Detail Berita

Slag Nikel Jadi Beton Superkuat: Inovasi Material Ramah Lingkungan Karya Peneliti Institut Teknologi Kalimantan

Humas ITK 18 Februari 2026 11.09
Example_News.webp
Isi Artikel

Bagikan Artikel Ini:

Dalam upaya mendukung pembangunan infrastruktur berkelanjutan, tim peneliti dari Institut Teknologi Kalimantan (ITK) yang juga bekerja sama dengan peneliti dari Universitas Hasanuddin mengembangkan prototype beton mutu tinggi berbasis slag nikel sebagai substitusi agregat kasar. Inovasi ini dipimpin oleh Dr.Ir.Hijriah, S.T.,M.T. bersama tim Dr.Eng. Ir. Arief Hidayat, S.T., M.T. dan Dr.Eng. Fakhruddin, S.T.,M.Eng. 

Inovasi ini menjadi solusi alternatif atas keterbatasan material alam sekaligus mendorong pemanfaatan limbah industri secara produktif dan ramah lingkungan.

Kenapa Slag Nikel Bisa Jadi Solusi?

Slag nikel merupakan produk samping industri pengolahan nikel yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Melalui pendekatan rekayasa material, slag nikel diolah sebagai pengganti sebagian agregat kasar dalam campuran beton mutu tinggi dengan target kuat tekan f’c 42 MPa.

Prototype ini dikembangkan untuk:

  • Mencari komposisi campuran beton yang paling optimal
  • Melihat pengaruh slag nikel terhadap kekuatan dan kepadatan beton
  • Menguji dampaknya terhadap lingkungan

Penelitian dilakukan melalui serangkaian pengujian laboratorium, mulai dari karakterisasi material, variasi campuran slag nikel (0%, 25%, 50%, dan 75%), hingga uji kuat tekan beton umur 28 hari dan uji toksisitas.

Seperti Apa Karakter Slag Nikelnya?

Slag nikel yang digunakan berasal dari Morowali, Sulawesi Tengah. Hasil pengujian menunjukkan bahwa material ini memiliki:

  • Berat jenis lebih tinggi dibanding agregat alami
  • Nilai abrasi lebih rendah (lebih tahan aus)
  • Tekstur kasar yang membantu daya lekat dengan pasta semen

Secara kimia, slag nikel didominasi oleh unsur besi (Fe) dan silika (SiO₂) yang berkontribusi positif terhadap proses hidrasi beton.

Campuran Betonnya Pakai Komposisi Apa?

Untuk 1 m³ beton mutu tinggi, komposisinya meliputi:

  • Semen Portland (PCC): 553,78 kg
  • Air: 195,77 kg
  • Agregat halus: 556,85 kg
  • Agregat kasar: 1028,60 kg
  • Admixture tipe F: 2,77 liter

Hasil uji slump menunjukkan semua variasi masih dalam rentang standar 80–120 mm, artinya beton tetap mudah dikerjakan tanpa mengorbankan kekuatannya.

Hasilnya Gimana? Naik atau Turun?

Pengujian kuat tekan umur 28 hari menunjukkan hasil yang menarik:

  • Beton normal (0%): 42,03 MPa
  • Slag nikel 25%: 44,23 MPa (naik 5,23%)
  • Slag nikel 50%: 46,31 MPa (naik 10,17%)
  • Slag nikel 75%: 40,78 MPa (turun 2,97%)

Variasi terbaik ada di angka 50%. Pada komposisi ini, beton menjadi lebih padat dan kuat karena slag nikel mampu mengisi rongga antar agregat dengan lebih efektif.

Namun saat komposisinya terlalu tinggi (75%), distribusi agregat menjadi kurang optimal sehingga justru menurunkan kekuatan beton.

Dampaknya untuk Pembangunan ke Depan

Inovasi ini membuka peluang besar untuk:

  • Mengurangi penggunaan agregat alam
  • Memanfaatkan limbah industri secara produktif
  • Mendukung pembangunan infrastruktur berkelanjutan
  • Berkontribusi pada pengembangan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN)

Prototype beton berbasis slag nikel ini menjadi bukti nyata komitmen Institut Teknologi Kalimantan dalam menghadirkan riset yang aplikatif, inovatif, dan berdampak langsung bagi pembangunan nasional.


Berita Terbaru

Example_News.webp Berita

Antusiasme Tinggi, ITK Open House 2026 Ditutup dengan 2.560 Pengunjung

ITK Open House 2026 Catat 2.560 Pengunjung pada Penutupan Kegiatan

Example_News.webp Berita
Example_News.webp Berita

ReGen Talks ITK Mengajar: Belajar Cerdas untuk Masa Depan Gemilang

Komunitas ITK Mengajar kembali menghadirkan program inspiratif ReGen Talks (Regeneration Talks) untuk semua sobat pendidikan

a few mins ago
Butuh Bantuan? Tanya Kami