Balikpapan – Institut Teknologi Kalimantan melalui ide inovasi tiga mahasiswa ITK yang tergabung dalam tim Program Kreativitas Mahasiswa mereka adalah Aldi Prayoga, Julia Ayu A dan Dinda Wulan H. Judul dari inovasi mereka adalah “Zeolit Sintesis Daun Bambu Sebagai Bioadsorben Kandungan Air Asam Tambang Dengan Kombinasi Bakteri Pereduksi Sulfat“. Latar belakang dari inovasi mereka ialah karena melihat air asam tambang yang timbul akibat adanya proses pertambangan dengan kegiatan utama berupa penggalian akan berpotensi pembentukan air dengan pH yang rendah. Dengan adanya AAT ini memiliki dampak yang negatif salah satunya menurunnya kualitas air permukaan. Salah satu cara untuk menangani hal tersebut ialah dengan menurunkan kadar besi dan mangan yang tinggi pada AAT dengan salah satu metode adsorpsi. Media adsorpsi yang digunakan mereka ialah zeolit sintesis. Dalam pemilihan bahan baku, daun bambu juga merupakan salah satu material yang sangat potensial untuk dijadikan zeolit karena memiliki kandungan silika yang cukup tinggi. Untuk mengembangkan zeolit sintesis dengan kemurnian lebih tinggi, tim tersebut kemudian mengkombinasikannya dengan Bakteri Pengurai Sulfat. Penggunaan Bakteri Pengurai Sulfat memiliki pengaruh yang cukup signifikan dalam mengurangi tingkat keasaman serta kadar besi dan mangan dalam suatu larutan karena bakteri tersebut berperan sebagai pengendap logam-logam yang bersifat piruvat.

Gambar 1. Daun Bambu yang Dikeringkan
Gambar 2. Proses Esktraksi

Kemudian untuk tujuan dari kegiatan yang mereka lakukan adalah mengetahui karakteristik,, pengaruh, tingkat kinerja masing-masing bahan, dan kemampuan dari dari zeolit sintesis daun bambu dan bakteri pereduksi sulfat dalam proses adsorpsi setelah diregenerasi. Selanjutnya manfaat dari penelitian ini diantaranya ialah meningkatkan nilai guna dari daun bambu sebagai bioadsorben zeolit, dan mengembangkan metode alternatif dalam meningkatkan pH serta mengurangi kandungan logam Fe dan Mn pada air asam tambang batu bara yang ekonomis dan ramah lingkungan. Dari penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa benar adanya kandungan silika pada daun bambu yang pada penelitian ini mereka manfaatkan untuk zeolit sintesis sebagai media adsorpsi untuk menurunkan kadar besi dan mangan pada air asam tambang dan memenuhi standar baku mutu dari Kementrian Lingkungan Hidup.

Gambar 3. Zeolit Sintetis Daun Bambu

Selama kegiatan berlangsung tim memiliki kesan dan cerita yaitu melakukan penelitian ini tidak selalu berjalan dengan lancar. Tidak sedikit kegagalan dalam percobaan sehingga kami harus mengulang beberapa kali dan mencoba mencari jalan keluar untuk memperbaiki kegagalan tersebut. Hal tersebut memberikan kami banyak pelajaran dan ilmu baru yang bermanfaat untuk kedepannya. Pesan dan harapan mereka dengan penelitian ini diharapkan adanya alternatif dalam pengolahan limbah air asam tambang batu bara sehingga dapat menekan resiko pencemaran lingkungan dan memenuhi standar baku mutu yang telah ditetapkan oleh Kementrian Lingkungan Hidup.

Humas Institut Teknologi Kalimantan

Bagikan Yuk :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •