BALIKPAPAN – Belum terbangunnya akses pendekat Institut Teknologi Kalimantan (ITK) menjadi masalah utama. Pasalnya, jaringan listrik dan air tak bisa dibangun, sebelum jalan pendekat tersedia. 
ITK sudah beroperasi sejak Agustus lalu, namun listrik tersedia dari distribusi generator set (genset). Sementara air dipasok dari mobil tangki PDAM Balikpapan. Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak memastikan, kampus yang berlokasi di Karang Joang ini dibangun secara bertahap.
Menurutnya, memerlukan waktu yang tidak sebentar untuk mendapat infrastruktur yang sempurna. “Ini merupakan pembangunan bertahap, tidak bisa sekaligus. Sekarang kampus sedang kami bangun, tidak bisa instan (listrik dan air ada),” katanya setelah upacara peringatan HUT ke-70 TNI di Lapangan Merdeka, Senin (5/10).
Faroek mengatakan, infrastruktur listrik dan air akan masuk jika pembangunan gedung akademik dari kampus yang digadang-gadang menjadi yang terbesar di Asia Tenggara ini sudah selesai. Begitu juga dengan akses pendekatnya. “Bangunan gedung jadi, air baru masuk. Apalagi Balikpapan ‘kan susah air, listrik juga. Ini semua perlu proses,” paparnya.
Diketahui, Pemkot Balikpapan saat ini fokus menyusun detail engineering design (DED) pembangunan jalan masuk ITK lewat Km 15. Rencana awal untuk membangun jalan masuk lewat Km 13 batal, karena pemilik lahan tak bersedia lahannya dibebaskan. Padahal, sudah ada kontraktor pemenang untuk konstruksi proyek tersebut.
Jalan masuk ITK dialihkan melalui Km 15. Warga sudah bersedia lahannya dibuka untuk jalan masuk selebar 7 meter. Namun pemkot berharap lebarnya bisa 9-10 meter. Saat ini negosiasi tengah dilakukan dengan difasilitasi RT setempat. Bila jalan pendekat itu klir, maka PLN bisa membangun jaringan listrik dan PDAM menyediakan jaringan air.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *