Balikpapan – Tak cukup sebatas seremoni. Lomba-lomba tujuh belasan (17AN) pun dipikir perlu diadakan untuk minimal, mereka-ulang suasana gempita rakyat menyambut kemerdekaan di masa 1945. Maka dengan segera, seorang dosen Teknik Perkapalan, Wira Setiawan ditugaskan pimpinan untuk membereskan segala sesuatunya. Cukup dua hari persiapan, ditambah lembur, bukan pekerjaan mudah, tapi SPECTA DAY yang terdiri dari enam lomba berskala massal itu, sukses diselenggarakan.

Sebutlah lomba Tarik Tambang, yang tambangnya mesti meminjam dulu ke sebuah perusahaan galangan kapal di Kariangau, malam-malam. Atau lomba Masak, yang membutuhkan tujuh kompor beserta gas dan perkakas masaknya. Empat lomba lainnya yakni Rangking 1, Menara Air, Penjinak Bom, dan Bendera Pejuang membutuhkan aneka detail persiapan.

Seperti namanya, acara berlangsung spektakuler. Menjadi meriah, karena peserta lomba tidak mewakili individu, melainkan kelompok: mahasiswa angkatan 2016, 2015, 2014, 2013, 2012, dan kelompok dosen-tendik. Perbedaan usia tidak menghalangi kompetisi seru itu. Semuanya melebur dalam kebersamaan Pejuang ITK.

Acara ditutup dengan penyerahan hadiah oleh Rektor ITK kepada para pemenang. “Semoga kebersamaan ini menjadi modal agar seluruh civitas akademik ITK makin solid, bergerak memberikan sumbangsih untuk kemajuan negeri.” Panitia menyampaikan terima kasih kepada sponsor yang mendukung acara ini.

SPECTA DAY menjadi acara pembuka dari serangkaian acara Perayaan Dies Natalis atau Ulang Tahun ITK ke-2, yang puncak acaranya pada 6 Oktober 2016 mendatang. Setelah ini berturut-turut ada

– Olimpiade SMA se-Kalimantan Timur;

– Kompetisi Esai Tingkat SMA se-Kalimantan Timur;

– Jalan Sehat ITK 2016;

– ITK Expo 2016;

– Talkshow  “Innovation in Health Technology”;

– Mawapres ITK 2016;

– Sidang Senat Dies Natalis ITK;

– Gathering ITK;

(Ridho Jun Prasetyo I Humas ITK)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *