Balikpapan – Kampung Bungas yang terdiri atas lima Rukun Tetangga (RT) terus berkembang sebagai kampung tematik berbasis urban farming. Untuk mendukung pengembangan kawasan tersebut, tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Institut Teknologi Kalimantan (ITK) menghadirkan inovasi berupa palang pembatas multifungsi yang tidak hanya berperan sebagai penanda batas wilayah, tetapi juga memperkuat identitas visual Kampung Bungas.
Sebelum program dilaksanakan, kawasan Kampung Bungas masih menghadapi sejumlah tantangan, di antaranya belum jelasnya batas antar-RT, kesulitan pengunjung dalam mengenali kawasan, serta belum adanya identitas visual yang mampu merepresentasikan karakter Kampung Bungas sebagai kampung tematik. Kondisi tersebut mendorong perlunya sebuah solusi yang dapat meningkatkan orientasi ruang sekaligus menumbuhkan rasa memiliki masyarakat terhadap lingkungannya.
Berangkat dari kebutuhan tersebut, tim PkM ITK tidak langsung melakukan pembangunan fisik. Proses diawali melalui observasi lapangan, diskusi bersama masyarakat, wawancara dengan mitra kampung, serta Focus Group Discussion (FGD). Pendekatan partisipatif ini memastikan setiap rancangan yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi warga.
Berdasarkan hasil diskusi bersama masyarakat, tim kemudian menyusun beberapa alternatif desain palang pembatas. Desain yang dipilih menggabungkan berbagai fungsi dalam satu elemen, yaitu sebagai penanda batas wilayah RT, identitas Kampung Bungas, penunjuk arah menuju fasilitas umum, serta dilengkapi sistem teleskopik yang memudahkan penggunaan dan perawatan oleh masyarakat.
Setelah desain disepakati, proses pembangunan dilaksanakan melalui tahapan survei material, fabrikasi rangka besi galvanis, pengelasan, pengecatan, pembuatan papan informasi berbahan Aluminium Composite Panel (ACP), hingga pemasangan di lokasi. Seluruh rangkaian kegiatan melibatkan mahasiswa dan masyarakat sehingga menjadi sarana pembelajaran sekaligus memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan warga.
Melalui program ini, tiga unit palang pembatas berhasil dipasang pada titik-titik strategis di Kampung Bungas. Kehadirannya memberikan berbagai manfaat, mulai dari memudahkan pengunjung mengenali kawasan, memperjelas identitas setiap RT, mempermudah orientasi menuju fasilitas umum, hingga memperkuat citra Kampung Bungas sebagai kampung tematik urban farming.
Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat, Claudia Olla Mandayu, S.Ars., M.Ars., dosen Program Studi Arsitektur ITK, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan seluruh masyarakat selama proses pelaksanaan kegiatan.
"Terima kasih kepada masyarakat Kampung Bungas atas kolaborasi, kepercayaan, dan semangat membangun lingkungan bersama. Mari terus menciptakan ruang yang lebih nyaman, beridentitas, dan berkelanjutan," ujarnya.
Program ini turut melibatkan dosen Yumna Aqila Kaltsum, S.Si., M.Stat. dari Program Studi Statistika dan Chairoh Ulfah, S.Si., M.Sc. dari Program Studi Fisika, bersama sembilan mahasiswa lintas program studi, yaitu Arif Rahman, Aiska Ananda Alifia, Angela Aulia Rosi Moningkey, Artika, Aulia Putri Novia, Jaya Ananda Siahaan, Jihan Syafitri, Siti Aisyah Arfandi, dan Reyhan Putra Perdana.
Melalui kolaborasi ini, Institut Teknologi Kalimantan kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan dan desain yang tidak hanya menjawab kebutuhan masyarakat, tetapi juga mendukung terciptanya kawasan yang lebih tertata, beridentitas, dan berkelanjutan.
Mahasiswa ITK Memberdayakan Pengrajin Lokal melalui Inovasi Keranjang Rotan Berkelanjutan
Mahasiswa ITK Kembangkan Biopori dan Energi Surya untuk Dukung Kebun Hidroponik Abas Farm
Mahasiswa ITK Hadirkan Biopori dan Panel Surya untuk Dukung Abas Farm KM 12
ITK dan University of Seoul Resmikan Kerja Sama Strategis untuk Dukung Pengembangan IKN