Detail Berita

Dari Material Rusak Jadi Bernilai: Kiprah Ahmad Ridho Akranata, Material Engineer di Industri Remanufacturing

Humas ITK 9 April 2026 13.17
Example_News.webp
Isi Artikel

Bagikan Artikel Ini:

Balikpapan - Bagi Ahmad Ridho Akranata, alumni Teknik Material dan Metalurgi (TMM) ITK angkatan 2013, material rusak bukan akhir, melainkan awal dari nilai baru. Sebagai Product Development Engineer di PT Komatsu Remanufacturing Asia, ia berfokus pada proses remanufacturing, yaitu menghidupkan kembali komponen alat berat agar dapat digunakan kembali dengan kualitas mendekati produk baru.

Melalui proses salvaging, Ridho mengubah komponen yang semula dianggap scrap menjadi kembali bernilai. Pendekatan ini tidak hanya menekan biaya produksi, tetapi juga berkontribusi pada pengurangan emisi karbon (TCO₂), penghematan energi, serta minimasi limbah industri. Hal ini menunjukkan bahwa material engineering memiliki peran penting dalam mendukung industri yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Dalam pengembangan komponen, pemilihan material menjadi faktor yang sangat krusial. Kesalahan dalam menentukan material dapat berdampak langsung pada performa hingga menyebabkan kegagalan fungsi. Oleh karena itu, pemahaman terhadap sifat mekanik material menjadi dasar utama dalam setiap proses engineering.

Dalam praktiknya, Ridho melakukan analisis menyeluruh sebelum menentukan metode perbaikan, mulai dari jenis material, kebutuhan sifat mekanik, hingga lingkungan kerja komponen. Pendekatan ini memastikan bahwa hasil perbaikan tidak hanya optimal, tetapi juga efisien dari sisi waktu dan biaya.

Pengalaman inovatif juga menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya. Bersama tim, Ridho mengembangkan modifikasi desain untuk mengatasi keausan pada komponen alat berat, yang berhasil meningkatkan umur pakai dan performa. Inovasi tersebut bahkan meraih Golden Prize dalam konvensi Komatsu Group tingkat global.

Keahlian yang menjadi fondasi dalam pekerjaannya meliputi pemahaman sifat mekanik material, metalurgi dasar, teknik pengelasan (welding), serta failure analysis. Kompetensi ini memungkinkan seorang material engineer menghadirkan solusi yang tidak hanya tepat secara teknis, tetapi juga aplikatif di industri.

Pada akhirnya, perjalanan Ahmad Ridho Akranata menegaskan bahwa material bukan sekadar benda, melainkan potensi yang dapat direkayasa menjadi nilai baru. Dari kampus hingga industri, kontribusinya menjadi bagian dari upaya menghadirkan solusi yang lebih efisien, berkelanjutan, dan berdampak.

Berita Terbaru

a few mins ago
Butuh Bantuan? Tanya Kami