Balikpapan – Institut Teknologi Kalimantan melalui Lomba Scientific Paper Competition Indonesia Chemical Engineering Event (I-CHALLENGE) 2022, Mahasiswa ITK Teknik Kimia berhasil meraih Juara 2. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Brawijaya bertajuk “Inovasi Teknologi pada Bidang Rekayasa Energi dan Produk Hayati dalam Mewujudkan Indonesia Emas 2045″ dari tanggal 10 Januari – 5 Maret 2022. Pada kompetensi tersebut paper dari karya mahasiswa Ikram Al Fajri (Teknik Kimia ’18) dan Rifki Ardika (Teknik Kimia ’18) Putra mengangkat judul ” Pemanfaatan Bakteri A. ferrooxidans dari Limbah Air Asam Tambang sebagai Recovery Logam Lithium dan Cobalt”.

Ide Paper Pemanfaatan Bakteri A. ferrooxidans dari Limbah Air Asam Tambang sebagai Recovery Logam Lithium dan Cobalt berawal dari sebelumnya pernah melakukan penelitian bersama dosen pembimbing yaitu Dosen Teknik Kimia Asful Hariyadi S.T., M.Eng. Kemudian tertarik mengikuti lomba ini, dimana tema dari perlombaannya sesuai dengan penelitian yang telah dilakukan.

Latar Belakang Inovasi Penggunaan baterai Li-ion semakin meningkat sebagai sumber daya yang dapat menyimpan energi dalam jumlah yang besar, akan tetapi dapat menimbulkan ancaman bahaya serius bagi lingkungan dan kesehatan karena mengandung logam berat serta senyawa kimia beracun. Kandungan lithium dan cobalt pada baterai Li-ion dapat di daur ulang dengan green technology melalui proses bioleaching dengan bantuan mikroorganisme agar memiliki efisiensi yang tinggi, biaya rendah, metode yang mudah, dan ramah lingkungan. Strain bakteri A. ferrooxidans pada proses bioleaching yang diisolasi dari air asam tambang mampu mengekstrak lithium dan cobalt pada baterai Li-ion sehingga diperoleh ion logam yang murni.

Menurut Ikram Al Fajri, dkk “Inovasi Project yang kami usulkan ialah mengisolasi strain bakteri dari potensi sumber daya alam lokal yakni kolam air asam tambang. yang mana bakteri ini digunakan untuk merecovery logam Lithium dan Cobalt dari baterai bekas. Logam Lithium dan Cobalt memiliki harga jual yang tinggi, yang mana logam ini dapat ditemukan di baterai-baterai bekas elektronik. terutama Hp dan Laptop. baterai yang mengandung banyak Lithium dan Cobalt ialah baterai Li-ion. Sehingga dapat disimpulkan bahwasannya inovasi project kami ialah memanfaatkan limbah dengan limbah.”

“Harapannya bagi teman-teman mahasiswa ITK lainnya, mungkin pertama berani mencoba dulu. Ikuti saja lomba yang sesuai bidang minat. Jangan minder duluan dengan kampus-kampus lain. Kita juga bisa bersaing kok. Yo bisa yo.”tutup Ikram.

Humas Institut Teknologi Kalimantan

#KampusMerdeka

Bagikan Yuk :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Skip to content