Ban Bekas Pun Bisa Menjadi Furnitur Berkualitas

ITK News Office │ Inovasi dan Pengabdian Masyarakat

Balikpapan – Ban yang sudah tidak terpakai seringkali menjadi limbah yang membahayakan lingkungan. Alih-alih dibiarkan teronggok menumpuk, dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan (tendik) dari Program Studi Fisika, Institut Teknologi Kalimantan (ITK) berinisiatif untuk mengolahnya kembali menjadi barang yang bermanfaat.

Tepatnya pada Sabtu, 12 November 2016 lalu, Koordinator Program Studi Fisika, Agus Rifani memimpin pelatihan pengolahan ban bekas menjadi furnitur atau mebel rumah tangga kepada warga Komplek Perumahan Pondok Joang Indah, Kelurahan Karang Joang, Balikpapan Utara KM 11.

“Kami ingin memberdayakan warga khususnya pemuda-pemudi karang taruna untuk membuat karya dari barang bekas menjadi mebel yang eco-art-renewable atau ekonomis, futuristik dan artistik,” ujar Agus. Pemilihan tempat yang berjarak empat kilometer dari Kampus ITK, menurut Agus, karena di Karang Joang banyak terdapat ban bekas yang menumpuk dan tidak terpakai.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang dimiliki ITK untuk menjalankan fungsi Tri Dharma Pendidikan kepada masyarakat. Acara dilaksanakan selama sehari dari pukul 12:00 sampai 19:45 WITA.

Untuk mengolah ban bekas menjadi furnitur apik, diperlukan beberapa alat dan bahan, yakni tali tampar, triplek, lem tembak, bor listrik, cat furnish, busa dakron, kain kanvas kombinasi batik, cat semprot, staples tembak Pada akhir waktu, pelatihan ini menghasilkan satu meja dan dua kursi dari ban bekas. Produk baru itu kemudian diber label “Urban Furniture”.

Warga yang umumnya remaja putra-putri itu tampak antusias mengikuti pelatihan. Warga dibagi menjadi tiga kelompok besar yang didampingi masing-masing oleh tiga kreator dosen dan tendik. Mahasiswa dan warga melakukan modifikasi sendiri atas pembuatan produk dari ban bekas menjadi mebel yang bernilai jual tinggi.

“Ide awalnya, kami ingin wilayah di sekitar lingkungan ITK memiliki pojok seni atau kerajinan yang digerakkan sendiri oleh warga,” kata Dian Mart, dosen Fisika ITK yang juga melatih warga membuat furnitur dari ban bekas.

Dian dan warga akademik ITK berharap, pelatihan itu juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. “Selain juga untuk memupuk budaya kerjasama antar sesama mahasiswa Prodi Fisika angkatan 2013-2016,” ujar Dian.

Selain mengajari langsung, tim ITK juga memberikan buku panduan pembuatan Urban Furniture agar selanjutnya warga dapat membuat sendiri. “Semoga bisa berkelanjutan,” kata Dian.

–end–

Kontributor: Dian Mart Shoodiqin, Imas Rika Saberin

Editor: Ridho Jun Prasetyo | Humas ITK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *