Balikpapan – Institut Teknologi Kalimantan (ITK) menghadirkan inovasi teknologi energi terbarukan berupa kapal terapung penghasil energi angin atau Mobile Floating Structure (MFS). Teknologi ini dikembangkan oleh Ir. M. Uswah Pawara, ST., M.Sus.Sci dan Dr.Eng. Ir. Faisal Mahmuddin, ST., M.Inf.Tech., M.Eng, sebagai solusi pemanfaatan energi angin laut Indonesia yang melimpah untuk menghasilkan listrik ramah lingkungan.
Konsep MFS ini berangkat dari tantangan nasional terhadap kebutuhan energi yang terus meningkat, sementara ketergantungan terhadap bahan bakar fosil masih tinggi. Di sisi lain, potensi energi angin laut di Indonesia belum dimanfaatkan secara optimal. Dengan lebih dari 17.000 pulau, Indonesia memiliki garis pantai yang sangat luas dan berpotensi menjadi sumber energi bersih masa depan.
Berbeda dengan turbin angin konvensional yang bersifat tetap di darat maupun di laut, MFS dirancang dalam bentuk kapal katamaran yang dapat berpindah mencari lokasi dengan potensi angin terbaik. Mobilitas ini memungkinkan kapal untuk mengikuti perubahan arah dan kekuatan angin sesuai musim, sehingga energi yang dihasilkan dapat tetap optimal sepanjang tahun.
Menurut hasil penelitian dari Ir. M. Uswah Pawara dan Dr.Eng. Ir. Faisal Mahmuddin, MFS dengan empat turbin angin mampu menghasilkan daya hingga 1.242 kW pada puncak musim angin, khususnya di bulan Juli. Wilayah perairan sekitar Sulawesi dan Maluku menjadi lokasi potensial utama dengan kepadatan energi angin mencapai 40–260 W/m².
Selain mendukung transisi menuju energi bersih, teknologi MFS juga berpotensi membuka peluang ekonomi baru di bidang perkapalan, pemeliharaan turbin, dan industri energi terbarukan. Kehadiran sistem ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi nasional, khususnya di wilayah maritim Indonesia yang memiliki sumber daya alam melimpah.
Hasil simulasi menunjukkan bahwa MFS mampu menghasilkan produksi energi hingga 29.800 kWh per bulan, membuktikan potensi besar energi angin laut dalam mendukung kemandirian energi di masa depan.
Melalui inovasi ini, ITK menunjukkan komitmennya dalam berkontribusi terhadap pengembangan energi biru yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Kapal terapung penghasil energi angin ini diharapkan dapat menjadi langkah strategis menuju kemandirian energi Indonesia, sekaligus menjadi ikon baru inovasi maritim yang memanfaatkan kekuatan alam Nusantara.
Pengumuman Penerima Program Gratispol Tahap 1 bagi Mahasiswa Angkatan 2022–2024
Pengumuman Penerima Program Gratispol
Persaingan SNPMB 2026 di Jurusan Teknologi Industri : Membaca Peluang Prodi Teknik Berbasis Data
Persaingan SNPMB 2026 di Jurusan Teknologi Industri
Dari Perencanaan Wilayah ke Strategi Media Sosial Nasional: Jalan Karier Tak Terduga Reynaldi Yudha
The Ex-Story Reynaldi Yudha, alumni Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) angkatan 2017