Balikpapan - Memasuki masa Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), calon mahasiswa tidak hanya dituntut memilih program studi sesuai minat, tetapi juga mampu membaca pola persaingan dan peluang secara rasional. Di Fakultas Sains dan Teknologi Informasi, Jurusan Sains dan Analitika Data menghadirkan empat program studi yang menjadi fondasi pengembangan sains, matematika, dan analisis data bidang yang semakin strategis di era digital.
Data peminat dan mahasiswa diterima Tahun Akademik 2025/2026 menunjukkan bahwa setiap program studi memiliki karakter keketatan yang berbeda, mencerminkan preferensi calon mahasiswa sekaligus tingkat selektivitas pada masing-masing jalur SNPMB.
Fisika: Fondasi Sains dengan Peluang Masuk Terbuka
Program Studi Fisika memperlihatkan tingkat persaingan yang relatif rendah hingga menengah. Pada jalur SNBP, tingkat penerimaan mencapai 66,7%, sedangkan pada jalur SNBT berada di angka 46,2%. Jalur SUMMIT menjadi jalur dengan peluang terbesar, di mana 8 dari 10 peminat berhasil diterima.
Kondisi ini menunjukkan bahwa Fisika menawarkan peluang masuk yang cukup luas, sekaligus menjadi pilihan strategis bagi calon mahasiswa yang ingin mendalami sains dasar dengan aplikasi luas di bidang teknologi, energi, dan material.
Matematika: Konsistensi Seleksi di Tengah Permintaan Stabil
Matematika menunjukkan pola seleksi yang konsisten di seluruh jalur. Tingkat penerimaan SNBP mencapai 68,2%, sementara SNBT berada di 45,5%, dan SUMMIT di 60%. Angka ini mencerminkan keseimbangan antara jumlah peminat dan daya tampung, sehingga tingkat persaingan tetap terjaga.
Sebagai ilmu dasar bagi berbagai bidang seperti data science, aktuaria, dan kecerdasan buatan, Matematika menjadi pilihan rasional bagi calon mahasiswa dengan kemampuan analisis dan pemikiran abstrak yang kuat.
Statistika: Peminat Tinggi, Seleksi Tetap Rasional
Statistika menjadi salah satu program studi dengan jumlah peminat tertinggi, mencerminkan meningkatnya minat terhadap bidang analisis data. Meski demikian, tingkat penerimaan tetap berada pada kisaran 64–69% di seluruh jalur SNPMB.
Data ini menunjukkan bahwa meskipun persaingan cukup tinggi, peluang masuk Statistika masih tergolong realistis, menjadikannya pilihan populer namun tetap terukur bagi calon mahasiswa yang tertarik pada pengolahan dan interpretasi data.
Ilmu Aktuaria: Seleksi Ketat dan Jalur Alternatif Strategis
Ilmu Aktuaria tercatat sebagai program studi dengan tingkat keketatan tertinggi pada jalur SNBP dan SNBT, masing-masing dengan tingkat penerimaan 40,9% dan 46,7%. Tingginya peminat mencerminkan daya tarik kuat terhadap prospek karier di bidang keuangan, asuransi, dan manajemen risiko.
Namun demikian, jalur SUMMIT menunjukkan peluang yang sangat besar dengan tingkat penerimaan mencapai 92,3%, menjadikannya jalur alternatif yang sangat strategis bagi calon mahasiswa yang serius memilih Ilmu Aktuaria.
Secara keseluruhan, data SNPMB 2025/2026 menunjukkan bahwa Ilmu Aktuaria memiliki tingkat persaingan tertinggi pada jalur seleksi utama, mencerminkan tingginya minat dan selektivitas program studi tersebut. Statistika juga mencatat jumlah peminat yang besar, namun dengan peluang masuk yang relatif stabil di berbagai jalur seleksi. Sementara itu, Fisika dan Matematika menawarkan peluang masuk yang lebih terbuka dengan tingkat keketatan yang lebih rendah hingga menengah. Informasi ini menjadi bekal penting bagi calon mahasiswa dalam menyusun strategi pemilihan program studi yang realistis, terukur, dan berorientasi pada masa depan, karena memilih jurusan bukan sekadar mengikuti tren, melainkan memahami peluang serta kesiapan diri secara matang.
Penelitian dan Pengabdian
Penelitian dan Pengabdian
Penelitian dan Pengabdian
Penelitian dan Pengabdian
Membaca Peluang Masuk SNPMB 2026: Seberapa Ketat Program Studi di Jurusan Sains dan Analitika Data?
Seberapa Ketat Program Studi di Jurusan Sains dan Analitika Data?
Gerak Ceria Awal Tahun: FRTI & Kepegawaian ITK Ajak Sivitas Sehat Lewat GERMAS Zumba Class
Sehat Lewat GERMAS Zumba Class
Mahasiswa Ilmu Aktuaria ITK Raih Juara 5 International Actuarial Competition