Inovasi Pendukung Aktivitas Disabilitas Karya Mahasiswa ITK Berhasil Juara 3 LKTI Kantor Wilayah ATR/BPN Kalimantan Timur

by | Feb 3, 2023 | Aktifitas Mahasiswa, Berita-ITK, Jurusan Teknik Sipil dan Perencanaan, Kampus Merdeka, Perencanaan Wilayah dan Kota

Balikpapan – Institut Teknologi Kalimantan berhasil meraih juara 3 Lomba Karya Tulis Ilmiah yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah ATR/BPN Kalimantan Timur. Prestasi tersebut berhasil diraih oleh 3 mahasiswa/i Perencanaan wilayah dan kota yang diketuai oleh Muhammad Qoirul Purwanto dan beranggotakan Deka Adam Budiman dan Margaretha El Lucitania.

Inovasi yang mereka angkat adalah DIFACITY merupakan sebuah sistem informasi berbasis website dan aplikasi yang memanfaatkan Geographic Information System (GIS) dalam menyalurkan informasi-informasi yang dapat mendukung keberlangsungan aktivitas penyandang disabilitas. Contohnya adalah informasi mengenai lowongan pekerjaan, ruang publik yang sudah ramah terhadap penyandang disabilitas, kantor komunitas yang dapat membantu penyandang disabilitas untuk menyalurkan hobi, sarana kesehatan dan pendidikan yang ramah terhadap penyandang disabilitas, hingga beberapa informasi mengenai bantuan yang bisa didapatkan oleh penyandang disabilitas. Inovasi ini memiliki tujuan utama sebagai information center bagi para penyandang disabilitas dalam melaksanakan aktivitas terutama mengenai beberapa lokasi yang bisa mereka kunjungi dengan mudah karena aksesibel terhadap disabilitas. DIFACITY diharapkan dapat membantu penyandang disabilitas untuk melakukan kegiatan layaknya khalayak umum tanpa adanya diskriminasi. Penyediaan sistem informasi ini tentunya akan membantu meningkatkan inklusivitas kota terhadap kaum difabel dengan penyediaan informasi yang krusial bagi keberlangsungan aktivitas manusia.

Latar belakang kenapa kami menciptakan DIFACITY adalah kaum difabel yang saat ini masih sering sekali mendapatkan ketidakadilan akibat keterbatasan mereka. Salah satu contohnya adalah terkait lowongan pekerjaan yang saat ini sedikit sekali yang menerima teman-teman difabel dikarenakan dianggap tidak mampu dengan stigma negatif yang beredar saat ini. Tidak hanya dari pekerjaan, ketidakadilan terhadap teman-teman difabel juga ada pada fasilitas kota yang tidak inklusif terhadap teman-teman difabel. Hal tersebut yang menyebabkan sedikit sekali teman-teman difabel yang terlihat di ruang publik menjalankan aktivitasnya karena dalam mengakses ruang publik sendiri mereka sudah terhambat. Oleh karena itu, menurut kami dibutuhkan sebuah sistem informasi yang dapat menjadi information center bagi teman-teman difabel untuk dapat mengetahui, lokasi dan ruang publik apa saja yang dapat mereka akses dan bagaimana caranya.

“Selama masa persiapan cukup menantang dikarenakan saat ini sedang semester 5 yang menjadi salah satu semester paling hectic bagi mahasiswa Perencanaan Wilayah dan Kota dan cukup sulit untuk menentukan waktu untuk mengerjakan bersama dikarenakan kami berbeda kelas. Namun, karena kami berusaha keras, syukurnya naskah kami dapat selesai tepat waktu” ungkap Qoirul.

Humas Institut Teknologi Kalimantan

#KampusMerdeka

Bagikan Yuk :
Skip to content