Peduli Bumi, Sebuah Pengabdian Masyarakat Prodi Teknik Kelautan ITK

ITK News I Pengabdian Masyarakat

 

Balikpapan – Minggu, 21 April 2019, Program Studi Teknik Kelautan melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat berupa kegiatan bersih pantai yang berlokasi di Pantai Auri, Sepinggan. Kegiatan ini dihadiri oleh dosen dan mahasiswa, mulai pukul 07.00 hingga 12.00 WITA.

 

Mahasiswa dan dosen berfoto bersama sebelum turun ke pantai untuk kegiatan “clean up the beach

 

Pada pukul 07.00 pagi, kondisi air masih pasang, air baru surut pada pukul 08.00 dan kegiatan bersih pantai baru mulai dilaksanakan pada pukul 08.00 pagi.

Sampah yang menumpuk di pinggir pantai dengan ketebalan sampah yang cukup tinggi. Sampah yang mendominasi adalah sampah plastik dan kain.

Pada saat bersih-bersih pantai sedang dilaksanakan, beberapa warga di sekitar pantai Auri, ikut turun ke pantai untuk membersihkan pantai.

Warga sekitar Pantai Auri yang juga ikut turun ke pantai untuk bersih-bersih pantai

Dosen dan mahasiswa bahu membahu untuk membersihkan sampah khususnya sampah plastik di pantai.

Ketika sampah-sampah ini sudah diwadahi kantong plastik besar, kemudian diangkut ke atas mobil pick up ITK dan ketika sudah penuh dibawa ke TPA Manggar yang lokasinya dekat dengan tempat bersih-bersih pantai.

Pada pukul 12.00 ketika kegiatan bersih-bersih sudah selesai dilaksanakan dan semua kantong sampah sudah diantarkan ke TPA Manggar, peserta pengabdian masyarakat istirahat makan snack sembari sharing dan evaluasi mengenai kegiatan pengmas ini.

 

Hasil sharing bersama dosen dan mahasiswa adalah sebagai berikut:

  1. Civitas akademika Teknik Kelautan ITK berkomitmen untuk berusaha menjaga kebersihan lingkungan dari sampah.
  2. Beach Cleaning merupakan kegiatan positif namun merupakan solusi jangka pendek. Diperlukan solusi jangka panjangnya. Beberapa hal sederhana yang bisa dilakukan seperti pada saat liburan, perlu membawa tempat untuk mengumpulkan sampah. Kegiatan beach cleaning dilakukan secara rutin tiap semester (minimal 1x), Mengajak warga disekitar pantai juga melaksanakan bersih-bersih, mengadakan kegiatan Sabtu bersih di kontrakan/kost mahasiswa masing-masing.
  3. Perlu adanya solusi jangka panjang seperti memberikan edukasi kepada segenap lapisan masyarakat seperti pedagang di pasar, anak sekolah dan lainnya. Menerapkan peran dan fungsi mahasiswa mulai dari hal yang sederhana. Sebagai contoh tutup botol minuman setelah dihabiskan, dipasang kembali dan botol juga diremas,
  4. Mahasiswa mulai mengumpulkan spanduk bekas yang nantinya akan diubah menjadi kantong belanja ke pasar sebagai pengganti kantong plastik.

 

“Ketebalan sampah cukup tinggi, karena dua hari sebelumnya, pada Jumat,19 April 2019, merupakan bulan purnama sehingga ketinggian air pasang lebih tinggi dibandingkan hari biasanya. Kebersihan pantai tidak sampai 100 persen karena keterbatasan waktu dan tenaga, di mana tim pengabdian masyarakat ini hanya 25 orang. Kami, dosen dan mahasiswa Institut Teknologi Kalimantan, berkomitmen untuk melaksanakan kegiatan bersih pantai ini secara rutin. Karena kami menyadari, sampah menjadi salah satu permasalahan utama di Indonesia,” kata Luh Putri Adnyani, selaku Koordinator Program Studi Teknik Kelautan yang turut hadir pada saat kegiatan bersih-bersih pantai ini.

 

Luh melanjutkan, timnya juga menyebarkan google form kepada masyarakat sekitar Pantai Auri untuk mencari tahu asal usul dan berusaha mencari akar permasalahan sampah ini, sembari mengedukasi masyarakat secara personal (one by one) yang dilakukan oleh mahasiswa.

 

“Kegiatan bersih pantai mungkin hanya solusi sesaat, namun kami berusaha untuk mencari solusi jangka panjangnya melalui edukasi ke masyarakat. Saat ini mahasiswa yang turun ke jalan untuk menanyai warga, juga memberikan tas kain ke warga khususnya ibu-ibu, sehingga bisa menjadi pengganti kantong plastik,” ujarnya.

-end-

Penulis: Luh Putri Adnyani untuk Humas ITK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *