Balikpapan – Mahasiswa angkatan 2015 dari Program Studi Teknik Perkapalan Institut Teknologi Kalimantan beramai-ramai mengunjungi Pelabuhan Semayang pada Kamis, 27 September 2016. Hal ini karena salah satu kapal legenda milik TNI AL yaitu KRI Dewaruci berlabuh di Balikpapan.

KRI Dewaruci bukanlah sembarang kapal. Ia merupakan salah satu maskot Indonesia yang terkenal di kalangan maritim dunia.  Kapal dengan panjang 58,30 meter dan lebar 9.5 meter ini sering mengikuti lomba kapal layar di berbagai tempat di dunia. Salah satu prestasinya adalah sebagai kapal terbaik dalam festival “The Tall Ship Race 2010” yang diselenggarakan di Pelabuhan Antwerpen, Belgia.

Selama tiga hari mulai Senin hingga Rabu (26 – 28 September 2016, KRI Dewaruci bersandar di Balikpapan dalam rangka kegiatan integrasi Taruna ASEAN Kartika Jala Krida 2016.

Rombongan mahasiswa Perkapalan ITK sendiri tiba di pelabuhan pukul 11.15 WITA. Menurut koordinator dari mahasiswa yaitu Marulitua Nainggolan, di sana sudah banyak pengunjung dari TNI AD, Politeknik Ilmu Pelayaran Balikpapan, sampai anak TK juga ada. Kegiatan utama mahasiswa di sana mengamati bagian kapal tersebut sembari belajar secara langsung kapal kebanggaan Bangsa Indonesia tersebut.

Mahasiswa juga belajar tentang sejarah Dewaruci, mengabadikan moment, mendapatkan kesempatan yang langka untuk melihat dari dekat sang legenda. “Banyak ilmu dan pengalaman baru yang mereka dapatkan di sana,” kata Dosen Teknik Perkapalan ITK, Luh Putri Adnyani.

Tidak hanya mahasiswa, beberapa alumni ITS yang tergabung dalam Ikatan Alumni ITS Balikpapan, terutama yang memiliki hobi di bidang fotografi, tidak mau kalah dalam mengabadikan moment sandarnya KRI Dewaruci.

kri-dewa-ruci

KRI Dewaruci adalah kapal latih bagi taruna/kadet Akademi Angkatan Laut, TNI Angkatan Laut. Kapal ini berbasis di Surabaya dan merupakan kapal layar terbesar yang dimiliki TNI Angkatan Laut. “Dewaruci” diambil dari nama dewa dalam kisah pewayangan Jawa, yaitu Dewa Ruci. Kapal dari kelas Barquentine ini dibangun oleh H. C. Stülcken & Sohn Hamburg, Jerman dan merupakan satu-satunya kapal layar tiang tinggi produk galangan kapal itu pada 1952 yang masih laik layar dari tiga yang pernah diproduksi.

Pembuatan kapal ini dimulai pada tahun 1932, namun terhenti karena saat Perang Dunia II, galangan kapal pembuatnya rusak parah. Pembuatan kapal akhirnya selesai pada tahun 1952 dan diresmikan setahun kemudian. Pada Juli 1953 merupakan pelayaran pertama oleh taruna dan kadet Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI). Setelah itu KRI Dewaruci yang berpangkalan di Surabaya, ditugaskan sebagai kapal latih yang melayari kepulauan Indonesia dan juga ke luar negeri.

KRI Dewaruci juga pernah mengelilingi dunia dua kali. Kapal ini memiliki tiga tiang utama yaitu tiang Bima, Yudhistira dan Arjuna serta memiliki 16 layar. Setiap tahunnya, kadet AAL berlayar dengan Dewaruci ke berbagai belahan dunia dengan tujuan utama adalah latihan pelayaran bintang atau disebut Kartika Jala Krida.

Luh Putri Adnyani untuk Humas ITK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *