Balikpapan – Institut Teknologi Kalimantan (ITK) menjadi salah satu lokasi yang dipilih dalam kegiatan Site Visit Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas bersama Pemerintah Kota Balikpapan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, dan para pemangku kepentingan pada Rabu (8/7). Kegiatan ini merupakan bagian dari penyusunan dokumen Infrastructure Governance Assessment (IGA), Feasibility Study (FS), dan Environmental and Social Impact Assessment (ESIA) dalam program Indonesia Sustainable Cities Impact Program (SCIP) yang didukung oleh Global Environment Facility (GEF) dan World Bank.
Koridor Karang Joang dipilih sebagai salah satu kawasan prioritas karena memiliki peran strategis sebagai kawasan pengembangan Kota Balikpapan, penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), daerah tangkapan air, serta berbatasan dengan kawasan konservasi penting seperti Hutan Lindung Sungai Wain. Melalui program ini, pemerintah berupaya menyiapkan rencana investasi infrastruktur yang berkelanjutan dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan dan sosial.
Dalam agenda tersebut, ITK dipilih sebagai salah satu titik kunjungan lapangan sekaligus stakeholder akademik yang berperan memberikan perspektif ilmiah dalam penyusunan kajian. Kunjungan ke ITK difokuskan untuk melihat potensi pengembangan kawasan konservasi energi, pemanfaatan teknologi rendah karbon, serta peluang kolaborasi riset yang dapat mendukung pembangunan Koridor Karang Joang secara berkelanjutan.
Rangkaian site visit melibatkan observasi ke sejumlah lokasi strategis di kawasan Karang Joang, di antaranya Waduk Manggar dan IPAM KM 12, TPST KM 12, Kebun Raya Balikpapan, Embung Wain, Hutan Lindung Sungai Wain, serta Institut Teknologi Kalimantan. Kunjungan ini bertujuan memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi eksisting kawasan, mulai dari ketahanan sumber daya air, pengelolaan persampahan, konservasi biodiversitas, hingga peluang penerapan teknologi dan inovasi berbasis riset.
Sebagai perguruan tinggi teknologi di Kalimantan Timur, ITK dinilai memiliki posisi strategis dalam mendukung pengembangan kawasan melalui kapasitas akademik, penelitian, dan inovasi. Dalam kajian tersebut, ITK diharapkan dapat memberikan masukan berbasis ilmu pengetahuan terkait pengelolaan energi, sumber daya air, persampahan, ketahanan iklim, serta solusi teknologi yang mendukung pembangunan berkelanjutan.
Keterlibatan ITK pada tahap awal penyusunan IGA, FS, dan ESIA ini juga membuka peluang sinergi yang lebih erat antara pemerintah, akademisi, dan mitra pembangunan dalam menghasilkan kebijakan dan rekomendasi yang berbasis data serta berorientasi pada keberlanjutan. Dengan demikian, pengembangan Koridor Karang Joang tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menjaga keseimbangan fungsi ekologis kawasan sekaligus memperkuat peran Balikpapan sebagai kota penyangga IKN.
ITK Siapkan Matrikulasi dan Tes Bahasa Inggris bagi Mahasiswa Baru 2026
Mahasiswa Baru ITK 2026 Wajib Mengikuti Matrikulasi dan IAET
Inovasi Mahasiswa ITK Sulap Sampah Plastik Menjadi Solusi Berkelanjutan
Pemilihan Rektor ITK 2026–2030 Masuki Tahap Baru, Empat Bacarek Lolos Seleksi Administrasi
Empat Bakal Calon Rektor ITK Periode 2026–2030 Lolos Seleksi Administrasi