Majukan Perguruan Tinggi Negeri Baru, Perpusnas RI Gandeng ITK

Pengumuman LTMPT Terkait SNMPTN, UTBK Gelombang 1, dan 2 Tahun 2019
18/03/2019
Info Loker: Adira Insurance New Talent Program
21/03/2019
Tunjukkan semua

Majukan Perguruan Tinggi Negeri Baru, Perpusnas RI Gandeng ITK

ITK News I Perpustakaan

Jakarta – Rektor Institut Teknologi Kalimantan, Prof. Ir. Budi Santosa, Ph.D menandatangi Nota Kesepahaman dengan Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Muhammad Syarif Bando, pada Kamis, 14 Maret 2019 di Jakarta. Kerja sama ini merupakan bagian dari agenda besar Perpusnas RI dalam memajukan kualitas SDM Indonesia melalui peningkatan budaya literasi, termasuk dengan pengembangan perpustakaan di perguruan tinggi negeri baru (PTNB).

 

“Ini untuk pertama kalinya Rapat Koordinasi Nasional Bidang Perpustakaan mampu menghadirkan 3000 peserta dari para pustakawan dan pegiat literasi. Semoga memberikan dampak positif bagi kemajuan perpustakaan dan semakin menggaungkan gerakan literasi hingga ke polosok negeri,” ujar Syarif Bando pada acara yang berlangsung dari 13 sampai 16 Maret 2019 di Hotel Bidakara, Jakarta. Menghadirkan Menteri Dalam Negeri, perwakilan dari Kemenkeu, Bappenas, Komisi X DPR RI, Duta Baca Najwa Shihab, pers, perwakilan PTN, dan komunitas literasi.

 

Rektor ITK, Prof. Ir. Budi Santosa sangat mengapresiasi inisiasi Perpusnas RI tersebut. Menurut Prof. Budi, pembinaan langsung Perpusnas RI kepada Perpustakaan ITK, tentunya akan sangat membantu peran ITK, sebagai PTNB yang didirikan pemerintah pada 2014, meningkatkan kualitas SDM khususnya di Kalimantan, dan wilayah timur Indonesia.

 

“Akses secara online dan gratis oleh mahasiswa dan dosen-dosen ITK terhadap jurnal-jurnal internasional yang notabene sangat mahal yang dilanggan Perpusnas RI akan sangat membantu dalam perkuliahan, Tugas Akhir, dan penelitian. Selain itu sistem digital library yang diterapkan Perpustakaan ITK juga bersumber dari Perpusnas dengan sistem yang telah terintegrasi. Ini sesuatu yang sangat baik,” kata Prof. Budi ketika ditemui di ruang kerjanya.

 

Dalam naskah kesepakatan terdapat tujuh ruang lingkup kesepakatan meliputi:

  1. Pengembangan sumber daya manusia bidang perpustakaan;
  2. Pengembangan dan pemanfaatan aplikasi otomasi perpustakaan inliste;
  3. Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di bidang perpusdokinfo dan perluasan jejaring perpustakaan melalui pengembangan pangkalan data dan repository digital: Indonesia One Search (IOS), iPusnas, dan publikasi ilmiah;
  4. Pengembangan dan pemanfaatan bersama koleksi perpustakaan;
  5. Pertemuan ilmiah, penelitian, dan publikasi bersama dalam bidang perpustakaan;
  6. Penghimpunan dan pelestarian Karya Cetak Karya Rekam (KCKR); dan
  7. Pelaksanaan promosi perpustakaan dan pengembangan budaya baca.

 

Pustakawan ITK yang turut hadir mendampingi Rektor ITK pada acara tersebut, Didik Kiswoyo, A.Md., S.Pd. berterima kasih kepada Perpustakaan Nasional RI yang telah mengajak ITK, menjadi pembina dan mendorong kemajuan perpustakaan ITK yang didirikan pada 2015.

 

“Acaranya sangat bagus. Pemerintah sangat mendukung perpustakaan sebagai pusat layanan literasi publik,” ujar Didik yang sehari-hari bertugas memberikan layanan pustaka bagi civitas akademika ITK.

 

Menurut Didik, meski ruangan perpustakaan yang ada masih terbatas, layanan yang diberikan pengurus perpustakaan sudah optimal, seperti telah dilakukannya digitalisasi bahan pustaka yang dapat diakses civitas akademika ITK pada laman digilib.itk.ac.id. Perpustakaan ITK juga telah bermitra dengan Bank Indonesia Balikpapan dengan adanya BI Corner di salah satu pojok ruangan dengan koleksi buku yang beragam. Tingkat kunjungan perpustakaan pun cukup tinggi, yakni rata-rata 100 sampai 300 pengunjung per harinya.

 

Di antara permasalahan yang dihadapi saat ini, kata Didik, selain ruangan yang perlu diperluas mengingat jumlah mahasiswa ITK hampir mencapai 3000 orang, juga perlu diadakannya penambahan koleksi pustaka. “Idealnya setiap program studi memiliki 1500 buku, dikalikan dengan jumlah 14 prodi ITK, berarti minimal terdapat 21.000 buku atau bahan pustaka,”ujar Didik. Dia pun berharap di masa depan, semua akses literasi dapat dikelola secara terpusat oleh Perpustakaan ITK, dan masyarakat luas pun dapat menikmati layanannya.

 

Kepala Perpustakaan ITK, Ashadi Sasongko, S.Si., M.Si mengatakan bahwa sebenarnya fasilitas dan koleksi buku-buku yang ada sudah memadai sebagai sumber rujukan tugas-tugas perkuliahan mahasiswa. Ashadi lebih menyoroti pada budaya membaca mahasiswa ITK yang menurutnya belum terbentuk atau masih kurang.

 

“Mahasiswa perlu lebih pro aktif. Mereka masih kurang optimal memanfaatkan perpustakaan karena ke perpustakaan masih sebatas untuk mengerjakan tugas kuliah. Kebiasaan membaca belum membudaya, mereka bisa lebih memaksimalkan buku-buku yang tersedia untuk meningkatkan kompetensinya,” kata Ashadi yang juga Dosen Prodi Teknik Kimia ini.

 

Ashadi sangat mengapresiasi kerja sama dengan Perpusnas RI karena sebagai PTNB, Perpustakaan ITK sangat membutuhkan pembinaan.

-end-

Ridho Jun Prasetyo I Humas ITK

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *