ITK Tuan Rumah Konsolidasi BEM Regional Kaltim dan Kalsel

Kursi Roda Tangan Untuk Annisa
11/01/2017
Berita Gembira dari Jakarta
12/01/2017
Tunjukkan semua

ITK Tuan Rumah Konsolidasi BEM Regional Kaltim dan Kalsel

ITK News Office │ Kegiatan Mahasiswa

Balikpapan – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari perguruan tinggi di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan melakukan pertemuan selama tiga hari mulai Kamis hingga Sabtu, 5-7 Januari 2017. Acara yang digelar di Kampus ITK, Balikpapan ini dibuka oleh Presiden BEM ITK “Kabinet”, Iqbal Noverio.

Iqbal mengatakan Konsolidasi Wilayah BEM Regional Kaltimsel ini bertujuan menjaring aspirasi, menentukan masalah utama yang dihadapi masyarakat Kaltim dan Kalsel. “Hasil konsolidasi ini akan kami sampaikan pada Musyarawarah Nasional ke-10 BEM Seluruh Indonesia di Universitas Mulawarman, 23 sampai 29 Januari 2017 mendatang,” kata ujarnya.

Menurut Iqbal, konsolidasi wilayah dan musyawarah nasional BEM adalah upaya untuk membangun basis pergerakan mahasiswa yang bisa bermanfaat bagi masyarakat dan negara. “Kami berdiskusi, berbagi gagasan, mengumpulkan aspirasi dari setiap daerah dari seluruh Indonesia. Nantinya akan kami sampaikan ke pemerintah, baik melalui tatap muka maupun aksi massa di ruang publik,” kata Iqbal yang baru menjabat sebagai presiden Kabinet pada 22 Desember 2016 lalu.

Acara tiga hari tersebut dihadiri perwakilan BEM dari beberapa universitas, antara lain dari Universitas Mulawarman yang merupakan koordinator BEM SI Regional Kaltimsel, STIKES Muhammadiyah Samarinda, Politeknik Negeri Samarinda, UNISKA MAB Banjarmasin, Politeknik Negeri Balikpapan, dan STIA Tabalong.

Norman Iswayudi, Presiden BEM Unmul mengatakan organisasi mahasiswa di Kalimantan harus lebih banyak berkiprah untuk kemajuan bangsa. “Kita tidak boleh kalah semangat dengan rekan-rekan kita di Pulau Jawa,” kata Norman.

Wakil Rektor Bidang Akademik ITK turut menyambut para delegasi mahasiswa tersebut. Dia berpesan agar pergerakan mahasiswa harus lebih peka terhadap kondisi sosial masyarakat. Mahasiswa perlu mengamati kebutuhan apa kebutuha masyarakat saat ini.

“Kita semua bekerja membangun bangsa. Kalianlah penerus negeri ini. Kalau kalian tidak siap, apakah kalian rela negara ini dijalankan orang asing? Karena itu persiapkan diri dari sekarang,” kata Subchan.

Iqbal menambahkan, BEM ITK sendiri baru bergabung dengan wadah BEM SI setahun lalu, dan ingin mengenalkan ITK melalui partisipasi dalam kegiatan-kegiatan nasional.

Di saat rekan-rekannya liburan, Iqbal memilih aktif mengikuti kegiatan mahasiswa. Terlebih setelah ia terpilih sebagai presiden BEM ITK “Kabinet” pada akhir Desember 2016 lalu. Mahasiswa Teknik Sipil ini mempunyai visi selama kepemimpinannya setahun ke depan, ingin menyatukan mahasiswa dari berbagai latar belakang.

“Hubungan kekeluargaan antar mahasiswa ITK harus lebih erat, meskipun aktif di organisasi yang berbeda seperti kerohanian, badan semi otonom, unit kreatifitas mahasiswa, dan lainnya.

“Kami ingin perbedaan latar belakang itu untuk saling melengkapi, bukannya malah memecah. Harus bersatu, membaur dan ingat akan identitas kita sebagai mahasiswa ITK yang mempunyai satu visi besar: membangun Kalimantan dan Indonesia,” ujar Iqbal penuh semangat. Karena visi inilah Iqbal menamakan susunan kabinetnya “Kabinet Integrasi. SPECTA!.”

-end-

Ridho Jun Prasetyo │ Humas ITK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *