Balikpapan – Institut Teknologi Kalimantan pada (13/10/2021) telah melaksanakan Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SEPAKAT) kegiatan ini diselenggarakan oleh LPPM ITK. Kegiatan yang berlangsung mengusung tema “Implementasi IPTEK dalam Menginisiasi Masyarakat Mandiri di Era Pandemi Covid-19” . Kegiatan SEPAKAT ITK dilakukan setiap dua tahun sekali yang mana sebagai media dan wadah untuk melakukan pertemuan ilmiah dari hasil pengabdian dan penelitian dapat bertukar pikiran serta berkolaborasi untuk membangun lingkungan sekitar masing-masing. “Situasi sekarang dunia sedang mengalami pandemi Covid-19 untuk itu perlu adanya partisipasi dan kontribusi dari praktisi ataupun akademisi untuk menghadapi pandemi yang yang melanda khususnya di Indonesia, dibutuhkan inovasi dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi” tutur Annisa Rahmita Soemarsono, S.Si, M.Si selaku Ketua Panitia SEPAKAT 2021 pada sambutannya. Serta menurut Dr. Moch. Purwanto selaku Ketua LPPM ITK berharap melalui kegiatan ini segala karya dapat secara langsung bermanfaat dan menjadi bagian dalam rangka mendukung IKU. Pada kesempatan tersebut langsung dibuka oleh Rektor ITK Prof. Ir. Budi Santosa, M.Sc., Ph.D dan pada kesempatan pembukaan rektor ITK berpesan agar kegiatan ini dapat bermanfaat kedepannya untuk Indonesia.

SDGs menjadi dokumen perencanaan pembangunan negara dalam kerangka penyusunan tentunya harus mempertimbangkan berbagai pendekatan strategis disegala bidang. Pada SEPAKAT kali ini ITK mendapatkan kesempatan bapak Ir. Razali, MSi selaku Plt Kepala Badan Pengembangan dan Informasi Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi menyampaikan materi paparannya tentang SDGs Desa. SDGs Desa merupakan suatu rencana aksi global yang disepakati para pemimpin dunia, termasuk Indonesia guna mengakhiri kemiskinan, mengurangi kesenjangan dan melindungi Lingkungan. SDGs Desa adalah role model untuk Pembangunan Berkelanjutan. Tentunya kebijakan SDGs Desa sesuai arahan Presiden Joko Widodo pada 22 Oktober 2019. “No One Left Behind” Tidak ada warga desa yang tertinggal, adalah tagline dari arahan tersebut. Selain itu ada pemaparan materi dari Head CSR Pertamina Hulu Mahakam yaitu bapak Frans yang membahas terkait wilayah kerja mahakam. Total pada program pengembangan masyarakat yang dilakukan sebanyak 10 bidang. Salah satunya ialah Bumdes sebagai penggerak pengelola dasar desa. Kemudian bapak Abdullah Azwar Anas, S.Pd., S.S., M.Si selaku Bupati Banyuwangi yang menyampaikan terkait prioritas pembangunan daerah, pada prioritas tersebut dapat dengan menggunakan skala prioritas yang kemudian konsep ecotourism. Mengambangkan potensi-potensi yang ada. Tidak banyak mengubah alam namun hanya bersinergi dengan alam.

Humas Institut Teknologi Kalimantan

Bagikan Yuk :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •