Cerita Alumnus, Sosok Chaerul Dari ITK Menuju Kampus Korea Kookmin University

by | Mar 20, 2023 | Berita-ITK, Informasi ITK, Kisah Alumni, Uncategorized

Balikpapan – Kisah alumnus Institut Teknologi Kalimantan kali ini yang berangkat dari pas studi di ITK melanjutkan studi ke Kookmin University, Korea. Chaerul Qalbi AM, S.T., M.Sc. merupakan alumnus Institut Teknologi Kalimantan program studi Teknik Mesin angkatan 2013 diterima di Master Degree In Mechanical Engineering, Kookmin University. Semasa kuliah Chaerul dibimbing oleh Professor Joon Ahn, saat kuliah Chaerul memiliki teman dari berbagai latar belakang negara yang berbeda.

Kookmin University didirikan pada tahun 1946, sebagai universitas swasta pertama di korea setelah kemerdekaan Korea dari Jepang pada tahun 1945. Pendiri KMU, adalah orang penting di Pemerintah republik Korea termasuk Shin Ik-hee.

Sebagai salah satu universitas terbesar di kota metropolitan Seoul, kini KMU memimpin edukasi dengan berbagai macam inovasi yang dibawa melalui ragam proyek bantuan pemerintah seperti, teknik otomotif, perangkat lunak, desain, ilmu alam. KMU juga aktif berkolaborasi dengan berbagai macam institusi dan universitas di luar Korea. Kookmin University menempati peringkat berdasarkan QS Asia 2021: #261~270 dan THE Asia 2021: #401+.

Perjalanan panjang dari Chaerul mendapatkan beasiswa beasiswa IACF (Industri Academy Collaboration Foundation), beasiswa ini merupakan beasiswa yang mendapatkan pendanaan langsung dari promotor professor dari kampus asal yaitu collaboration foundation Kookmin University. Pendanaan yang didapat berupa uang saku setiap bulannya selama perkuliahan berlangsung, namun untuk tempat tinggal dan biaya kuliah ditaunggu secara pribadi.

Proses sebelum mendapatkan beasiswa Chaerul mendapatkan informasi dari dosen ITK yaitu ibu Irma Fitria, S.Si., M.Si. dan pak Subchan, Ph.D, yang mana saat itu membantu beliau mencari kampus yang mayoritas banyak waga Indonesia. Setelah mendapatkan kampus tujuan yaitu Kookmin University maka dilanjutkan mencari Professor yang akan membantu selama kuliah, karena beasiswa yang didapatkan bisa dibilang beasiswa berasa dari sumber pendanaan Professor. Selanjutnya dilakukan pembuatan esai kepada professor tentang ketertarikan pada riset minat professor selain itu alasan memilih kampus. Setelah pembuatan esai dilanjutkan dengan wawancara dengan professor dan dari pihak kampus, hingga akhirnya dinyatakan diterima.

“Beasiswa itu sangatlah banyak tergantung bagaimana kita berjuang untuk mencari informasi beasiswa tersebut. Tetap mempersiapkan berkas yang lengkap baik sertifikat bahasa asing, CV, rencana penelitian, dan administrasi lainnya” ungkap Chaerul.

Selama berkuliah Chaerul sebagai Research Assistant Professor Joon Ahn. Tentunya saat berkuliah Chaerul memiliki banyak teman terkhusus ada teman satu laboratorium yaitu dari Malaysia. perkuliahan yang dilakukan selama disana yaitu 2 tahun. Banyak tantangan tentunya selama berkuliah yaitu harus bertahan selama perkuliahan dan cuaca yang berbeda dengan di Indonesia, selain itu untuk makanan cukup kesulitan, bahkan mencari makan yang ada disekitar masjid.

“Perjuangan panjang tentunya akan mendapatkan hasil yang maksimal” Ungkap Chaerul. Chaerul sekarang menjadi dosen Teknik Mesin ITK dan mengabdikan dirinya kembali ke ITK.

Humas Institut Teknologi Kalimantan

#KampusMerdeka

Bagikan Yuk :
Skip to content