasi informasi yang singkat, cepat, dan visual berpotensi membentuk kebiasaan membaca secara sekilas, sehingga kemampuan memahami, menganalisis, merefleksikan, dan mengembangkan gagasan perlu terus diperkuat. 

Melalui program ini, peserta juga didorong untuk tidak berhenti sebagai pembaca, tetapi mulai berani menghasilkan tulisan. Lingkungan sekitar dapat menjadi sumber inspirasi yang luas, mulai dari alam, budaya, perjalanan, kuliner, tokoh lokal, kehidupan masyarakat, inovasi, usaha kreatif, hingga berbagai persoalan daerah yang dapat diolah menjadi karya informatif dan bernilai. 

Semangat tersebut sejalan dengan pentingnya mendokumentasikan pengetahuan lokal. Potensi daerah yang tidak ditulis dan didokumentasikan dengan baik berisiko hanya dikenal oleh kelompok atau generasi tertentu. Sebaliknya, melalui buku dan karya tulis, pengetahuan mengenai suatu daerah dapat melintasi ruang dan waktu, menjangkau pembaca yang lebih luas, serta diwariskan kepada generasi berikutnya. 

UPA Perpustakaan ITK melalui kegiatan ini juga memperkuat peran perpustakaan tidak hanya sebagai tempat penyimpanan dan peminjaman koleksi, tetapi sebagai pusat pengetahuan, ruang diskusi, kreativitas, dan pertukaran gagasan. Program ini diharapkan mendukung terbentuknya ekosistem akademik yang semakin kuat dalam budaya membaca, berdiskusi, berpikir kritis, dan menulis. 

Pada akhirnya, Program Peningkatan Budaya Literasi dan Bedah Buku diharapkan menjadi ruang yang mempertemukan aktivitas membaca, berdiskusi, mengeksplorasi potensi lokal, dan menulis dalam satu proses literasi yang berkelanjutan. Melalui kegiatan tersebut, sivitas akademika dan masyarakat diharapkan semakin menyadari bahwa setiap daerah memiliki cerita yang layak dibaca, setiap pengalaman memiliki pengetahuan yang dapat dibagikan, dan setiap orang memiliki peluang untuk menghasilkan karya yang layak dituliskan.

Berita Terbaru

a few mins ago
Butuh Bantuan? Tanya Kami