Balikpapan — Tiga mahasiswa Institut Teknologi Kalimantan (ITK) berhasil meraih Juara Harapan I dalam ajang Jambi Accounting Competition Seminar National yang diselenggarakan di Universitas Jambi. Prestasi tersebut diraih melalui karya yang menggabungkan pendekatan Teknik Industri, Aktuaria, dan keamanan siber untuk menjawab tantangan risiko ransomware pada sektor fintech.
Tim ITK terdiri atas Muhammad Rihzky Anugrah dan Senda Saputra dari Program Studi Teknik Industri angkatan 2023 serta Vina Agustina dari Program Studi Aktuaria angkatan 2023. Dalam proses penyusunan karya, tim dibimbing oleh Wahyu Dwi Lesmono, S.Si., M.Si.
Mereka mengangkat karya berjudul “Model Kuantitatif Risiko Ransomware Berbasis Simulasi Monte Carlo untuk Optimalisasi Mitigasi dan Penentuan Premi Asuransi Siber pada Sektor Fintech.”
Gagasan tersebut dilatarbelakangi oleh sulitnya memperkirakan kerugian akibat serangan ransomware. Risiko siber memiliki tingkat ketidakpastian tinggi, minim data historis, serta berpotensi menimbulkan kerugian ekstrem. Kondisi tersebut membuat formula aktuaria konvensional belum selalu mampu menentukan nilai premi asuransi siber secara akurat.
Sebagai solusi, tim menggunakan Simulasi Monte Carlo sebanyak 10.000 iterasi untuk menghasilkan berbagai kemungkinan skenario serangan dan kerugian. Dari proses tersebut diperoleh dua keluaran utama, yaitu Annual Loss Expectancy sebagai estimasi rata-rata kerugian tahunan dan Value at Risk 99% untuk memperkirakan risiko kerugian dalam kondisi ekstrem.
Hasil perhitungan tersebut kemudian digunakan sebagai dasar penentuan pure premium dan gross premium asuransi siber. Tidak hanya menawarkan model premi, tim juga menyusun Cost-Benefit Analysis untuk membantu perusahaan menentukan langkah mitigasi keamanan siber yang paling efektif dan perlu diprioritaskan.
Persiapan kompetisi dimulai dengan menentukan topik yang relevan dengan perkembangan keuangan digital. Tim kemudian memilih subtema penguatan keamanan siber dan menggabungkan pendekatan Simulasi Monte Carlo dari Teknik Industri dengan perhitungan risiko serta premi dari ilmu Aktuaria.
Bagi tim, kompetisi ini menjadi kesempatan untuk mengasah kemampuan riset, melatih pola pikir kritis, dan menyalurkan gagasan kreatif dalam bidang akuntansi serta keuangan digital. Proses kompetisi dilalui mulai dari penyusunan abstrak, pengembangan karya tulis ilmiah, hingga presentasi final secara langsung di Jambi.
“Kesan kami sangat luar biasa karena dapat mengikuti kegiatan karya tulis ilmiah tingkat nasional ini, mulai dari pengerjaan abstrak hingga tahap final dan presentasi secara langsung di Jambi. Kami berharap ke depan dapat memberikan hasil yang lebih baik lagi bagi ITK,” ungkap tim.
Prestasi ini menunjukkan bahwa kolaborasi lintas disiplin dapat menghasilkan solusi yang relevan bagi tantangan industri modern. Melalui karya tersebut, mahasiswa ITK tidak hanya meraih penghargaan, tetapi juga menawarkan pendekatan ilmiah untuk memperkuat mitigasi risiko dan ketahanan finansial sektor fintech.
Perjalanan Ahmad Diego Membawa Ilmu ITK untuk Pembangunan Berau
Esai Beasiswa Wajib Murni Buah Pemikiran Pelamar, Bukan AI
Mahasiswa ITK Raih Juara Harapan I lewat Model Kuantitatif Risiko Ransomware untuk Asuransi Siber
Mahasiswa ITK Raih Juara Harapan I lewat Inovasi Asuransi Siber