Balikpapan - Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Institut Teknologi Kalimantan (ITK) melalui inovasi bertajuk “MEDISENSE: An AI-Powered IoT System for Monitoring Student Health and Indoor Air Quality.” Karya ini berhasil meraih predikat Semi-Finalist tingkat nasional dalam ajang BENMAX yang diselenggarakan oleh BEACON ITS tahun di Surabaya, Jawa Timur. Kompetisi akademik bidang Sains dan Teknologi tersebut mempertemukan berbagai inovasi unggulan dari mahasiswa seluruh Indonesia di bidang biomedical engineering dan teknologi kesehatan cerdas.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa ITK mampu bersaing di tingkat nasional melalui pengembangan teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT). MEDISENSE dinilai memiliki kebaruan gagasan, relevansi isu, serta integrasi teknologi yang komprehensif dalam menjawab permasalahan kesehatan mahasiswa modern.
Secara konseptual, MEDISENSE dikembangkan untuk merespons tantangan nyata yang dihadapi mahasiswa, seperti tekanan akademik, kelelahan, gangguan kualitas tidur, serta paparan kualitas udara ruangan (Indoor Air Quality/IAQ) yang buruk. Sistem ini mengintegrasikan pemantauan parameter fisiologis meliputi detak jantung (BPM) dan saturasi oksigen (SpO₂) dengan parameter lingkungan seperti suhu, kelembapan, serta kualitas udara (PM2.5 dan polutan). Seluruh data dikirim secara real-time melalui sistem IoT berbasis ESP32 dan disinkronkan ke aplikasi Android menggunakan Firebase sebagai cloud database.
Keunggulan utama MEDISENSE terletak pada integrasi AI generatif sebagai asisten kesehatan personal. Teknologi ini tidak hanya menampilkan data mentah, tetapi juga menganalisis korelasi antara kondisi tubuh dan lingkungan pengguna, lalu memberikan rekomendasi kesehatan yang dipersonalisasi. Pendekatan ini menjadikan MEDISENSE sebagai sistem preventif berbasis data yang mendukung gaya hidup sehat mahasiswa secara berkelanjutan.
Proses pengembangan inovasi ini juga menjadi bagian penting dari capaian prestasi. Tim memulai dengan perancangan konsep, dilanjutkan pengembangan aplikasi Android menggunakan Flutter selama kurang lebih dua bulan, kemudian merancang perangkat keras mulai dari pemilihan sensor, desain PCB, desain casing 3D berbahan PLA, hingga tahap integrasi sistem secara menyeluruh. Tantangan teknis tersebut berhasil diatasi secara mandiri oleh tim, meskipun sebelumnya belum memiliki pengalaman dalam pengembangan aplikasi mobile.
Dengan biaya prototipe sekitar Rp460.000 dan estimasi harga jual Rp750.000–Rp950.000, MEDISENSE juga memiliki potensi komersial sebagai perangkat smart health assistant untuk mahasiswa dan lingkungan smart dormitory. Potensi ini menjadi nilai tambah yang memperkuat posisi inovasi dalam kompetisi nasional.
Prestasi Semi-Finalist di BENMAX bukan sekadar pencapaian kompetisi, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam pengembangan riset dan inovasi mahasiswa ITK di bidang teknologi kesehatan cerdas. Keberhasilan ini menunjukkan komitmen mahasiswa dalam menghadirkan solusi nyata berbasis AI dan IoT untuk mendukung terciptanya ekosistem Smart Campus yang sehat, adaptif, dan berbasis data.
MEDISENSE Raih Semi-Finalist Nasional di BENMAX: Inovasi AI dan IoT untuk Kesehatan Mahasiswa
Inovasi AI dan IoT untuk Kesehatan Karya Mahasiswa ITK
Pengumuman Penerima Program Gratispol Tahap 1 bagi Mahasiswa Angkatan 2022–2024
Pengumuman Penerima Program Gratispol
Persaingan SNPMB 2026 di Jurusan Teknologi Industri : Membaca Peluang Prodi Teknik Berbasis Data
Persaingan SNPMB 2026 di Jurusan Teknologi Industri