Dalam upaya mendukung pembangunan infrastruktur berkelanjutan, tim peneliti dari Institut Teknologi Kalimantan (ITK) yang juga bekerja sama dengan peneliti dari Universitas Hasanuddin mengembangkan prototype beton mutu tinggi berbasis slag nikel sebagai substitusi agregat kasar. Inovasi ini dipimpin oleh Dr.Ir.Hijriah, S.T.,M.T. bersama tim Dr.Eng. Ir. Arief Hidayat, S.T., M.T. dan Dr.Eng. Fakhruddin, S.T.,M.Eng.
Inovasi ini menjadi solusi alternatif atas keterbatasan material alam sekaligus mendorong pemanfaatan limbah industri secara produktif dan ramah lingkungan.
Slag nikel merupakan produk samping industri pengolahan nikel yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Melalui pendekatan rekayasa material, slag nikel diolah sebagai pengganti sebagian agregat kasar dalam campuran beton mutu tinggi dengan target kuat tekan f’c 42 MPa.
Prototype ini dikembangkan untuk:
Penelitian dilakukan melalui serangkaian pengujian laboratorium, mulai dari karakterisasi material, variasi campuran slag nikel (0%, 25%, 50%, dan 75%), hingga uji kuat tekan beton umur 28 hari dan uji toksisitas.
Slag nikel yang digunakan berasal dari Morowali, Sulawesi Tengah. Hasil pengujian menunjukkan bahwa material ini memiliki:
Secara kimia, slag nikel didominasi oleh unsur besi (Fe) dan silika (SiO₂) yang berkontribusi positif terhadap proses hidrasi beton.
Untuk 1 m³ beton mutu tinggi, komposisinya meliputi:
Hasil uji slump menunjukkan semua variasi masih dalam rentang standar 80–120 mm, artinya beton tetap mudah dikerjakan tanpa mengorbankan kekuatannya.
Pengujian kuat tekan umur 28 hari menunjukkan hasil yang menarik:
Variasi terbaik ada di angka 50%. Pada komposisi ini, beton menjadi lebih padat dan kuat karena slag nikel mampu mengisi rongga antar agregat dengan lebih efektif.
Namun saat komposisinya terlalu tinggi (75%), distribusi agregat menjadi kurang optimal sehingga justru menurunkan kekuatan beton.
Inovasi ini membuka peluang besar untuk:
Prototype beton berbasis slag nikel ini menjadi bukti nyata komitmen Institut Teknologi Kalimantan dalam menghadirkan riset yang aplikatif, inovatif, dan berdampak langsung bagi pembangunan nasional.
ReGen Talks ITK Mengajar: Belajar Cerdas untuk Masa Depan Gemilang
Komunitas ITK Mengajar kembali menghadirkan program inspiratif ReGen Talks (Regeneration Talks) untuk semua sobat pendidikan
Jadwal PMB 2026 Dibuka: Ini Rincian Jalur Masuk ke Institut Teknologi Kalimantan
Rincian Jalur Masuk ke Institut Teknologi Kalimantan
Analisis Rasio Peminat dan Daya Tampung pada 9 Program Studi ITK