Bangga, Mahasiswa ITK Raih Juara 2 Paper Competition Tokyo-Tech Indonesia Commitment Award 2019

ITK News- Lisda Ainiya Mahasiswa Program Studi Fisika Institut Teknologi Kalimantan berhasil mendapatkan Juara 2 Pada Kompetisi Paper di ajang Tokyo-Tech Indonesia Commitment Award 2019 (TICA 2019). Dengan mengusung  tema “Menuju Indonesia Emas Melalui Inovasi dan Kolaborasi Pemuda”, ajang TICA ini adalah suatu bentuk dukungan PPI Tokodai terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia dalam menghadapi bonus demografi pada tahun 2030 dan juga komitmen sebagai diaspora Indonesia untuk terus meningkatkan inovasi dan kolaborasi dalam membangun negeri.

Babak yang ada dalam kompetisi tersebut terdiri dari seleksi abstrak 1 April 2019 – 6 Juni 2019 kemudian pengumuman abstrak pada 7 Juni 2019. Tahap selanjutnya adalah online symposium dimana 20 besar finalis diwajibkan untuk meng-upload video presentasi paper di YouTube. Kemudian, setiap tim diwajibkan untuk mengomentari presentasi tim lain yang disubmit melalui Google form. Setiap peserta pun akan menerima email file pertanyaan-pertanyaan yang wajib dikirim kembali.

“Pada 2 Agustus 2019, saya mendapatkan email jika saya terpilih sebagai 5 grand finalis yang berhak mempresentasikan papernya di Tokodai. Di tahap ini juga saya diinformasikan masuk ke tahap berikutnya yaitu, wawancara online. Di tahap ini, kami dihubungi melalui skype. 10 menit pertama presentasi paper lalu 20 menit berikutnya untuk tanya jawab. Jurinya sendiri terdiri atas 3 orang mahasiswa S2 dan S3 Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Tokodai. Tahap ini tujuannya untuk menentukan 3 finalis yang berhak dibiayai. Pada 12 Agustus 2019, saya menerima letter of invitation jika saya termasuk dari 3 finalis yang dibiayai termasuk akomodasi (penginapan, makan selama acara, dan tiket pulang-pergi) dan pembuatan visa. Pada 3 Oktober 2019, saya berangkat ke Tokyo dengan main eventnya di Tokyo Institute of Technology di Ookayama, Meguro-ku . Sampai di Tokyo pada 4 Oktober 2019 untuk rehearsal dan campus tour. 5 Oktober 2019 yaitu main event dan Alhamdulillah juara 2. 6 Oktober yaitu Tokyo tour dan kembali ke Indonesia” Imbuh Lisda Ainiya

Lisda Ainiya memaparkan bahwa ide dari papernya adalah menyediakan new perspective on all-solid-state Li-ion battery dimana ia menambahkan 5% (Li3PO4)0.5(LiI)0.25(AgI)0.25 yang merupakan elektrolit padat pada LiFePO4 yang merupakan Katoda. Alasan ia menambahkan sedikit persentasi elektrolit padat ke Katoda karena selama ini all-solid-state Li-ion Battery tidak pernah dapat bekerja sebagai baterai walaupun masing-masing komponennya berjalan dengan baik dikarenakan mobilitas ion terhambat pada medium padat ketimbang liquid. Oleh karena itu, ketika ditambahkan pada katoda, material permukaan Katoda dan elektrolit padat tidak terlalu berbeda dengan harapan dapat memudahkan mobilitas ion dari satu elektroda ke elektroda lain.

“Sebenarnya saya memutuskan untuk mengikuti kompetisi ini atas dasar karena saya merasa CV saya merasa sangat kurang dan tidak menjual. Bahkan saya sendiri tidak percaya terpilih untuk diwawancarai bahkan dibiayai. Pesan saya untuk adek-adek ITK jangan pernah percaya akan keterbatasan. Salah satu pembicara di main event kemarin adalah Ricky Elson. Beliau berkata ketika kita dihadapkan oleh keterbatasan, pertanyaan yang sebenarnya adalah “apakah kita terbatas atau kita yang tidak pernah berusaha untuk mengatasi keterbatasan tersebut”. Yang kedua, jangan sampai label mendefinisikan kita. Jangan pernah menganggap karena kita mahasiswa ITK, kampus baru, kita tidak sanggup untuk berkompetisi ajang nasional bahkan internasional” terang Lisda Pemenang Paper TICA 2019.

 

Tim Humas|KNK

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *