Dari Balikpapan, ITK Ingin Mendunia

INSTITUT Teknologi Kalimantan (ITK) resmi di-groundbreaking pada 15 September 2014 oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono saat itu. Kini kampus yang berlokasi di Karang Joang tersebut sudah beroperasi sejak bulan lalu.
Banyak yang menyebut kampus yang dibangun dengan dana APBN yang terbagi dari beberapa tahap itu digadang-gadang bakal menjadi yang terbesar di Asia Tenggara. Sebagai tahap awal, pemerintah pusat mengucurkan anggaran sebesar Rp 38 miliar untuk membangun gedung akademik.
Tahun ini, ITK kembali mendapat gelontoran rupiah dari APBN sebesar Rp 70 miliar. Dana segitu untuk membangun gedung akademik lagi dan menyelesaikan bangunan di lantai atas di gedung lama. Meski demikian, keperluan anggaran untuk kampus yang memiliki luas 300 hektare itu sebesar Rp 9 triliun.
Berikut kutipan wawancara dengan Kepala Bagian Akademik dan Perencanaan ITK Imam Syafii saat menjadi narasumber dalam talk showyang digelar KPFM Balikpapan, kemarin (14/9).

Bagaimana awal berdirinya ITK?
ITK adalah perguruan tinggi yang pendiriannya diinisiasi ITS. Tapi bukan cabang ITS. Awalnya adalah keinginan pemerintah di bawah kepemimpinan presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono yang berawal dari pemikiran untuk mengejar ketertinggalan Indonesia di bidang teknologi menghadapi tahun 2040. Pada 2011, dilakukan studi kelayakan oleh ITS untuk menentukan lokasi perguruan tinggi teknik baru di Kalimantan.
Berdasarkan hasil studi ditetapkan Balikpapan sebagai lokasi pendirian ITK. Pemprov Kaltim menyediakan lahan seluas 300 hektare.

Bagaimana dengan status ITK?
ITK adalah perguruan tinggi negeri (PTN) yang relatif baru, tetapi tidak benar-benar baru. Statusnya perguruan tinggi negeri di bawah Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

Apa maksudnya tidak benar-benar baru?
Tahun akademik 2015/2016 ini, ITK telah memasuki tahun keempat dalam penyelenggaraan pendidikan. Sebelumnya, kegiatan akademik dan kemahasiswaan ITK diselenggarakan di Institut Teknologi Sepuluh (ITS) Nopember, Surabaya. Jadi, ada tiga angkatan yang sudah pindah dari Surabaya ke Kampus ITK. Dan tahun ini adalah pertama kami kuliah di kampus sendiri.

Bagaimana dengan jenjang pendidikan termasuk jurusan yang tersedia?
Saat ini, ITK menyelenggarakan pendidikan program sarjana (S-1) dengan 10 program studi, yaitu Fisika, Matematika, Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Material dan Metalurgi, Teknik Sipil, Perencanaan Wilayah dan Kota, Teknik Perkapalan, dan Sistem Informasi. Semuanya S-1.

Lalu seleksi masuk ITK bagi mahasiswa baru…
Penerimaan mahasiswa baru untuk tahun akademik 2016/2017 dilakukan melalui tiga jalur. Yakni jalur SNMPTN, SBMPTN, dan Mandiri. Sesuai ketentuan, penerimaan mahasiswa baru melalui SNMPTN dilakukan berdasarkan nilai rapor kelas 1 sampai kelas 3 SMA/MA/SMK. Sedangkan SBMPTN dan Mandiri dilaksanakan dalam Program SMITeK (Seleksi Mahasiswa ITK) dan melalui ujian tertulis.

Tenaga pengajar yang tersedia di ITK…
Sebagai PTN baru, ITK tergolong siap menyongsong atmosfer kompetitif pendidikan tinggi, khususnya bidang sains dan teknologi. Kami jauh-jauh hari sudah merancang desain dalam pengembangan program pendidikan ITK. Karena itu, tenaga pengajar atau dosen ITK sudah dipersiapkan sejak proses pembentukan Tim Pelaksana Harian pada 2012. Saat ini sudah ada 50 dosen. Semuanya minimal bergelar master.

Seperti apa komitmen Pemprov Kaltim dan Pemkot Balikpapan terhadap pengembangan ITK?
Gubernur Kaltim Bapak Awang Faroek Ishak sejak awal memberikan perhatian besar dalam pendirian dan pengembangan ITK. Lahan kampus yang saat ini tersedia adalah aset Pemprov yang sudah diserahkan ke pemerintah pusat, karena memang persyaratannya begitu.
Peralatan perkuliahan dan perkantoran juga disiapkan pemprov dan saat ini sudah digunakan untuk perkuliahan dan administrasi. Peran Pemkot Balikpapan juga besar karena pemenuhan sarana jalan, listrik PLN, jaringan air PDAM yang sedang dilaksanakan.

Apakah dosen di ITK sudah cukup?
Rektor ITK Prof Sulistijono sudah berkomitmen dengan ITS untuk mendatangkan sejumlah dosen ITS yang akan mengajar di ITK. Jadi, bisa dipastikan bahwa perkuliahan dapat berjalan sesuai kurikulum dan silabus yang telah ditetapkan.

Berapa jumlah mahasiswa ITK saat ini?
Sampai dengan tahun akademik 2015/2016, jumlah mahasiswa ITK ada 640 orang. Mereka tersebar dalam jumlah yang hampir rata pada 10 program studi.

Di luar kuliah, apakah mahasiswa juga mengikuti kegiatan ekstrakurikuler?
Alhamdulillah, mereka sangat aktif di ekstrakurikuler, selain aktif dalam perkuliahan. Mereka terwadahi dalam Keluarga Mahasiswa (KM) ITK. Bulan depan, dua mahasiswa ITK akan mengikuti babak final ajang Pimnas di Kendari.

Sekarang apa saja kegiatan ITK di Kampus Karang Joang?
Kami sudah menggelar dies natalis ITK yang pertama. Berbagai kegiatan digelar, baik bersifat akademis maupun non-akademis. Acara lain yang juga akan digelar adalah Olimpiade Sains SMA se-Kaltim. Babak penyisihan dilaksanakan di Balikpapan dan Samarinda pada 27 September 2015.

Sumber : Kaltimpost

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *