Besaran Beasiswa Bidik Misi di Kaltim Akan Ditingkatkan

The Mohammed bin Rashid Al Maktoum Global Water Award
22/09/2016
Konferensi Internasional Tingkatkan Pengaruh Perguruan Tinggi
26/09/2016
Tunjukkan semua

Besaran Beasiswa Bidik Misi di Kaltim Akan Ditingkatkan

Balikpapan – Pulang dari pertemuan dengan Komisi X DPR-RI di Hotel Platinum, Jumat, 16 September 2016, Ashadi Sasongko, Dosen Teknik Kimia Institut Teknologi Kalimantan (ITK) segera menemui bagian Akademik dan Humas ITK. Ia memaparkan hasil Kunjungan Kerja Spesifik Bidang Pendidikan Tinggi lembaga legislativ negara itu. Lima belas anggota DPR itu ingin mendengar pelaksanaan berbagai beasiswa yang selama ini telah digelontorkan pemerintah pusat, yakni beasiswa Bidikmisi, Peningkatan Potensi Akademik (PPA), Afirmasi Dikti (ADik), Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia (BUDI), Beasiswa S2/S3 dalam dan Luar Negeri, LPDP, serta Sarjana Mengajar (SM3T).

“Secara umum tidak ada kendala dalam pengelolaan beasiswa-beasiswa itu Kaltim. Hanya saja, kami katakan besaran beasiswa komponen biaya hidup untuk Bidik Misi yang 600 ribu rupiah per bulan itu kurang untuk ukuran Kaltim,” kata Ashadi kepada Humas ITK.

Menurutnya, besaran yang ideal untuk komponen biaya hidup per bulan minimal adalah satu juta rupiah. “Sedangkan komponen biaya kuliah yang 2,4 juta per bulan sudah cukup,” ujarnya.

Pertemuan itu dihadiri oleh perwakilan perguruan-perguruan tinggi di Kaltim seperti ITK, Unmul, Poltekba, Poltek Pertanian Negeri Samarinda, Uniba, para Ketua BEM, Kopertis Wilayah XI  Prov. Kaltim, dan Assisten III Pemerintah Provinsi Kaltim, Bere Ali.

Selain besaran beasiswa, Abdi Suprayitno, Dosen Teknik Material dan Metalurgi ITK yang juga hadir dalam pertemuan itu menyatakan, hal lain yang kami sampaikan adalah mengenai beasiswa untuk dosen (BUDI). Beasiswa BUDI ini memang manajemennya belum sehebat LPDP.

“Ini beasiswa bagus. Tapi sayangnya waktu pendaftaran beasiswa ini begitu sempit. Sehingga banyak dosen-dosen ITK yang belum menyerap beasiswa BUDI,” ujar Abdi. Padahal, Abdi melanjutkan, persyaratannya BUDI Dalam Negeri dan BUDI Luar Negeri cukup banyak. ITK meminta agar diperpanjang waktunya, mengingat dosen tidak boleh lagi melamar Beasiswa LPDP.

Forum dengar pendapat itu juga dihadiri oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kemenristekdikti, Prof. Sutrisna Wibawa. Bersama Wakil Ketua Komisi X DPR, Abdul Fikri Fakih, Prof. Sutrisna menyatakan menampung semua aspirasi yang disampaikan civitas akademika di Kaltim.

“Akan kami suarakan dalam pertemuan antara Kemenristekdikti dan DPR RI di Senayan,” kata Abdul Fikri Fakih yang diamini anggota DPR lainnya.

“Ya semoga saja ada tindak lanjut nyata dari pertemuan ini,” kata Abdi.

(Humas ITK I Ridho Jun Prasetyo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *