Balikpapan — Semangat mahasiswa Institut Teknologi Kalimantan (ITK) dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat kembali terlihat melalui kegiatan Inovasi Sosial yang dilaksanakan di Abas Farm KM 12, Jalan Soekarno Hatta Km 12, Karang Joang, Balikpapan. Kegiatan ini dipimpin oleh Arya Anointheo Palinggi’, mahasiswa Teknik Sipil angkatan 2023, di bawah bimbingan Ir. Raftonado Situmorang, S.T., M.T.
Melalui kegiatan ini, tim menghadirkan dua program kerja utama yang dirancang untuk menjawab kebutuhan di lapangan, yaitu pemasangan lubang resapan biopori dan instalasi panel surya untuk mendukung operasional kebun hidroponik. Kedua program tersebut menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam mengintegrasikan pembelajaran di kelas dengan pengabdian langsung kepada masyarakat.
Program kerja pertama berupa pemasangan lubang resapan biopori sedalam kurang lebih 1 meter ke dalam tanah. Upaya ini dilakukan untuk membantu mengurangi kelembapan berlebih dan meminimalkan genangan pada aliran air di sekitar lokasi. Kehadiran biopori diharapkan dapat meningkatkan daya resap tanah, sehingga lingkungan menjadi lebih tertata dan mendukung keberlanjutan area pertanian di Abas Farm.
Sementara itu, program kerja kedua berfokus pada pemasangan instalasi panel surya sebagai sumber energi alternatif untuk menunjang kegiatan kebun hidroponik. Sistem yang dipasang menggunakan spesifikasi PV 400 Wp dan baterai VRLA 12V 80Ah. Dengan kapasitas tersebut, sistem mampu menjalankan pompa kebun hidroponik selama sekitar 12 hingga 13 jam ketika baterai dalam kondisi terisi penuh. Pemanfaatan energi surya ini tidak hanya membantu efisiensi operasional, tetapi juga menjadi langkah kecil menuju penerapan energi yang lebih ramah lingkungan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari penyelesaian mata kuliah Inovasi Sosial, sekaligus menjadi bentuk implementasi salah satu poin Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pengabdian kepada masyarakat. Melalui pendekatan ini, mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori, tetapi juga mampu menerjemahkannya menjadi solusi konkret yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar.
Bagi Arya, pengalaman ini menjadi momen yang berkesan sekaligus menantang. Ia mengaku merasa senang karena dapat terlibat langsung dalam perancangan dan pemasangan sistem panel surya, mulai dari merakit panel, rumah panel, hingga instalasi, bahkan tanpa bantuan teknisi profesional.
“Kesannya senang dan merasa tertantang karena ini pertama kalinya merakit panel, rumah panel, dan instalasinya tanpa teknisi. Puji Tuhan semuanya berjalan lancar dan alat dapat berfungsi dengan normal,” ungkap Arya.
Lebih dari sekadar tugas akademik, kegiatan ini menunjukkan bahwa inovasi mahasiswa dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat dan lingkungan. Kehadiran biopori membantu pengelolaan kondisi lahan, sementara instalasi panel surya memberikan dukungan energi untuk operasional kebun hidroponik secara lebih berkelanjutan. Sinergi keduanya menjadi contoh bagaimana mahasiswa mampu menghadirkan solusi sederhana namun bermakna.
Melalui kegiatan seperti ini, ITK terus mendorong lahirnya mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga peka terhadap persoalan di lapangan dan mampu menghadirkan inovasi berdampak. Inovasi Sosial bukan hanya ruang pembelajaran, melainkan juga wadah untuk menumbuhkan kepedulian, kreativitas, dan keberanian mahasiswa dalam berkarya untuk masyarakat.
Mahasiswa ITK Memberdayakan Pengrajin Lokal melalui Inovasi Keranjang Rotan Berkelanjutan
Mahasiswa ITK Kembangkan Biopori dan Energi Surya untuk Dukung Kebun Hidroponik Abas Farm
Mahasiswa ITK Hadirkan Biopori dan Panel Surya untuk Dukung Abas Farm KM 12
ITK dan University of Seoul Resmikan Kerja Sama Strategis untuk Dukung Pengembangan IKN