Detail Berita

Mahasiswa ITK Hadirkan Inovasi Aquaponik di P4S ABAS Farm, Wujud Kampus Berdampak bagi Masyarakat

Humas ITK 30 Juni 2026 12.59 22 kali dilihat
  • Example_News.webp
  • Example_News.webp
Isi Artikel

Bagikan Artikel Ini:

Balikpapan – Komitmen Institut Teknologi Kalimantan (ITK) dalam mewujudkan Kampus Berdampak kembali diwujudkan melalui aksi nyata mahasiswa di tengah masyarakat. Mahasiswa Program Studi Teknik Lingkungan angkatan 2023, Khairunisya Janatul Nadiah, menghadirkan inovasi sistem aquaponik berbasis kolam lele di P4S ABAS FARM KM. 12 sebagai bagian dari kegiatan Inovasi Sosial yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan masyarakat.

Di bawah bimbingan Husein Syahab, S.T., M.T. dan Muhammad Anjas Syam, S.T., M.T., program ini dikembangkan untuk menjawab permasalahan pengelolaan kolam budidaya lele yang masih dilakukan secara konvensional. Selama ini, sisa pakan dan kotoran ikan menyebabkan penurunan kualitas air, sementara kandungan nutrisi yang sebenarnya masih bernilai belum dimanfaatkan secara optimal.

Melalui pendekatan aquaponik, air kolam lele dimanfaatkan sebagai sumber nutrisi alami bagi tanaman kangkung sehingga menciptakan sistem budidaya yang saling menguntungkan. Instalasi yang dibangun menggunakan pipa PVC sepanjang sekitar tiga meter dengan 15 lubang tanam, pompa air, serta dua unit filter berkapasitas 60 liter yang dilengkapi media pasir malang, kerikil, batu zeolit, busa, dakron, dan sistem backwash untuk menjaga kualitas air.

Kegiatan diawali dengan observasi lapangan, perancangan sistem, pembangunan instalasi, hingga pendampingan kepada pengelola P4S ABAS FARM mengenai pengoperasian dan perawatan aquaponik. Selama masa pengamatan selama 14 hari, sistem yang diterapkan mampu mendukung pertumbuhan tanaman kangkung, mengurangi endapan pada saluran air dan akar tanaman, serta menjaga kondisi ikan lele tetap stabil.

Selain meningkatkan efisiensi pemanfaatan air dan nutrisi, instalasi aquaponik ini juga menjadi media pembelajaran bagi masyarakat dan pengunjung P4S ABAS FARM mengenai konsep pertanian terpadu yang ramah lingkungan. Inovasi sederhana tersebut menunjukkan bahwa limbah budidaya perikanan dapat diolah kembali menjadi sumber daya yang bernilai melalui penerapan teknologi tepat guna.

Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dalam menyelesaikan persoalan nyata di masyarakat. Proses observasi, perancangan, pembangunan instalasi, hingga pendampingan mitra turut mengasah kemampuan bekerja sama, komunikasi, serta penyelesaian masalah secara langsung di lapangan.

Program ini sejalan dengan semangat Diktisaintek Berdampak yang mendorong perguruan tinggi menghasilkan inovasi yang tidak berhenti di ruang kelas maupun laboratorium, tetapi hadir sebagai solusi nyata bagi masyarakat. Melalui kolaborasi antara mahasiswa, dosen, dan mitra, ITK terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi teknologi yang berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan ketahanan pangan dan lingkungan di Kalimantan.

Melalui inovasi aquaponik ini, ITK menunjukkan bahwa langkah sederhana berbasis ilmu pengetahuan dapat menghasilkan dampak yang berkelanjutan. Tidak hanya meningkatkan efisiensi budidaya, tetapi juga menumbuhkan budaya inovasi, edukasi lingkungan, serta kolaborasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Berita Terbaru

Example_News.webp Diktisaintek Berdampak

Mahasiswa ITK Hadirkan Inovasi Aquaponik di P4S ABAS Farm, Wujud Kampus Berdampak bagi Masyarakat

Inovasi Aquaponik Mahasiswa ITK Dorong Pertanian Terpadu yang Berkelanjutan

Example_News.webp Kerjasama

Hadir di PESAN 2026, ITK Perkuat Dukungan bagi Ekosistem Kewirausahaan dan UMKM

ITK Dukung Perluasan Akses Pasar Ekspor UMKM melalui PESAN 2026

a few mins ago
Butuh Bantuan? Tanya Kami