Detail Berita

ITK Resmi Buka S1 Teknik Biomedis, Dorong Inovasi Kesehatan untuk Indonesia Timur

Humas ITK 29 Januari 2026 9.36
Example_News.webp
Isi Artikel

Bagikan Artikel Ini:

Balikpapan - Institut Teknologi Kalimantan (ITK) resmi membuka Program Studi S1 Teknik Biomedis (Biomedical Engineering) pada tahun 2025 sebagai langkah strategis dalam memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap pengembangan teknologi kesehatan nasional. Kehadiran prodi baru ini menjadi jawaban atas kebutuhan akan solusi medis inovatif, khususnya untuk wilayah Indonesia Tengah dan Timur yang memiliki tantangan geografis dan keterbatasan akses layanan kesehatan.

Mengusung tagline “Teknik Biomedis EKSELEN”, Program Studi Teknik Biomedis ITK menekankan pendidikan berkualitas yang didukung kolaborasi interdisipliner, sistem inovasi terpadu, serta eksplorasi riset medis yang berkelanjutan. Prodi ini dirancang untuk mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki empati dan kepedulian sosial, serta mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional dalam bidang teknologi kesehatan.

Pembukaan Program Studi S1 Teknik Biomedis ITK telah memperoleh izin resmi melalui Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 1191/B/O/2025 tentang Izin Pembukaan Program Studi Teknik Biomedis Program Sarjana pada Institut Teknologi Kalimantan. Dengan landasan regulasi yang kuat, ITK menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

Visi Program Studi Teknik Biomedis ITK diarahkan pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi medis yang berorientasi pada daerah terpencil, penguatan smart medicine, serta pengembangan instrumen medis yang mendukung kesetaraan layanan kesehatan. Seluruh upaya tersebut diselaraskan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan di wilayah Indonesia Tengah dan Timur, sehingga inovasi yang dihasilkan dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Keunggulan utama sekaligus pembeda prodi ini terletak pada fokusnya terhadap teknologi medis tepat guna untuk daerah terpencil dan pengembangan smart medical systems. Mahasiswa dibekali kompetensi unggulan dalam merancang, mengembangkan, dan mengimplementasikan teknologi kesehatan yang adaptif terhadap kondisi lapangan, termasuk integrasi perangkat medis dengan sistem digital dan telemedisin.

Dari sisi akademik, kurikulum Program Studi Teknik Biomedis ITK disusun secara komprehensif dan relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan industri. Mahasiswa akan mempelajari berbagai mata kuliah inti seperti Biomekanika, Biomaterial, Anatomi dan Fisiologi, Pengolahan Sinyal Biomedis, Teknik Biomagnetika, Instrumentasi Biomedis, Teknologi Pencitraan Medis, Peralatan Medis Non-Invasif, Teknologi Asistif dan Welfare, Telemedisin, hingga Sistem Informasi Pusat Kesehatan Masyarakat. Kurikulum ini memastikan lulusan memiliki keseimbangan antara penguasaan teori, keterampilan teknis, dan kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat.

Program studi ini didukung oleh dosen inti dengan latar belakang keilmuan yang kuat dan relevan. Dosen-dosen tersebut merupakan lulusan universitas terkemuka di Indonesia seperti Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dengan kepakaran di bidang biomekanika, robotika dan teknik kendali, pengolahan sinyal biomedis, hearing aids, sensor dan instrumentasi biomedis, serta computer vision. Beberapa di antaranya juga sedang menempuh studi doktoral, yang memperkuat budaya riset dan inovasi di lingkungan Program Studi Teknik Biomedis ITK.

Lulusan Program Studi S1 Teknik Biomedis ITK akan memperoleh gelar Sarjana Teknik (S.T.) dan memiliki prospek karier yang luas di berbagai sektor. Peluang karier tersebut antara lain sebagai Biomedical Engineer, Engineer Rehabilitasi, Engineer Telemedisin, Analis Data Kesehatan, hingga wirausaha di bidang teknologi medis. Lulusan juga memiliki peluang berkiprah di industri peralatan medis, rumah sakit, startup health-tech, serta instansi pemerintah yang bergerak di bidang kesehatan dan teknologi.

Pada tahap awal pembukaannya, Program Studi S1 Teknik Biomedis ITK memiliki daya tampung 40 mahasiswa per tahun, dengan jalur penerimaan melalui SNBP sebanyak 14 mahasiswa, SNBT 20 mahasiswa, dan jalur Mandiri (SUMMIT) sebanyak 6 mahasiswa. Skema ini diharapkan mampu menjaring calon mahasiswa terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.

Dengan hadirnya Program Studi S1 Teknik Biomedis, ITK menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi yang responsif terhadap tantangan zaman dan kebutuhan masyarakat. Teknik Biomedis ITK bukan sekadar program studi baru, melainkan investasi strategis untuk masa depan layanan kesehatan Indonesia, yang mengintegrasikan teknologi, inovasi, dan nilai kemanusiaan dalam satu kesatuan.

Berita Terbaru

Example_News.webp Prestasi

Mahasiswa Ilmu Aktuaria ITK Raih Juara 5 International Actuarial Competition, Bukti Daya Saing Global

Mahasiswa Ilmu Aktuaria ITK Raih Juara 5 International Actuarial Competition

a few mins ago
Butuh Bantuan? Tanya Kami