Balikpapan – Institut Teknologi Kalimantan pada (17/09/2022) melangsungkan kegiatan World Class Professor dengan tema International Academic and Research Collaboration Toward Sustainable in Chemical Engineering and Science. Adapun kegiatan dilakukan secara hybrid yaitu offline dan online melalui platform zoom. Pada agenda WCP series 2 dihadiri oleh narasumber dari berbagai universitas mancanegara meliputi Prof. Jaka Sunarso, S.T.M.E., Ph.D. dari Swinburne University of Technology-Sarawak Campus, selaku partner World Class professor Program 2022. Narasumber undangan lainnya ada tiga yakni Prof. Dr. Guoqing Guan dari Hirosaki University, Japan, Prof. Raymond Girard Tan dari University Del La Sale, Philipines University, dan Prof. Jing Zheng Ren dari Hongkong Polytechnique University.

Gambar Pemaparan Materi

Kerjasama internasional dan kolaburasi penelitian sangat penting, sebagai salah satu indikator kinerja baik tingkat universitas. Dosen ITK dituntut untuk senantiasa melakukan Tri Dharma, salah satunya adalah menghasilkan karya ilmiah secara mandiri dan dapat melakukan kerjasama riset dengan peneliti lainnya di dalam negeri sehingga riset yang dilakukan dapat lebih komprehensif, dan diharapkan mampu mendorong dan memperkuat terjadinya kolaborasi dengan para peneliti di

luar negeri dalam posisi yang setara, seimbang, dan kontributif. Hal ini dipandang perlu mengingat begitu cepatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bersifat lintas disiplin, sehingga kerjasama riset atau riset kolaboratif diharapkan akan mampu meningkatkan kualitas riset dan pada akhirnya dapat meningkatkan jumlah publikasi dari para peneliti Indonesia dalam jurnal ilmiah bereputasi Internasional. Adapun urgensi kegiatan ini antara lain: (1) Membangun dan memperluas jejaring kerjasama riset antara ITK dengan universitas terkemuka luar negeri (LN); (2) Memperkuat wawasan keilmuan yang bersifat multi/inter/lintas disiplin di antara para dosen/ peneliti; (3) Menjadi embrio kerjasama riset yang lebih luas dengan institusi negara lain secara lebih seimbang, setara, dan kontributif untuk masyarakat Indonesia; dan (4) Meningkatkan jumlah publikasi jurnal internasional terindeks Scopus.

Agenda dimulai dengan pembukaan yang disampaikan oleh Wakil Rektor bidang akademik ITK yakni Prof. Dr. Nurul Widiastuti,S.Si.,M.Si., dilanjutkan dengan pembukaan kedua disampaikan oleh Dr.Eng. Lusi Ernawati, S.T.M.Sc. Penyampaian materi awal disampaikan oleh Prof. Jaka Sunarso, S.T.,M.E.,Ph.D. Materi pertama berisi tentang bagaimana manfaat kolaborasi dalam penelitian internasional, bagaimana berkolaborasi yang efektif melalui perjanjian kerjasama/MoU serta beradaptasi dengan lingkungan akademik melalui kerjasama riset dan publikasi bersama.  Publikasi yang dilakukan sendiri nantinya akan berdampak tinggi memungkinkan untuk berbagi temuan penelitian, mendapatkan pengetahuan baru dari penelitian dan memajukan karir akademis. Terkait publikasi Prof Jaka memiliki minat pada membran, sel bahan bakar, baterai, pemanfaatan Biomassa dan Biorefinery. Penyampaian materi kedua oleh Prof. Dr. Guoqing Guan yaitu terkait pengenalan laboratorium, laboratorium teknik konversi energi. Kolaborasi yang telah dilakukan diantaranya: Tokyo University, Sojo University, Taiyuan University of Technology, Shenyang University of Chemical Technology, Guangdong University of Technology, Institut teknologi bandung, Universitas Padjadjaran, Thammasat University, Chulalongkorn University, Rangsit University, dan Chiang Mai University.

Pemateri yang ketiga adalah Prof. Raymond Girard Tan, Ph.D, yang menjelaskan bagaimana membentuk jaringan kerjasama. Bidang yang ditekuni oleh Prof Raymond adalah jaringan manajemen karbon, rekayasa sistem proses, proses integrasi, grafik proses, penilaian siklus hidup, dan pemodelan input-output. Bidang penelitian lain yang ditekuni meliputi rekayasa sistem proses meliputi pengembangan dan penggunaan teknik komputasi untuk memecahkan masalah industri. Kolaborasi terbaru terkait kerangka kerja perangkat lunak untuk perencanaan dekarbonisasi yang optimal untuk negara-negara ASEAN. Kolaborasi penelitian pada umumnya berpengaruh terhadap produktivitas publikasi. Bahwa pada bidang disiplin ilmu tertentu terdapat korelasi yang lebih kuat. Semakin tinggi tingkat kolaborasi, semakin meningkat jumlah produktivitas publikasi. Materi penutup disampaikan oleh Prof. Jing Zhen Ren, sebagai inti utama dalam penyampaiannya dijelaskan bahwa kolaborasi dapat dibedakan menjadi tiga jenis. Pertama, kolaborasi internal, dalam departemen yang sama, antar departemen, dalam institusi yang sama. Kedua, kolaborasi domestik, kolaborasi antara dua institusi atau lebih dalam sebuah negara. Ketiga, kolaborasi antar institusi terdiri dari dua negara atau lebih. Kolaborasi internal pada umumnya lebih banyak dilakukan, menyusul kolaborasi domestik. Sedangkan, kolaborasi internasional lebih jarang dilakukan, meskipun jumlahnya cenderung mengalami peningkatan. Kolaborasi dapat dicapai tidak hanya melalui publikasi dan riset bersama, tetapi kolaborasi dapat dilakukan dengan berbagai strategi. Agenda penutup diakhiri dengan sesi tanya-jawab antar peserta dan narasumber.

Humas Institut Teknologi Kalimantan

#KampusMerdeka

Bagikan Yuk :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •