Detail Berita

Hari Pertama Seleksi Tahap II KRTI 2026, Tim Peserta Mulai Jalani Penilaian Kemajuan

Muhammad Nurhidayatur Rozikin 13 Agustus 2026 14.21 109 kali dilihat
  • Example_News.webp
  • Example_News.webp
  • Example_News.webp
  • Example_News.webp
  • Example_News.webp
Isi Artikel

Bagikan Artikel Ini:

Balikpapan - Hari pertama Seleksi Tahap II atau Penilaian Kemajuan Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2026 mulai berlangsung pada Kamis, 13 Agustus 2026. Pada tahap ini, tim-tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia mulai menunjukkan perkembangan teknologi dan kesiapan operasional wahana sebelum memperebutkan tiket menuju Final Nasional KRTI 2026.

Institut Teknologi Kalimantan (ITK), yang dipercaya menjadi tuan rumah Final Nasional KRTI 2026, menjadi lokasi terpusat pelaksanaan penilaian oleh dewan juri. Sementara itu, peserta mengikuti proses seleksi secara daring dari lokasi masing-masing dengan menunjukkan performa wahana, sistem kendali, navigasi, serta kesiapan teknologi sesuai karakteristik setiap divisi.

Seleksi Tahap II berlangsung pada 13–15 Agustus 2026. Tahapan ini tidak lagi hanya melihat gagasan atau rancangan awal peserta, tetapi mengevaluasi lebih jauh perkembangan desain, manufaktur, integrasi sistem, hingga kesiapan operasional wahana yang telah dikembangkan.

KRTI 2026 mempertandingkan lima divisi, yakni Racing Plane (RP), Fixed-Wing (FW), Vertical Take Off and Landing (VTOL), Technology Development (TD), serta Long Endurance Low Altitude (LELA). Tahun ini, KRTI melibatkan 169 tim, terdiri atas 55 tim Racing Plane, 32 tim Fixed-Wing, 40 tim VTOL, 21 tim Technology Development, dan 21 tim LELA, dengan keterlibatan sekitar 676 mahasiswa dan 169 dosen pembimbing.

Pada hari pertama, peserta menjalani penilaian sesuai jadwal masing-masing melalui ruang virtual yang telah disiapkan. Dalam prosesnya, juri dapat mengamati secara langsung kesiapan wahana maupun sistem pendukung yang digunakan peserta. Mekanisme ini memungkinkan penilaian tidak hanya berorientasi pada hasil akhir misi, tetapi juga melihat stabilitas sistem, ketepatan navigasi, kesiapan operasional, serta kemampuan tim dalam mengintegrasikan teknologi yang dikembangkan.

Salah satu divisi dengan tantangan teknis tinggi adalah VTOL. Divisi ini mensimulasikan penggunaan UAV otonom untuk mendukung layanan darurat di lingkungan perkotaan. Peserta dituntut mampu mengintegrasikan kendali manual dan otonom, melewati sejumlah rintangan, melakukan pengiriman paket medis secara presisi, hingga mendarat dengan stabil.

Pada Seleksi Tahap II, wahana VTOL memulai misi dari Start Zone dalam mode manual menuju Waypoint 1 (WP1). Setelah itu, wahana bertransisi ke mode otonom untuk bergerak menuju WP2 dan melakukan dropping First Aid Kit ke target yang telah ditentukan. Wahana kemudian melanjutkan penerbangan melewati Triple Gate sebelum mengakhiri misi dengan pendaratan stabil di WP3.

Penilaian VTOL memiliki skor maksimal 80 poin, meliputi navigasi manual, kemampuan navigasi otonom, ketepatan dropping payload, keberhasilan melewati Triple Gate, hingga pendaratan akhir. Dari 40 tim VTOL, sebanyak 16 tim terbaik nantinya berhak melanjutkan kompetisi ke tahap final nasional.

Selain VTOL, setiap divisi membawa tantangan rekayasa yang berbeda. Fixed-Wing menguji pengembangan UAV berbasis Edge AI untuk pemetaan, pemantauan wilayah, deteksi objek, dan pengiriman bantuan. Technology Development berfokus pada inovasi teknologi UAV, mulai dari airframe, sistem propulsi, flight controller, sensor, hingga ground station.

Sementara itu, LELA menguji ketahanan wahana dalam menjalankan penerbangan jarak jauh dengan total misi mencapai sekitar 60 kilometer, sedangkan Racing Plane menekankan kemampuan UAV fixed-wing untuk menyelesaikan lintasan secara cepat, presisi, dan aman.

ITK juga turut berkompetisi melalui Tim Evosky pada Divisi VTOL. Tim tersebut dijadwalkan menjalani Seleksi Tahap II pada 14 Agustus 2026, sehingga selain menjalankan peran sebagai tuan rumah rangkaian KRTI 2026, ITK juga turut mengirimkan mahasiswa terbaiknya untuk bersaing dalam pengembangan teknologi robot terbang.

Hari pertama Seleksi Tahap II menjadi awal dari rangkaian penilaian selama tiga hari sebelum hasil seleksi diumumkan pada 20 Agustus 2026. Tim-tim yang berhasil lolos selanjutnya akan mempersiapkan diri untuk menghadapi Final Nasional KRTI 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 21–26 September 2026.

Final tahun ini menjadi momentum tersendiri bagi Kalimantan Timur karena ITK dipercaya menjadi tuan rumah dengan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai lokasi penyelenggaraan. KRTI 2026 mengusung tema “From Sky to Smart Capital: UAV Innovation for Indonesia’s Future City”, yang membawa semangat pemanfaatan teknologi UAV untuk menjawab kebutuhan kota masa depan.

Melalui Seleksi Tahap II, setiap tim ditantang untuk membuktikan bahwa inovasi yang sebelumnya dituangkan dalam rancangan dapat bekerja secara nyata. Dari tahap inilah, tim-tim terbaik akan dipilih untuk membawa teknologi robot terbang mereka menuju langit IKN pada Final Nasional KRTI 2026.

Berita Terbaru

Example_News.webp Diktisaintek Berdampak
Example_News.webp Internasional

Diaspora Berdampak, ITK Perkuat Kolaborasi Riset Material Indonesia–Taiwan

ITK Perkuat Kolaborasi Riset Material Indonesia–Taiwan

a few mins ago
Butuh Bantuan? Tanya Kami