Meningkatkan Potensi dan Bakat Penyandang Tunagrahita Melalui Program B-Three

ITK News I Pengabdian Masyarakat

Balikpapan – Ada senyum-senyum yang lebih sumringah dari biasanya pada wajah siswa-siswi Sekolah Dasar Luar Biasa Negeri Kecamatan Balikpapan Selatan. Hari itu, Jum’at, 25 Mei 2018, mereka kedatangan rombongan mahasiswa dari Institut Teknologi Kalimantan (ITK).

 

Mereka Muhammad Kamaluddin, Rizjal Wahyu Dephari, Nur Laily Rahmania, Hariandy Firdauz, dan Alnovia Suryaningsih dengan dosen pembimbing, Dosen Teknik Lingkungan, Umi Sholikah, S.Si., M.T . Kelima mahasiswa tersebut tergabung dalam tim Program Kreativitas Mahasiswa – Pengabdian Masyarakat (PKM-M) terdanai 2017.

 

Kedatangan mereka juga disambut hangat oleh kepala sekolah, Bapak Mulyono, S.Pd., M.M. dan sejumlah guru. Program yang awalnya terbilang cukup sederhana ini berhasil mendapatkan pendanaan tingkat nasional dari Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) untuk diimplementasikan pada Sekolah Dasar Luar Biasa di Balikpapan.

 

Ruang kelas dan Aula SDLBN Balikpapan Selatan menjadi tempat yang digunakan untuk melaksanakan Program B-Three (Bermain, Belajar, dan Berbudaya). Muhammad Kamaluddin selaku ketua menjelaskan bahwa program ini tercetus karena masyarakat masih memandang sebelah mata anak penyandang Tunagrahita.

 

Padahal, setiap anak, termasuk penyandang Tunagrahita, sejatinya memiliki potensi dan bakat luar biasa, asal kita terus mengasah, dan menggali dengan sabar. Pengetahuan budaya dan kearifan lokal juga perlu ditanamkan. Terlebih lagi dengan arus modernisasi yang kian mengancam identitas dan warisan budaya lokal. Hal inilah yang membuat tim PKMM B-Three merancang program ini.

 

Program B-Three terdiri dari tiga tahap, yaitu pemberian materi, latihan terpadu, dan lomba berbasis budaya. Tim dibantu dengan relawan yang memberikan materi mengenai permainan tradisional, alat musik tradisional, dan rumah tradisional. Setelah materi selesai, tim akan memberikan latihan terpadu sesuai dengan materi yang disampaikan. Selama kegiatan, tim akan menilai kemampuan yang dimiliki siswa dengan lembar penilaian yang telah dibuat oleh tim PKMM B-Three.

 

Setelah pemberian materi dan latihan terpadu, dilanjutkan dengan acara puncak yakni lomba berbasis budaya di hari berikutnya, seperti menyusun puzzle, bermain ular tangga, dan bernyanyi lagu tradisional sebagai pengganti permainan alat musik tradisional yang saat itu tidak dapat dimainkan. Kegiatan ini bertepatan pada saat bulan Ramadhan. Sehingga dibarengi dengan buka bersama siswa dan guru serta Kepala Sekolah SDLBN Balikpapan Selatan. Tak ketinggalan, orang tua murid pun turut serta untuk mendampingi putra-putrinya.

 

“Walaupun tidak mengikuti semua kegiatan, namun saya terus memantau dan menerima laporan dari guru. Kegiatannya sangat berkesan begi guru dan anak-anak berkebutuhan khusus. Programnya disiapkan dengan perencanaan yang matang. Terjalin hubungan yang baik antara mahasiswa dan siswa. Media pembelajarannya juga kreatif dan menarik. Anak-anak dan guru menjadi lebih senang dan gembira dengan metode belajar yang tidak lazim tersebut. Semoga menjadi pengalaman yang berharga, dan kelak makin sukses,” kata Mulyono, Kepala Sekolah SDLBN, Kecamatan Balikpapan Selatan.

 

Relawan yang hadir juga merasakan pengalaman baru yang menyenangkan. “Rasanya luar biasa. Saya justru banyak belajar dari antusiasme dan semangat mereka,” ungkap Rochim, mahasiswa Teknik Elektro angkatan 2017.

 

Acara diakhiri dengan buka bersama dan ditutup dengan foto bersama tim B-Three dan siswa SDLN Balikpapan Selatan serta orang tua dan guru.

-end-

Judul Asli:

Melestarikan dan Mengenalkan Nilai Budaya serta  Kearifan Lokal Indonesia kepada Siswa Tunagrahita di SLBN Balikapapan Melalui Program B-Three

Penulis: Tim PKM-M B-Three

Editor: Ridho Jun Prasetyo I Humas ITK

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *