Pengabdian kepada Masyarakat Prodi Fisika Institut Teknologi Kalimantan 16 Juli 2020 di SDN 008 Balikpapan Utara

by | Jul 23, 2020 | Berita-ITK

Pandemi covid-19 berdampak sangat besar terhadap semua aspek kehidupam manusia saat ini, salah satunya dalam aspek pendidikan. Jumlah orang yang terinveksi virus corono dari hari-kehari belum memperlihatkan angka penurunan secara signifikan, dan justru sebaliknya jumlah pasien terdampak covid kian meningkat. Dikutip dari laman kompas.com grafik perkembangan Covid-19 menunjukkan tren Nasional masyarakat terdampak covid semakin meningkat sejak kasus ini pertama kali diumumkan hingga bulan Juli 2020

Berangkat dari hal tersebut, pemerintah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk memutus mata rantai penyebaran Ccovid-19, salah satunya melakukan physical distancing dengan berkerja dari rumah (WHF). Kebijakan ini juga diterapkan dalam lingkungan kementerian pendidikan dan kebudayaan, yakni sekolah-sekolah yang berada pada zona hitam, merah, dan oranye agar meniadakan kelas tatap muka dan melaksanaan kegiatan belajar mengajar secara daring. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim telah menginstruksikan melalui surat edaran nomor 4 tahun 2020 tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat penyebaran Covid-19, terutama pada poin 2 yang membahas ketentuan proses belajar dari rumah. Hal ini menegaskan betapa pentingnya  kebijakan pendidikan dalam masa pandemi Covid-19 ini untuk diterapkan demi keselamatan bersama, baik para guru, peserta didik, maupun masyakarat di lingkungan sekolah.

Dalam hal pelaksanaan kebijakan yang tergolong mendadak ini tentu membutuhkan waktu agar pendidik dan peserta didik dapat beradaptasi dengan kebiasaan baru ini. Dampak pengalihan sistem dari tatap muka menjadi daring pada proses belajar mengajar begitu terasa di setiap tingkat satuan Pendidikan. Dalam penerapannya, salah satu masalah yang dihadapi yakni keterbatasan guru dalam mengelola pembelajaran secara daring karena belum mendapatkan pelatihan atau memiliki pengalaman penggunaan media elektronik. Akibatnya, sebagian besar proses belajar jarak jauh masih menerapkan sistem semi-manual, yakni siswa masih harus ke sekolah mengambil dan mengumpulkan tugas secara langsung, sementara pembelajaran daring dilakukan menggunakan aplikasi chat WhatsApp (WA), bukan menggunakan sistem pengelolaan kelas daring. Kondisi yang sama juga dialami oleh Guru-guru di SDN 008 Balikapapan Utara. Oleh karena itu, LPPM ITK melalui prodi Fisika melakukan kegiatan pengabdian masyarakat di SDN 008 Balikpapan berupa “Sosialisasi Pembelajaran Daring”.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada guru dan siswa mengenai beberapa media pembelajaran daring yang dapat digunakan melakukan kegiatan belajar mengajar jarak jauh. Google Classroom merupakan media pengelolaan kelas daring yang gratis dan dapat digunakan oleh para guru dan siswa sebagai sarana interaksi virtual seperti layaknya di dalam kelas. Keunggulan Google Classroom dibandingkan sistem pengelolaan kelas daring lainnya adalah tampilan user interface yang mudah dipahami, baik dari sisi guru sebagai pengelola kelas maupun siswa sebagai peserta belajar. Pelatihan dan pendampingan dilakukan oleh tim dosen beserta mahasiswa dari prodi Fisika ITK kepada para guru, mulai dari cara membuat akun dan kelas di Google Classroom, menyajikan materi kepada peserta didik, memberikan penugasan secara daring, memberikan feedback terhadap hasil pekerjaan siswa, serta  melakukan evaluasi hasil belajar siswa. Selain itu, tim dosen dan mahasiswa prodi Fisika ITK juga melakukan pendampingan kepada para siswa secara langsung terkait teknis penggunaan Google Classroom dan media interaksi virtual Google Meets. Harapannya, kegiatan ini dapat membantu guru dalam mengelola kelas untuk pembelajaran jarak jauh sesuai dengan arahan Mendikbud, dan siswa dalam melaksanakan proses belajar secara lancar tanpa harus menurunkan standard pembelajaran yang diwajibkan untuk setiap tingkat satuan pendidikan.

Tim Humas

Bagikan Yuk :
Skip to content