Pada tanggal 18 Februari 2025, PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menggelar kegiatan sosialisasi mengenai penanggulangan dan pencegahan HIV/AIDS dan Tuberkulosis (TB), yang dihadiri langsung oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum Institut Teknologi Kalimantan (ITK), serta sivitas akademika lainnya. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang pentingnya upaya pencegahan serta penanganan dua penyakit yang sangat mempengaruhi kesehatan masyarakat ini.
Acara dibuka dengan sambutan hangat dari perwakilan Junior Officer II Service Medical, Dr. Khairunnisa, yang mengungkapkan betapa pentingnya kolaborasi antara dunia industri, kampus, dan masyarakat untuk bersama-sama mengedukasi dan mencegah penyebaran penyakit-penyakit tersebut. "Kegiatan seperti ini sangat penting untuk menambah wawasan kita dalam memahami dan mengatasi tantangan kesehatan global yang kita hadapi," ujar Dr. Khairunnisa dalam sambutannya.
Selanjutnya, acara sosialisasi ini memasuki sesi inti yang diisi oleh pemateri utama, Dr. Bintang Warastuti. Dengan pembawaan yang santai dan interaktif, Dr. Bintang menjelaskan berbagai hal mengenai Tuberkulosis (TB) dan HIV/AIDS, mulai dari gejala, faktor risiko, hingga cara-cara pencegahan dan penanganan yang efektif. Para peserta diberikan informasi yang sangat berguna mengenai tanda-tanda awal dari kedua penyakit tersebut, serta langkah-langkah yang dapat diambil untuk mencegah penularannya. Dr. Bintang menekankan pentingnya deteksi dini dan peran aktif setiap individu dalam menjaga kesehatan diri sendiri dan orang lain.
Sosialisasi ini juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk berdiskusi dan bertanya langsung mengenai berbagai topik yang berkaitan dengan TB dan HIV/AIDS. Banyak mahasiswa ITK yang antusias mengajukan pertanyaan seputar pencegahan dan cara mengurangi stigma terhadap penderita HIV/AIDS dan TB, menunjukkan bahwa topik ini sangat relevan dan menarik perhatian kalangan muda.
Acara ini ditutup dengan pelaksanaan post-test yang bertujuan untuk mengukur pemahaman peserta terhadap materi yang telah disampaikan. Post-test ini juga menjadi bagian penting dari evaluasi untuk meningkatkan kualitas kegiatan edukasi kesehatan di masa depan. Peserta terlihat bersemangat untuk mengisi soal-soal tersebut, menunjukkan minat dan pemahaman yang tinggi terhadap materi sosialisasi.
Kegiatan ini diharapkan dapat membawa dampak positif dalam membentuk masyarakat yang lebih peduli dan tanggap terhadap masalah kesehatan seperti HIV/AIDS dan TB, serta memperkuat sinergi antara dunia pendidikan, industri, dan masyarakat dalam upaya pencegahan penyakit menular.
Dari Perencanaan Wilayah ke Strategi Media Sosial Nasional: Jalan Karier Tak Terduga Reynaldi Yudha
The Ex-Story Reynaldi Yudha, alumni Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) angkatan 2017
Antusiasme Tinggi, ITK Open House 2026 Ditutup dengan 2.560 Pengunjung
ITK Open House 2026 Catat 2.560 Pengunjung pada Penutupan Kegiatan
AI, Jalan Pintas atau Jalan Belajar? : Refleksi Pembelajaran Mahasiswa di Era Kecerdasan Buatan
Refleksi Pembelajaran Mahasiswa di Era Kecerdasan Buatan