Detail Berita

Mahasiswa ITK Kembangkan Ecobrick dan Paving Block dari Sampah Plastik untuk Dukung Program Adiwiyata di SMA Negeri 6 Balikpapan

Ulfa Yuvitri 21 Oktober 2026 9.27 35 kali dilihat
  • Example_News.webp
  • Example_News.webp
Isi Artikel

Bagikan Artikel Ini:

BALIKPAPAN — Mahasiswa Institut Teknologi Kalimantan (ITK) mengembangkan ecobrick dan paving block berbahan limbah plastik sebagai upaya mendorong pengelolaan sampah berkelanjutan di lingkungan sekolah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di SMA Negeri 6 Balikpapan melalui program inovasi sosial yang mendukung penerapan prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R) dan penguatan Program Adiwiyata.

Program bertajuk “Pengembangan Ecobrick dan Paving Block sebagai Upaya Pengelolaan Sampah Plastik dalam Mendukung Program Adiwiyata di SMA Negeri 6 Balikpapan” ini melibatkan mahasiswa dari Program Studi Teknik Sipil, Teknik Mesin, Teknik Lingkungan, dan Rekayasa Keselamatan. Kegiatan ini didukung oleh tiga dosen Institut Teknologi Kalimantan, yaitu Muhammad Huzair T., S.T., M.T. dari Program Studi Teknik Sipil, Jurusan Teknologi Sipil dan Perencanaan (JTSP); Ir. Arief Nugraha Pontoh, S.T., M.Eng. dari Program Studi Teknik Sipil, JTSP; serta Zahrotur Rahmania Firliani, S.Ars., M.Ars. dari Program Studi Arsitektur, JTSP.

Rangkaian kegiatan diawali dengan observasi dan koordinasi bersama pihak SMA Negeri 6 Balikpapan yang berlokasi di Jalan Soekarno Hatta Km 4,5, Balikpapan Utara. Tim mahasiswa melakukan survei lapangan untuk mengidentifikasi kondisi pengelolaan sampah di lingkungan sekolah sekaligus menentukan lokasi penerapan hasil inovasi. Berdasarkan hasil koordinasi, area taman sekolah dipilih sebagai lokasi implementasi program karena berpotensi dikembangkan menjadi ruang hijau yang lebih tertata, bersih, dan edukatif bagi warga sekolah.

Selanjutnya, tim mahasiswa memberikan sosialisasi mengenai dampak sampah plastik terhadap lingkungan dan pentingnya pengelolaan limbah secara berkelanjutan. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan sampah plastik, konsep ecobrick, pemanfaatan limbah plastik menjadi paving block, serta penerapan prinsip 3R dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui presentasi, demonstrasi produk, diskusi, dan tanya jawab agar siswa dapat memahami materi dengan lebih mudah.

Tidak hanya memperoleh materi, para siswa juga dilibatkan secara langsung dalam praktik pembuatan ecobrick. Sampah plastik yang telah dipilah, dibersihkan, dan dikeringkan dimasukkan ke dalam botol plastik hingga mencapai tingkat kepadatan tertentu. Selain itu, siswa diperkenalkan pada proses pembuatan paving block berbahan limbah plastik melalui demonstrasi sederhana. Kegiatan praktik ini memberikan pengalaman kepada siswa dalam mengolah sampah menjadi produk yang memiliki nilai guna sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai pengelolaan limbah.

Setelah rangkaian sosialisasi dan pelatihan selesai, tim mahasiswa ITK melanjutkan kegiatan ke tahap implementasi dengan memanfaatkan ecobrick dan paving block yang telah dibuat untuk mendukung penataan taman sekolah. Produk tersebut ditempatkan sebagai elemen penunjang lingkungan sekaligus media edukasi yang mengingatkan warga sekolah akan pentingnya mengurangi dan mengelola sampah plastik secara bertanggung jawab. Pemanfaatan hasil kegiatan ini diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang lebih bersih, nyaman, dan ramah lingkungan.

Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengetahui pemahaman siswa mengenai pengelolaan sampah plastik, prinsip 3R, pembuatan ecobrick, serta pemanfaatan limbah plastik menjadi paving block. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa siswa memiliki pemahaman yang sangat baik terhadap materi yang disampaikan. Praktik secara langsung turut memperkuat pemahaman tersebut sekaligus mendorong tumbuhnya kepedulian siswa terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan sekolah.

Sebagai upaya menjaga keberlanjutan program, tim mahasiswa ITK turut menyerahkan panduan pembuatan ecobrick dan paving block kepada pihak SMA Negeri 6 Balikpapan. Pihak sekolah menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini dan berkomitmen untuk melanjutkan pengelolaan sampah plastik berbasis ecobrick sebagai bagian dari penguatan Program Adiwiyata di lingkungan sekolah.

Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, mahasiswa ITK berupaya menghadirkan solusi aplikatif terhadap permasalahan sampah plastik sekaligus meningkatkan keterlibatan siswa dalam menjaga lingkungan. Program ini diharapkan dapat menjadi praktik baik yang dapat diterapkan secara berkelanjutan dan menginspirasi sekolah lain di Kota Balikpapan maupun wilayah lainnya untuk mengembangkan pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah menjadi salah satu langkah penting dalam mendorong perubahan lingkungan yang berdampak luas.

Tim pengabdian kepada masyarakat ITK menyampaikan terima kasih kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) ITK, kepala sekolah dan seluruh keluarga besar SMA Negeri 6 Balikpapan, serta para dosen yang terlibat, yaitu Muhammad Huzair T., S.T., M.T. (Teknik Sipil/JTSP), Ir. Arief Nugraha Pontoh, S.T., M.Eng. (Teknik Sipil/JTSP), dan Zahrotur Rahmania Firliani, S.Ars., M.Ars. (Arsitektur/JTSP), atas dukungan dan kolaborasi dalam pelaksanaan kegiatan ini. Melalui sinergi seluruh pihak, program ini diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar.

Berita Terbaru

Example_News.webp Berita

Dosen Berprestasi ITK, Yunita Triana Mengolah Limbah Sawit Menjadi Peluang Energi Masa Depan

Yunita Triana Mengolah Limbah Sawit Menjadi Peluang Energi Masa Depan

Example_News.webp Berita
Example_News.webp Berita
a few mins ago
Butuh Bantuan? Tanya Kami