Air, Listrik & Akses ke ITK Segera Terealisasi

BALIKPAPAN  – Sempat terancam tanpa setrum, Pemkot Balikpapan memastikan jaringan listrik di Institut Teknologi Kalimantan (ITK) akan dibangun tahun ini. Begitu juga dengan jalan pendekat yang selama ini terhambat lantaran persoalan lahan, disebut juga sudah tuntas.
Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Balikpapan Agus Budi Prasetyo menyebut, pemkot menganggarkan Rp 10,7 miliar untuk kedua proyek tersebut. Dana ini dialokasikan mendahului APBD Perubahan (APBD-P) 2015 mengingat kampus di Kelurahan Karang Joang ini akan mulai dipakai perkuliahan mulai akhir Agustus.
“Rinciannya anggaran untuk pembangunan jalan pendekat sebesar Rp 9 miliar dan jaringan listrik Rp 1,7 miliar. Semuanya sudah disetujui DPRD Balikpapan,” tegasnya.
Menurutnya, pembangunan jalan masuk menuju kampus sebelumnya sempat terkendala lantaran lahan pembangunan jalan mengenai lahan milik instansi lain. Namun setelah diteliti kembali, lahan pembangunan tersebut dapat digeser.
“Bisa digeser dan kena lahan milik Korpri Kaltim. Jadi nanti pembangunannya tetap kena lahan Korpri. Kami sudah menyurati Korpri sekaligus Pemprov Kaltim untuk berkoordinasi,” katanya.
Dengan demikian, diharapkan permasalahan lahan jalan masuk segera dilakukan. Pasalnya, pemasangan jaringan listrik dan air bersih bisa dilakukan bila jalan masuk sudah terbangun sepenuhnya.
Adapun penyediaan fasilitas pendukung jaringan air bersih akan dibiayai Pemprov Kaltim sebesar Rp 2 miliar. “Awalnya dibiayai pemkot. Tapi Pemprov Kaltim malah menyanggupi menganggarkan proyek ini,” ungkapnya. “Sedangkan lahan untuk pembangunan tahap pertama sudah hampir rampung, yang belum dibebaskan hanya beberapa spot saja,” sambungnya.
Hingga saat ini jumlah mahasiswa ITK sebanyak 356 mahasiswa yang terbagi dalam 10 jurusan. Untuk kegiatan belajar, mahasiswa tersebut dititipkan di Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya sampai gedung perkuliahan siap digunakan.
“Dengan hampir rampungnya fasilitas utama, diharapkan mahasiswa bisa mulai kuliah di Balikpapan Juli atau Agustus tahun ini,” ucapnya.
Diketahui, ITK masuk dalam program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) yang dibangun memakai dana APBN dalam beberapa tahap. Adapun dana pembangunan diperkirakan mencapai Rp 9 triliun.
Pembangunan tahap pertama yang dilakukan oleh PT Nindya Karya dan telah menelan biaya pembangunan sebesar Rp 32 miliar. Fasilitas yang sudah terbangun adalah gedung fakultas tiga lantai dengan beberapa ruangan kelas.
 
 
Sumber : Kaltimpost

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *