Detail Berita

MARGO-CLEANER, Inovasi Perahu ITK untuk Tangani Sampah di Pesisir Balikpapan

Ulfa Yuvitri 6 November 2026 10.24 30 kali dilihat
  • Example_News.webp
  • Example_News.webp
Isi Artikel

Bagikan Artikel Ini:

Balikpapan – Tim pengabdian kepada masyarakat Institut Teknologi Kalimantan (ITK) mengembangkan MARGO-CLEANER, perahu pembersih sampah terapung untuk membantu penanganan sampah di Muara Margo Mulyo, Kecamatan Balikpapan Barat, Kota Balikpapan. Dalam tiga kali pengujian yang dicantumkan pada laporan kegiatan, perahu ini mengumpulkan total 9 kilogram sampah selama 90 menit.

Inovasi tersebut dikembangkan melalui Program Mahasiswa Mengabdi Desa (PMMD) Tahun 2026 bersama kelompok nelayan setempat. Program ini berangkat dari persoalan sampah yang kerap bercampur dengan hasil tangkapan, mengganggu penggunaan jaring, dan menambah waktu kerja nelayan.

Berdasarkan observasi dan wawancara awal yang tercantum dalam dokumen program, pada kondisi tertentu sampah diperkirakan mencapai sekitar 70–80 persen dari isi jaring. Nelayan juga membutuhkan waktu tambahan sekitar 120–180 menit per hari untuk membersihkannya. Temuan awal tersebut menjadi dasar pengembangan sarana pengumpulan sampah yang sesuai dengan kondisi perairan muara.

MARGO-CLEANER dirancang menggunakan konfigurasi monohull atau satu lambung utama dengan cadik pada sisi kiri dan kanan. Cadik membantu menjaga kestabilan perahu sekaligus menjadi penyangga jaring penangkap sampah yang dipasang di bagian bawahnya.

Saat perahu bergerak dengan kecepatan terkendali, sampah terapung diarahkan masuk ke jaring. Sementara itu, lambung utama menyediakan ruang bagi operator dan penanganan sampah yang terkumpul. Rancangan ini disesuaikan dengan kebutuhan nelayan serta karakteristik perairan dangkal di sekitar kawasan mangrove Margo Mulyo.

Tim dosen yang terlibat terdiri atas Dr. Amalia Ika Wulandari, S.T., M.T., Nia Febrianti, S.T., M.T., dan Husein Syahab, S.T., M.T. Kegiatan ini juga melibatkan sepuluh mahasiswa dari Program Studi Teknik Perkapalan, Teknik Lingkungan, dan Informatika.

Pelaksanaan program mencakup koordinasi dengan mitra, sosialisasi pengelolaan sampah, finalisasi desain, pengadaan material, konstruksi lambung, pemasangan cadik, serta penyempurnaan sistem jaring. Kelompok nelayan dilibatkan sejak identifikasi permasalahan hingga persiapan pengoperasian dan pemeliharaan perahu.

Berdasarkan tabel hasil pengujian dalam laporan kegiatan, pengumpulan sampah dilakukan sebanyak tiga kali dengan durasi masing-masing 30 menit. Sampah yang terkumpul pada pengujian pertama mencapai 2,6 kilogram, pengujian kedua 3 kilogram, dan pengujian ketiga 3,4 kilogram.

Dari total 9 kilogram sampah, plastik menjadi komponen terbesar dengan berat 6,1 kilogram. Selebihnya berupa styrofoam sebanyak 1,8 kilogram serta sampah lain atau campuran sebanyak 1,1 kilogram. Hasil ini menjadi catatan awal untuk mengevaluasi fungsi pengumpulan sampah pada perahu.

Selain menghadirkan teknologi, tim memberikan edukasi mengenai sampah organik dan anorganik, dampaknya terhadap mangrove dan biota perairan, serta prinsip 3R, yaitu mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang sampah. Materi juga mencakup fungsi cadik, pengoperasian jaring, serta pentingnya pemilahan dan pencatatan sampah.

Evaluasi yang dicantumkan dalam laporan melibatkan 15 peserta melalui tes sebelum dan sesudah sosialisasi. Rata-rata jawaban benar meningkat dari 60 persen menjadi 84 persen, atau naik 24 poin persentase. Hasil tersebut memberikan gambaran peningkatan pemahaman peserta terhadap materi yang disampaikan.

Pemanfaatan MARGO-CLEANER selanjutnya memerlukan perawatan rutin, pemeriksaan sambungan cadik dan jaring, serta pencatatan hasil pengumpulan secara berkelanjutan. Penanganan sampah setelah dibawa ke daratan juga menjadi bagian penting agar kegiatan pembersihan terhubung dengan proses pemilahan dan pengelolaan berikutnya.

Melalui kolaborasi dosen, mahasiswa, dan kelompok nelayan, ITK mengembangkan teknologi tepat guna yang berangkat dari kebutuhan masyarakat. MARGO-CLEANER diharapkan dapat mendukung kebersihan perairan Muara Margo Mulyo sekaligus memperkuat keterlibatan masyarakat dalam menjaga ekosistem pesisir Balikpapan.

Berita Terbaru

Example_News.webp Berita
Example_News.webp Berita

Pererat Kepedulian Sosial, DWP ITK Berbagi Kebahagiaan Bersama Anak-Anak Panti Asuhan Yaumuddin

DWP ITK menggelar bakti sosial di Panti Asuhan Yaumuddin dengan menyalurkan berbagai bantuan sekaligus berbagi kebahagiaan dan mempererat kepedulian sosial bersama anak-anak panti.

a few mins ago
Butuh Bantuan? Tanya Kami