ITK MENYELENGGARAKAN FGD INKUBATOR BISNIS TEKNOLOGI (IBT)

SIM KELILING HADIR DI ITK
10/10/2019
HARI MARITIME DUNIA, JSTPK MENGADAKAN NAFI CARE
13/10/2019
Tunjukkan semua

ITK MENYELENGGARAKAN FGD INKUBATOR BISNIS TEKNOLOGI (IBT)

Balikpapan – Jumat, 11 Oktober 2019 telah diselenggarakan Focus Grup Discussion (FGD) Inkubator Bisnis Teknologi (IBT) Institut Teknologi Kalimantan dengan tema “Sinergi Perguruan Tinggi, Lembaga Pemerintah, Perusahaan, Komunitas dan Media dalam Menumbuhkan dan Mengembangkan Perusahaan Rintisan (Start Up) di Kalimantan Timur”. Acara diisi dengan pemaparan mengenai IBT ITK oleh Kepala IBT Ibu Winarni, S.Si., M.Si dilanjutkan dengan Pemaparan Profil Bisnis dan BMC Tenant IBT – ITK oleh Mandai Crispy, Zalacca, dan Kopi Sepinggan kemudian dilaksanakan Focus Grup Discussion (FGD). Terdapat pula penandatanganan Surat Dukungan dan Komitmen Stakeholder terkait IBT – ITK dan penandatanganan Perjanjian Kontrak Tenant IBT – ITK.

Acara ini dihadiri oleh unit usaha yang tergabung didalam IBT diantaranya Mantau Fya, Kopi Sepinggan, Zalacca, Mandai Chrispy, Braco, YOI Aquakultur dan Cumi Koin.

YOI Aquakultur sebagai salah satu unit usaha yang tergabung didalam IBT merupakan unit usaha yang baru lahir selama sebulan. Fadli mahasiswa teknik material metalurgi ITK selaku pelopor YOI Aquakultur menjelaskan “Kami menghadirkan solusi untuk masyarakat  yang ingin berbudi daya aquakultur atau budidaya perikanan tanpa harus memiliki keahlian dalam berbudi daya, tanpa memiliki lahan itu bisa, dengan cara apa? Dengan cara ikut menjadi juragan di project kami, ataupun menjadi investor di aquakultur. Jadi konsepnya bisa urunan atau jika budidaya itu ingin di biayai sendiri bisa dilakukan namun jika tidak mampu bisa dengan cara urunan, sistemnya lebih kepada crowd funding, kami menghimpun dana masyarakat baik itu mahasiswa, pekerja, karyawan yang ingin berinvestasi. Kami menetapkan dana awal sebesar  1 juta rupiah. Goalsnya adalah petani dapat mengembangkan tambak berbasis financial teknologi dalam hal ini crowd funding serta tidak lagi tergantung pada rentenir maupun tengkulak” terang Fadli.

Unit usaha lain yang sudah mulai mengembangkan sayapnya ialah Zalacca. “Zalaca adalah pemberdayaan salak di kilo 21 dimana saat ini sudah mempunyai beberapa produk diantaranya Zalacca Chips sebagai Best Seller, Zalacca Risol, dan Zalacca Rols. Saat ini sudah membuka reseller di Jakarta, Bogor, Samarinda, dan Penajam Paser Utara (PPU). Pendirian Zalacca ini murni didirikan oleh anak-anak ITK untuk memberdayakan ibu-ibu PKK yang ada dikilo 21. Dalam sebulan Zalacca dapat memproduksi 800 pcs Zalacca Chips” Ujar Cindy selaku Ketua dari Zalacca.

Cindy berharap dengan bergabung dengan IBT ini dapat meningkat Network yang lebih luas agar lebih banyak yang mengenal  Zalacca diluar ITK dan bisa belajar mengenai bisnis

 

ZTN|Humas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *