Balikpapan - Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) tahun akademik 2025/2026 kembali menegaskan pentingnya strategi berbasis data dalam memilih program studi. Di Fakultas Rekayasa dan Teknologi Industri, empat program studi Teknik Mesin, Teknik Industri, Teknik Material dan Metalurgi, serta Teknik Logistik menunjukkan dinamika persaingan yang berbeda pada jalur SNBP, SNBT, dan SUMMIT. Analisis jumlah peminat, daya tampung, serta mahasiswa yang diterima dan daftar ulang memberikan gambaran objektif peluang masuk bagi calon mahasiswa.
Program Studi Teknik Mesin menunjukkan tingkat persaingan yang cukup ketat, terutama karena daya tampung yang relatif terbatas. Pada jalur SNBP, tercatat 110 peminat dengan 25 mahasiswa diterima dan 24 melakukan daftar ulang. Jalur SNBT mencatat lonjakan peminat hingga 219 orang dengan 76 diterima dan 74 daftar ulang, menandakan seleksi yang kompetitif. Sementara itu, jalur SUMMIT diikuti 430 peminat dengan 115 diterima dan hanya 12 daftar ulang, mencerminkan ketatnya seleksi sekaligus dinamika minat lintas jalur. Data ini menegaskan bahwa Teknik Mesin menjadi prodi favorit bagi calon mahasiswa yang tertarik pada rekayasa manufaktur dan sistem mekanik.
Teknik Industri menjadi salah satu program studi dengan peminat tertinggi di fakultas ini. Pada jalur SNBP, terdapat 100 peminat dengan 40 mahasiswa diterima dan 38 daftar ulang. Persaingan semakin ketat di jalur SNBT dengan 357 peminat yang memperebutkan 42 kursi, sementara 41 mahasiswa melakukan daftar ulang. Jalur SUMMIT mencatat 446 peminat dengan 188 diterima dan 21 daftar ulang. Tingginya angka peminat mencerminkan besarnya daya tarik bidang optimasi sistem, manajemen industri, dan analisis proses yang aplikatif di berbagai sektor.
Teknik Logistik memperlihatkan peluang yang relatif lebih terbuka dibandingkan prodi lain. Pada jalur SNBP, tercatat 100 peminat dengan 40 diterima dan 38 daftar ulang. Jalur SNBT diikuti 91 peminat dengan 57 diterima dan 52 daftar ulang, menunjukkan rasio penerimaan yang cukup tinggi. Pada jalur SUMMIT, terdapat 115 peminat dengan 35 diterima dan 10 daftar ulang. Data ini mengindikasikan bahwa Teknik Logistik menawarkan kesempatan menarik bagi calon mahasiswa yang tertarik pada manajemen rantai pasok, transportasi, dan sistem distribusi modern.
Program Studi Teknik Material dan Metalurgi menunjukkan tingkat persaingan yang seimbang dengan karakter peminat yang lebih spesifik. Pada jalur SNBP, terdapat 100 peminat dengan 40 diterima dan 39 daftar ulang. Jalur SNBT diikuti 183 peminat dengan 56 diterima dan 51 daftar ulang. Sementara jalur SUMMIT mencatat 257 peminat dengan 72 diterima dan 10 daftar ulang. Pola ini menunjukkan peluang masuk yang relatif stabil bagi calon mahasiswa yang memiliki minat kuat pada material maju, metalurgi, dan rekayasa bahan.
Secara keseluruhan, data SNPMB 2025/2026 di Fakultas Rekayasa dan Teknologi Industri menunjukkan variasi tingkat persaingan yang signifikan antar program studi. Teknik Industri dan Teknik Mesin cenderung memiliki persaingan lebih ketat karena tingginya peminat, sementara Teknik Material dan Metalurgi serta Teknik Logistik menawarkan peluang yang lebih seimbang. Dengan memahami peta persaingan ini, calon mahasiswa diharapkan dapat menyusun strategi pemilihan program studi yang tidak hanya berlandaskan minat, tetapi juga mempertimbangkan peluang, kesiapan akademik, dan prospek bidang ke depan.
Persaingan SNPMB 2026 di Jurusan Teknologi Industri : Membaca Peluang Prodi Teknik Berbasis Data
Persaingan SNPMB 2026 di Jurusan Teknologi Industri
Dari Perencanaan Wilayah ke Strategi Media Sosial Nasional: Jalan Karier Tak Terduga Reynaldi Yudha
The Ex-Story Reynaldi Yudha, alumni Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) angkatan 2017
Antusiasme Tinggi, ITK Open House 2026 Ditutup dengan 2.560 Pengunjung
ITK Open House 2026 Catat 2.560 Pengunjung pada Penutupan Kegiatan