Balikpapan - Rektor Institut Teknologi Kalimantan (ITK), Prof. Dr. rer. nat. Agus Rubiyanto, M.Eng.Sc., turut hadir dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD), Sharing Info, dan Intimate Meeting bertajuk “Strategi Peningkatan Mutu dan Kompetensi Pendidikan Tinggi di Indonesia” yang diselenggarakan di Universitas Balikpapan (UNIBA), Rabu (6/5/2026).
Kegiatan ini menghadirkan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Brian Yuliarto, Ph.D., serta Ketua Komisi X DPR RI, Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, sebagai narasumber utama. Forum tersebut juga dihadiri pimpinan perguruan tinggi yang tergabung dalam Kalimantan University Consortium (KUC).
Pelaksanaan kegiatan berlangsung di Ballroom Putri Aji Karang Melenu, Gedung G Lantai 8 Universitas Balikpapan, dan menjadi ruang diskusi strategis mengenai penguatan mutu pendidikan tinggi, peningkatan daya saing global, inovasi, hingga transformasi digital di lingkungan perguruan tinggi Indonesia.
Kehadiran Rektor ITK dalam forum ini menjadi bagian dari komitmen ITK untuk terus memperkuat kolaborasi antarlembaga pendidikan tinggi, sekaligus mendorong peningkatan kualitas akademik dan pengembangan sumber daya manusia yang adaptif terhadap tantangan masa depan.
Selain menjadi ajang silaturahmi akademik, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat sinergi antarperguruan tinggi di Kalimantan dalam mendukung transformasi pendidikan tinggi yang lebih berdampak dan berdaya saing, khususnya dalam menghadapi perkembangan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan kebutuhan industri masa depan.
Dengan semangat ITK Berdampak, Institut Teknologi Kalimantan terus berkomitmen untuk aktif terlibat dalam berbagai forum strategis nasional sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan tinggi yang unggul, kolaboratif, dan inovatif.
ITK Dorong Penguatan Kerja Sama Strategis bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur
Lewat Smart Water Treatment Berbasis IoT, Mahasiswa ITK Hadirkan Solusi Air Bersih bagi Kebun Wisata Edukasi KM 12
Roadshow MMT ITK di Penajam Paser Utara dan Kabupaten Paser memperkenalkan program magister kepada ASN sekaligus memperkuat kolaborasi dalam pengembangan sumber daya manusia di Kalimantan Timur.