Detail Berita

Peraih IPK Tertinggi ITK, Risqi’a Shauma Salsabiillia Padukan Aktuaria, Organisasi, dan Pengalaman Magang di Pertamina Patra Niaga

Muhammad Nurhidayatur Rozikin 30 September 2026 13.43 42 kali dilihat
  • Example_News.webp
  • Example_News.webp
  • Example_News.webp
Isi Artikel

Bagikan Artikel Ini:

Balikpapan – Ketertarikannya pada angka tidak membuat Risqi’a Shauma Salsabiillia hanya berkutat dengan perhitungan. Lulusan Program Studi Ilmu Aktuaria, Fakultas Sains dan Teknologi Informasi (FSTI), Institut Teknologi Kalimantan (ITK) ini justru mengisi masa kuliahnya dengan berbagai pengalaman, mulai dari organisasi, komunikasi dan desain, penerima beasiswa Bank Indonesia, hingga magang di bidang keuangan.

Risqi’a menyelesaikan studinya dalam delapan semester dengan IPK 3,88 dan predikat Dengan Pujian. Capaian tersebut sekaligus mengantarkannya sebagai peraih IPK tertinggi tingkat institut dan tingkat Fakultas Sains dan Teknologi Informasi (FSTI).

Aktuaria: Menghubungkan Matematika dengan Risiko dan Keuangan

Bagi Risqi’a, Ilmu Aktuaria dapat dipahami secara sederhana sebagai bidang yang mengaplikasikan matematika dalam persoalan asuransi, risiko, dan keuangan. Selama perkuliahan, ia mempelajari bagaimana pendekatan matematis digunakan untuk menganalisis berbagai persoalan yang berkaitan dengan ketidakpastian dan pengambilan keputusan.

Namun, perjalanan kuliahnya tidak hanya berfokus pada akademik. Risqi’a juga aktif dalam Himpunan ASA ITK pada bidang humas dan media. Ia turut mengembangkan pengalamannya di SRE melalui bidang public relations dan humas.

Ketertarikannya pada dunia komunikasi ternyata telah tumbuh sejak lama. Risqi’a mengaku menyukai desain dan warna sejak kecil. Ketertarikan tersebut kemudian menemukan ruangnya ketika ia terlibat dalam pembuatan konten, publikasi, hingga kegiatan Dies Natalis ITK.

Penerima Beasiswa Bank Indonesia dan Aktif di GenBI

Selain aktif berorganisasi, Risqi’a juga menjadi penerima Beasiswa Bank Indonesia dan bergabung dalam Generasi Baru Indonesia (GenBI).

Baginya, pengalaman akademik dan nonakademik saling melengkapi. Ilmu yang diperoleh di ruang kuliah membangun kemampuan analitis, sementara organisasi memberikan kesempatan untuk mengembangkan komunikasi, kreativitas, kerja sama, dan tanggung jawab.

Belajar “Learning by Doing” di Pertamina Patra Niaga

Pengalaman profesional Risqi’a semakin berkembang ketika menjalani magang di Pertamina Patra Niaga Finance Kalimantan.

Ditempatkan pada divisi keuangan, ia memperoleh pengalaman yang berkaitan dengan pengelolaan aset dan aktivitas finansial perusahaan. Dari pengalaman tersebut, Risqi’a menyadari bahwa kondisi di dunia kerja tidak selalu sama persis dengan teori yang diperoleh selama perkuliahan.

Menurutnya, magang menjadi ruang untuk benar-benar memahami konsep melalui praktik langsung.

“Teori dan praktik itu bisa sangat berbeda. Saat magang saya banyak belajar dengan cara learning by doing, jadi harus mau mencoba dan cepat beradaptasi dengan pekerjaan yang diberikan.”

Pengalaman tersebut semakin memperkuat ketertarikannya untuk berkarier pada bidang yang masih berkaitan dengan keilmuan aktuaria, khususnya aktuaria, data science, maupun data analyst.

Tidak Harus Memilih antara Angka dan Kreativitas

Perjalanan Risqi’a menunjukkan bahwa mahasiswa tidak harus membatasi diri hanya pada satu bidang. Di satu sisi, ia mendalami matematika, risiko, dan keuangan melalui Ilmu Aktuaria. Di sisi lain, ia tetap mengembangkan ketertarikannya pada desain, komunikasi, dan pembuatan konten.

Kini, setelah menyelesaikan studi sebagai peraih IPK tertinggi tingkat institut dan fakultas, Risqi’a berencana untuk terlebih dahulu memasuki dunia kerja dan terus mengembangkan kompetensi yang telah dibangun selama kuliah.

Bagi Risqi’a, pengalaman selama menjadi mahasiswa membuktikan bahwa capaian akademik dapat berjalan beriringan dengan aktivitas organisasi dan pengembangan diri. Belajar tidak hanya terjadi di kelas, tetapi juga ketika berani mencoba, terlibat, dan menghadapi pengalaman baru secara langsung.

Berita Terbaru

Example_News.webp Berita

Peraih IPK Tertinggi TMM ITK, Yosua Anjupaian Situmeang Kembangkan Riset Sensor Elektrokimia melalui Program JST-NEXUS di Saga University Jepang

Yosua Anjupaian Situmeang Kembangkan Riset Sensor Elektrokimia melalui Program JST-NEXUS di Saga University Jepang

Example_News.webp Prestasi

Joyce Felecya Sitinjak, Lulusan Terbaik Teknik Lingkungan ITK yang Aktif Berorganisasi hingga Riset Limbah Tambang

Lulusan Terbaik Teknik Lingkungan ITK yang Aktif Berorganisasi hingga Riset Limbah Tambang

Example_News.webp Penelitian dan Pengabdian

SERVQUAL Mengungkap Kualitas Layanan Pengujian Beton di Laboratorium Terpadu ITK

Penelitian ITK mengevaluasi kualitas layanan pengujian beton untuk meningkatkan kepuasan pengguna dan mendukung pembangunan infrastruktur yang andal.

a few mins ago
Butuh Bantuan? Tanya Kami