Balikpapan - Institut Teknologi Kalimantan (ITK) secara resmi menetapkan daya tampung penerimaan mahasiswa baru Program Sarjana (S1) dan Program Magister (S2) Tahun Akademik 2026/2027 melalui Keputusan Rektor yang ditetapkan pada 2 Desember 2025.
Penetapan ini merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi pimpinan unit ITK pada 26 November 2025 dan menjadi acuan resmi dalam pelaksanaan penerimaan mahasiswa baru serta pelaporan pada portal SNPMB Tahun 2026.
Untuk Program Sarjana (S1) Tahun Akademik 2026/2027, ITK menetapkan total daya tampung awal sebanyak 2.390 mahasiswa yang tersebar pada 27 program studi di berbagai bidang sains, teknologi, rekayasa, perencanaan, bisnis, dan desain.
Mahasiswa baru S1 akan diterima melalui tiga jalur seleksi, yaitu:
Komposisi ini menunjukkan komitmen ITK dalam memberikan peluang luas bagi calon mahasiswa berprestasi melalui jalur nasional, sekaligus tetap membuka akses melalui seleksi mandiri yang transparan dan kompetitif.
Selain program sarjana, ITK juga menetapkan daya tampung Program Pascasarjana (S2) untuk Tahun Akademik 2026/2027.
Pada tahun akademik ini, Program Magister Manajemen Teknologi ditetapkan dengan daya tampung sebanyak 60 mahasiswa. Program ini diarahkan untuk mencetak lulusan magister yang memiliki kompetensi manajerial, kepemimpinan, dan penguasaan teknologi yang relevan dengan kebutuhan industri dan pembangunan nasional.
Total daya tampung S1: 2.330 mahasiswa (25 Program Studi)
Melalui penetapan daya tampung ini, Institut Teknologi Kalimantan menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang berkualitas, terukur, dan berorientasi pada kebutuhan masa depan, khususnya dalam mendukung pembangunan Kalimantan dan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
ITK terus membuka ruang bagi generasi muda untuk tumbuh menjadi insan akademik dan profesional yang inovatif, adaptif, serta berdaya saing nasional dan global.
Persaingan SNPMB 2026 di Jurusan Teknologi Industri : Membaca Peluang Prodi Teknik Berbasis Data
Persaingan SNPMB 2026 di Jurusan Teknologi Industri
Revolusi Solder Ramah Lingkungan: Tin-Zinc Solder untuk Masa Depan Industri Elektronik Indonesia
Pengembangan Tin-Zinc Solder berbasis paduan Sn–Cu–Zn–Ag menjadi solusi inovatif bebas timbal yang aman, andal, dan berkelanjutan untuk memperkuat daya saing industri elektronik Indonesia.
Pengumuman Resmi Pengisian Tracer Study Alumni ITK Lulusan Tahun 2024
Tracer Study Alumni ITK Lulusan Tahun 2024