Konferensi Internasional Tingkatkan Pengaruh Perguruan Tinggi

Besaran Beasiswa Bidik Misi di Kaltim Akan Ditingkatkan
22/09/2016
Rangkaian Acara Dies Natalis Ke-2 ITK
26/09/2016
Tunjukkan semua

Konferensi Internasional Tingkatkan Pengaruh Perguruan Tinggi

Balikpapan – Salah satu cara efektif mengangkat derajat perguruan tinggi di level internasional adalah dengan menyelenggarakan konferensi internasional yang terindeks. Layaknya penyelenggaraan olimpiade yang mendongkrak pertumbuhan ekonomi suatu negara, konferensi internasional juga demikian. Ia akan menjadi lokomotif percepatan kemajuan dan pembangunan perguruan tinggi yang menyelenggarakan.

“Ini cocok bagi Institut Teknologi Kalimantan (ITK) sebagai PTN baru yang bertugas meningkatkan kualitas SDM bagi kawasan Indonesia bagian timur,”ujar Hendro Nurhadi, Dosen Teknik Mesin ITS yang menjadi narasumber utama dalam workshop yang diadakan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) ITK, di Kampus ITK, Sabtu, 24 September 2016.

Pakar robotika itu lebih lanjut memaparkan empat tahap menyelenggarakan konferensi internasional. Pertama adalah Tahap Persiapan. Penyelenggara harus menentukan cakupan konferensi, kandidat publisher atau penerbit, hingga sistem layanan pengatur konferensi. “Bisa jadi peserta akan membludak jika cakupannya terlalu luas. Tapi peluangnya akan semakin sulit untuk mencari publisher yang akan menerbitkan makalah peserta konferensi itu,” kata Hendro.

Tahap kedua adalah Pra-Konferensi yang melihat ketersediaan dana untuk penyelenggaraan, menentukan susunan kepanitiaan, waktu, tempat acara, format, fitur acara tambahan, penentuan reviewer makalah, keynote speaker, hingga publikasi.

Ketika konferensi internasional berlangsung misalnya, panitia harus konsisten menggunakan Bahasa Inggris di setiap sesi, ketepatan waktu, dan kesekretariatan yang perannya sangat penting. “Penyelenggaraan pertama akan menjadi tolak ukur yang dinilai peserta, apakah mereka akan mengikuti acara ini tahun berikutnya,” kata Hendro.

“Tahapan yang harus disoroti adalah paska-konferensi, di mana panitia menentukan format makalah, hak cipta, hingga memastikan semua makalah peserta dikirimkan dan diunggah oleh organisasi penstandar-pengindeks konferensi internasional,” katanya.

Hendro diundang karena keberhasilannya memimpin sebuah konferensi internasional yang diselenggarakan ITS Surabaya pada 2015 yang lalu, ICAMIMIA (International Conference on Advanced Mechatronics,Intelligent Manufacture And Industrial Automation). Workshop ini dihadiri oleh 30 peserta yang terdiri dari dosen dan tenaga kependidikan.

img_5446-copy

Ketua LPPM ITK, Subchan mengatakan workshop ini ditujukan untuk mengenalkan seluk beluk penyelenggaraan konferensi internasional.

“Selain untuk menyalurkan Tri Dharma perguruan tinggi bagi para dosen, konferensi internasional di ITK juga akan menggeliatkan atmosfir penelitian di Kalimantan,” ujar Wakil Rektor Bidang Akademik ini.

Menurutnya dalam waktu dekat, ITK akan mengadakan konferensi internasional di Balikpapan. “ITK harus tancap gas, menyejajarkan dirinya dengan universitas terkemuka di Asia.”
(Humas ITK/RJP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *