Balikpapan - Sampah organik yang biasanya dibuang kini dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi kebun warga. Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN), mahasiswa Institut Teknologi Kalimantan (ITK) menghadirkan inovasi tong komposter bagi masyarakat di Jalan Pemuda Batakan RT 66, Kelurahan Manggar, Kecamatan Balikpapan Timur.
Program bertajuk “Pemanfaatan Sampah Organik Menjadi POC dan Kompos Padat melalui Alat Tong Komposter” tersebut digagas oleh Moreno Nadhif Fadhilah, mahasiswa Program Studi Teknik Material dan Metalurgi angkatan 2023, bersama tim KKN dengan pendampingan Afif Taufiiqul Hakim, S.T., M.Sc.
Inovasi ini berangkat dari kendala yang dihadapi masyarakat dalam memperoleh pupuk dengan harga terjangkau. Keterbatasan akses terhadap pupuk bersubsidi membuat sebagian warga harus menggunakan pupuk nonsubsidi dengan biaya relatif tinggi. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan biaya pengelolaan kebun sekaligus memengaruhi produktivitas tanaman.
Melihat persoalan tersebut, mahasiswa ITK memperkenalkan tong komposter sebagai teknologi sederhana untuk mengolah sampah organik rumah tangga. Melalui proses pengomposan, sampah dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan pupuk organik cair (POC) dan kompos padat yang berguna bagi tanaman.
Selain mengenalkan alat, mahasiswa juga memberikan edukasi mengenai pemilahan sampah organik, proses pengolahan, serta pemanfaatan hasil kompos. Pendampingan ini dilakukan agar masyarakat tidak hanya menerima fasilitas, tetapi juga memiliki pengetahuan untuk mengoperasikan dan mengembangkan penggunaannya secara mandiri.
Penggunaan tong komposter memberikan manfaat ganda bagi masyarakat. Di satu sisi, inovasi ini membantu mengurangi jumlah sampah organik yang dibuang. Di sisi lain, hasil pengolahannya dapat menjadi alternatif pupuk yang lebih murah, mudah dibuat, dan ramah lingkungan.
Bagi Moreno dan tim, kegiatan tersebut memberikan pengalaman berharga dalam menerapkan pengetahuan sekaligus berinteraksi langsung dengan masyarakat. Mereka belajar bahwa teknologi tidak selalu harus rumit untuk memberikan dampak. Inovasi sederhana yang sesuai dengan kebutuhan warga justru dapat membuka peluang perubahan yang berkelanjutan.
“Kami berharap pemanfaatan tong komposter ini dapat terus diterapkan dan dikembangkan oleh masyarakat. Selain membantu mengurangi sampah, hasilnya juga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk untuk mendukung kegiatan berkebun warga,” ungkap Moreno.
Melalui program ini, semangat ITK Berdampak diwujudkan dalam solusi nyata yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Kolaborasi antara mahasiswa, dosen, dan warga diharapkan dapat mendorong pengelolaan sampah yang lebih bijak sekaligus mendukung kemandirian masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pupuk secara berkelanjutan.
ITK Berdampak: Tong Komposter Ubah Sampah Menjadi Pupuk Murah
Tong Komposter Ubah Sampah Menjadi Pupuk Murah
Rektor ITK Kunjungi Tiga Fakultas dan Beri Semangat Sivitas Akademika
ITK Tetapkan Tiga Calon Rektor Periode 2026–2030
Tiga Calon Rektor Periode 2026–2030