Balikpapan – Intitut Teknologi Kalimantan menjadi salah satu perguruan tinggi di Kalimantan yang menjadi delegasi pada Road to COP-26. Pada Road to COP-26 diwakili oleh Muhammad Iqbal Sugiharto mahasiswa program studi Teknik Elektro dibawah bimbingan ibu Happy Aprillia, S.ST., M.T., M.Eng., P.hd. Kegiatan ini dilatar belakangi karena akan menjelang COP-26, pada kegiatan COP-26 nantinya Inggris bekerja dengan setiap negara untuk mencapai kesepakatan tentang cara mengatasi perubahan iklim. Para pemimpin dunia akan tiba di Skotlandia, bersama puluhan ribu negosiator, pemerintah, dan warga negara untuk pembicaraan selama dua belas hari. Road to COP-26 merupakan wadah bagi pemuda Indonesia untuk menambah kontribusi berupa aspirasi atau pengalaman dalam mendukung aksi pencegahan perubahan iklim yang kemudian dapat menjadi dokumen kontribusi pemuda Indonesia di Leading Climate Actions Together Pavilion di COP-26.

Gambar Presentasi Perwakilan ITK

Pada kegiatan road to COP-26, ITK yang diwakili Iqbal menyampaikan mengenai SRE ITK. SRE ITK atau Society of Renewable Energy berdiri sejak tanggal 24 Januari 2021. SRE ITK Berkolaborasi untuk menjadi tonggak utama serta pioneer untuk menyebarluaskan terkait pengimplementasi EBT di Pulau Kalimantan bersama 60 members dan 29 Staff berasal dari 12 Program studi yang berbeda di Institut Teknologi Kalimantan. Balikpapan terdapat 23 Perusahaan BUMN, 2 organisasi bergerak di bidang EBT, dan 2 developer PLTS. Dalam mencapai visi misi SRE ITK dan untuk mencapai target bauran Indonesia 23% pada tahun 2025 , terdapat program unggulan seperti bekerjasama dengan Abadan co id, yang merupakan suatu usaha Waste Management Company dimana telah bekerjasama dengan Pertamina untuk meningkatkan pengolahan barang bekas seperti plastic dan minyak jelantah sehingga dapat digunakan kembali hingga menjadi energy. saat itu SRE ITK berkesempatan untuk belajar pembuatan bio fuel dari minyak jelantah. DSSC Program pembuatan panel surya dari bahan organik seperti Kulit buah naga untuk mendapatkan nilai efisiensi yang baik dengan menggunakan barang organic yang sudah tidak digunakan lagi. ITK Neon yaitu event nasional dengan rangkaian kegiatan seperti webinar dan competition renewable energy sector. Selanjutnya Bina Desa yaitu untuk membantu desa yang masih belum mendapatkan prioritas listrik di Balikpapan Utara. Serta yang terakhir yaitu “Serasi kegiatan SRE ITK” kegiatan ini untuk berkunjung ke perusahaan yang telah mengimplementasikan renewable energy.

Pada kesempatan ini Iqbal mengungkapkan rasa terimakasih kepada Menteri BUMN Bapak Erick Tohir beserta jajaran, President Director Pertamina Ibu Nicke Widyawati beserta jajaran, Director Rakyat Merdeka Bapak Kiki Iswara, serta teman-teman SRE Nasional yang telah memberikan kesempatan kepada Institut Teknologi Kalimantan, untuk menyuarakan terkait aspirasi mengenai EBT. Rakyat merdeka memiliki peran penting terhadap penyebaran informasi ke masyarakat Indonesia. “Dengan adanya Road to COP26 adalah momentum yang pas untuk menyatukan pola pikir dari beragam latar belakang, potensi, serta tantangan terkait perkembangan EBT di Indonesia. Besar harapan kami untuk turut membantu mengurangi emisi karbon dan mempercepat bauran EBT mulai dari sekala kampus hingga pulau Kalimantan serta Indonesia nantinya. Memaksimalkan Potensi EBT bersama seluruh stakeholders civitas akademika ITK, Masyarakat, serta Perusahaan BUMN saling bersinergis guna mempercepat bauran EBT 23% pada tahun 2025. Satu kata yang mempersatukan kita SPECTA untuk sang pencipta dan bumi etam” tutup Iqbal.

#KampusMerdeka

Humas Intitut Teknologi Kalimantan

Bagikan Yuk :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •