Detail Berita

Dari Limbah ke Nilai: Inovasi Kemasan Ramah Lingkungan untuk UMKM Desa Nelayan Berdasi

Humas ITK 25 Maret 2026 9.41
  • Example_News.webp
  • Example_News.webp
Isi Artikel

Bagikan Artikel Ini:

Institut Teknologi Kalimantan (ITK) melalui Program Mahasiswa Mengabdi Desa (PMMD) kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat pesisir melalui inovasi berbasis riset. Kegiatan pengabdian ini dipimpin oleh Chairoh Ulfah, S.Si., M.Sc. bersama Claudia Olla Mandayu, S.Ars., M.Ars., serta didukung oleh tim mahasiswa lintas disiplin yang terdiri dari Eki Permata Cahya Hati, Miftakhul Jannah, Viola Aurora, Cintya Widhi Astuti, Nilam Ayu Nandastari Romdoni, Anisah Mu’allifah Yafa, Bagas Aditya R., Reymon Batu Tandi, Tirza Paramitha, dan Khodija Amalatus Sholeha, dengan mitra masyarakat Irawati selaku Ketua RT 03.

Melalui kolaborasi ini, tim mengangkat program bertajuk “Re-Branding Packaging Olahan Ikan dan Kepiting Berbasis Material Ramah Lingkungan untuk Meningkatkan Daya Tarik Wisatawan di Desa Nelayan Berdasi, Kecamatan Balikpapan Barat.” sebagai upaya nyata dalam mendorong penguatan ekonomi lokal berbasis potensi hasil laut.

Potensi Besar, Tantangan Nyata di Desa Wisata Pesisir

Desa Nelayan Berdasi di Balikpapan Barat dikenal memiliki potensi unggulan pada produk olahan hasil laut, seperti bandeng tanpa duri dan sambal kepiting. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya diimbangi dengan kualitas kemasan dan branding yang memadai.

Permasalahan yang dihadapi pelaku UMKM meliputi keterbatasan pemahaman terkait desain kemasan yang menarik, penggunaan material yang belum ramah lingkungan, serta belum kuatnya identitas visual produk. Kondisi ini berdampak langsung pada daya saing produk, khususnya dalam menarik minat wisatawan dan pasar digital.

Solusi Kolaboratif: Ketika Sains Bertemu Desain

Menjawab tantangan tersebut, tim PMMD ITK menghadirkan pendekatan interdisipliner dengan menggabungkan keilmuan Fisika, Arsitektur, Sistem Informasi, dan Desain Komunikasi Visual.

Program ini diwujudkan melalui berbagai kegiatan, mulai dari sosialisasi bahaya kemasan non-ramah lingkungan, pelatihan re-branding produk, hingga workshop desain kemasan yang fungsional dan estetis. Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada tampilan visual, tetapi juga pada aspek material yang aman dan berkelanjutan.

Inovasi Hijau: Mengolah Cangkang Kepiting Jadi Kemasan Masa Depan

Salah satu inovasi unggulan dalam kegiatan ini adalah pemanfaatan limbah cangkang kepiting sebagai bahan dasar kemasan ramah lingkungan. Cangkang kepiting mengandung kitin yang dapat diolah menjadi kitosan, senyawa alami dengan sifat biodegradable dan antimikroba.

Proses pengolahan dilakukan melalui tahapan penghancuran, pengayakan, dan demineralisasi menggunakan larutan asam asetat (CH₃COOH), hingga diperoleh material organik yang dapat dimanfaatkan sebagai biopolimer.

Material berbasis kitosan ini memiliki keunggulan karena mampu membentuk lapisan kemasan yang kuat, fleksibel, aman untuk pangan, serta mudah terurai secara alami tanpa mencemari lingkungan.

Dari Ide ke Aksi: Hasil Nyata untuk UMKM

Kegiatan pengabdian ini menghasilkan berbagai luaran konkret yang langsung dirasakan oleh masyarakat. Tim berhasil mengembangkan lima alternatif desain kemasan serta dua desain logo untuk produk unggulan UMKM.

Mahasiswa Arsitektur dan DKV berperan dalam merancang identitas visual yang menarik dan representatif, sementara mahasiswa Fisika dan Sistem Informasi mendukung pengembangan material serta analisis data.

Melalui Focus Group Discussion (FGD), masyarakat dilibatkan secara aktif dalam menentukan desain akhir yang sesuai dengan karakter lokal Desa Nelayan Berdasi.

Dampak Nyata: UMKM Lebih Percaya Diri dan Berdaya Saing

Program ini memberikan dampak signifikan bagi pelaku UMKM, baik dari sisi pengetahuan maupun praktik. Masyarakat menjadi lebih memahami pentingnya branding dan kemasan sebagai bagian dari strategi pemasaran produk.

Selain meningkatkan nilai jual produk, kegiatan ini juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan melalui pemanfaatan limbah dan penerapan konsep ekonomi sirkular.

Irawati selaku Ketua RT 03 menyampaikan bahwa kehadiran tim mahasiswa memberikan semangat baru bagi masyarakat untuk lebih aktif mengembangkan usaha mereka dan meningkatkan kualitas produk agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Langkah Kecil untuk Dampak Besar: Kontribusi pada SDGs

Program ini turut berkontribusi dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya:

  • SDG 11: Kota dan Komunitas Berkelanjutan
  • SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab

Melalui inovasi kemasan ramah lingkungan dan penguatan branding UMKM, kegiatan ini menjadi langkah kecil yang memberikan dampak besar bagi keberlanjutan ekonomi dan lingkungan pesisir.

Menuju Desa Wisata Berkelanjutan

Ke depan, masyarakat berharap program ini dapat terus berlanjut dengan pendampingan yang lebih intensif, terutama dalam penguatan branding dan pemasaran digital.

Dengan kolaborasi berkelanjutan antara akademisi dan masyarakat, Desa Nelayan Berdasi diharapkan mampu berkembang menjadi desa wisata berbasis ekonomi kreatif yang tidak hanya unggul secara ekonomi, tetapi juga peduli terhadap lingkungan.


Berita Terbaru

Example_News.webp Prestasi
Example_News.webp Alumni
Example_News.webp Penelitian dan Pengabdian

Trash Boom Berbasis Pemberdayaan SPI, Inovasi ITK untuk Penanggulangan Sampah Pantai Berkelanjutan

Program Trash Boom berbasis pemberdayaan SPI oleh Institut Teknologi Kalimantan menghadirkan inovasi sederhana dan berkelanjutan untuk menanggulangi sampah pantai melalui teknologi tepat guna dan penguatan kapasitas masyarakat pesisir.

a few mins ago
Butuh Bantuan? Tanya Kami