Detail Berita

Implementasi Magang Berdampak, Nurul Adinda Raih IPK Tertinggi FSTI ITK 3,76

Humas ITK 9 Mei 2026 8.01
Example_News.webp
Isi Artikel

Bagikan Artikel Ini:

Balikpapan - Program magang yang terintegrasi dengan pembelajaran menjadi bukti nyata implementasi Diktisaintek Berdampak di Institut Teknologi Kalimantan (ITK). Hal ini tercermin dari capaian Nurul Adinda Thalia Salsabila, mahasiswa Program Studi Sistem Informasi yang berhasil meraih IPK 3,76 dan dinobatkan sebagai peraih IPK tertinggi tingkat Fakultas Sains dan Teknologi Informasi (FSTI).

Tidak pernah menyangka akan menjadi lulusan terbaik, Adinda mengaku perjalanan studinya dipenuhi proses panjang yang menuntut konsistensi.

“Awalnya tidak pernah menyangka bisa lulus 3,5 tahun dan jadi yang terbaik. Kuncinya memang konsisten,” ujarnya.

Selama masa studi, Adinda aktif mengikuti program magang yang kemudian dikonversi menjadi mata kuliah pada semester 6 hingga 7. Ia menjalani magang di PT Komatsu, dengan peran di bidang Human Capital Analyst dan Project Management, yang memberikan pengalaman langsung di dunia industri.

Namun, proses tersebut tidak tanpa tantangan. Ia harus mampu menyeimbangkan antara tanggung jawab pekerjaan, penyelesaian proyek, serta tuntutan akademik seperti tugas akhir.

“Yang paling menantang itu saat konversi magang ke mata kuliah. Harus tetap kerja di proyek sambil mengejar akademik. Tapi dari situ justru belajar manajemen waktu,” jelasnya.

Pengalaman ini menunjukkan bahwa magang bukan menjadi hambatan, melainkan justru mempercepat proses kelulusan sekaligus memperkuat kompetensi mahasiswa. Adinda berhasil menyelesaikan studinya tepat waktu dalam 7 semester dengan predikat Dengan Pujian.

Di balik capaian akademiknya, Adinda menyebut keluarga sebagai sumber kekuatan utama.

“Keluarga jadi tempat pulang saat capek, sedih, atau butuh semangat lagi,” ungkapnya.

Ke depan, ia berencana untuk terlebih dahulu meniti karier di dunia kerja guna memperkuat pengalaman profesional, sebelum melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi, dengan salah satu tujuan kampus impiannya adalah Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Ia juga berpesan kepada mahasiswa lain untuk tidak ragu mengambil peluang yang ada selama masa kuliah.

“Kalau ada kesempatan, entah itu magang, lomba, atau program lain, coba saja dulu. Dari situ kita bisa berkembang,” pesannya.

Capaian Nurul Adinda menjadi bukti bahwa integrasi antara dunia akademik dan industri melalui program magang mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap menghadapi tantangan dunia kerja.

Dengan semangat ITK Berdampak, Institut Teknologi Kalimantan terus mendorong mahasiswa untuk aktif berkontribusi, berinovasi, dan memanfaatkan setiap peluang sebagai bagian dari proses pembelajaran yang bermakna.



Berita Terbaru

Example_News.webp Diktisaintek Berdampak

Dari Timur Indonesia ke Wisuda ITK: Kisah Inspiratif Hendri Baransano, Lulusan Pertama Teknik Sipil ADik

Kisah Inspiratif Hendri Baransano, Lulusan Pertama Beasiswa ADik di ITK

Example_News.webp Diktisaintek Berdampak

Sempat Kehilangan Arah, Farida Amanah Jadi Lulusan Terbaik FRTI ITK dengan IPK 3,71

Farida Amanah Jadi Lulusan Terbaik FRTI ITK dengan IPK 3,71

Example_News.webp Diktisaintek Berdampak

Implementasi Magang Berdampak, Nurul Adinda Raih IPK Tertinggi FSTI ITK 3,76

Nurul Adinda Thalia Salsabila Meraih IPK Tertinggi 3,76 di FSTI Institut Teknologi Kalimantan Melalui Program Magang Berdampak

a few mins ago
Butuh Bantuan? Tanya Kami