Balikpapan - Bukan sekadar kompetisi untuk mencari pemenang, Kideco Innovation Challenge (KIC) 2026 hadir sebagai ruang pertemuan antara gagasan mahasiswa dan kebutuhan nyata industri. Melalui ajang ini, talenta muda dari berbagai perguruan tinggi di Kalimantan ditantang menghadirkan solusi inovatif bagi transformasi sektor pertambangan dan energi berkelanjutan.
KIC 2026 diinisiasi melalui kerja sama antara PT Kideco Jaya Agung dan Institut Teknologi Kalimantan (ITK). Kolaborasi tersebut menjadi upaya untuk memperkuat hubungan antara dunia industri dan perguruan tinggi, sekaligus menjaring ide, mengenali talenta potensial, serta mendorong pengembangan teknologi yang relevan dengan kebutuhan industri.
Sebanyak 83 tim tercatat mengikuti tahap pendaftaran dan seleksi awal. Setelah melalui penilaian karya secara daring, terpilih 15 tim finalis yang berkompetisi dalam tiga kategori, yaitu Hackathon, Prototype, dan Essay.
Ketua Pelaksana KIC 2026, Rosa Eliviani, S.Kom., M.T., menyampaikan bahwa KIC diharapkan menjadi wadah kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri dalam mengembangkan talenta muda, khususnya di Kalimantan.
“KIC 2026 diharapkan dapat mendorong lahirnya inovasi berbasis AI dan IoT, sekaligus menghasilkan solusi yang relevan dengan tantangan industri pertambangan dan energi berkelanjutan,” ujarnya.
Pada kategori Hackathon, peserta mengembangkan solusi digital, sistem, aplikasi, maupun teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT) yang dapat diterapkan dalam industri pertambangan dan energi.
Kategori Prototype diperuntukkan bagi peserta yang memiliki rancangan produk, alat, sistem, atau model inovasi yang dapat divisualisasikan dan dikembangkan menjadi solusi nyata. Sementara itu, kategori Essay menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menuangkan analisis serta gagasan strategis mengenai sustainable mining, energi, AI, IoT, dan inovasi teknologi dalam bentuk tulisan ilmiah populer maupun konseptual.
Rangkaian final KIC 2026 diawali dengan presentasi finalis di ITK pada 5 Agustus 2026. Para peserta memaparkan gagasan, teknologi, dan rancangan solusi yang telah dikembangkan di hadapan dewan juri.
Selanjutnya, seluruh finalis akan mengikuti KIDECO Mining Industry Visit pada 6–7 Agustus 2026. Kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melihat langsung lingkungan industri pertambangan, memahami proses operasional, serta mengenali berbagai tantangan yang dapat menjadi peluang pengembangan inovasi.
Pemenang dari setiap kategori akan diumumkan pada 8 Agustus 2026. Meski demikian, nilai utama KIC tidak hanya terletak pada penghargaan yang diberikan, tetapi juga pada proses pembelajaran, pertukaran pengetahuan, dan terbentuknya jejaring antara mahasiswa, akademisi, serta praktisi industri.
Menurut Rosa, antusiasme peserta dan kualitas karya yang masuk menunjukkan bahwa mahasiswa Kalimantan memiliki potensi besar dalam menghasilkan solusi teknologi yang inovatif.
“KIC 2026 menjadi pengalaman yang sangat berharga karena mempertemukan mahasiswa, akademisi, dan praktisi industri dalam satu ekosistem kolaborasi yang positif. Harapannya, KIC dapat terus menjadi program berkelanjutan yang tidak hanya melahirkan pemenang, tetapi juga inovasi yang dapat dikembangkan dan memberikan dampak nyata bagi industri dan masyarakat,” tambahnya.
Melalui kolaborasi PT Kideco Jaya Agung dan ITK, KIC 2026 diharapkan menjadi jembatan yang menghubungkan kreativitas mahasiswa dengan tantangan industri. Dari Kalimantan, berbagai gagasan muda tersebut tumbuh membawa harapan bagi masa depan pertambangan yang semakin cerdas, adaptif, dan berkelanjutan.
ITK Berdampak, dari Bumi Etam untuk Nusantara.
Bangun Generasi Bebas Narkoba, SPIn-ETAM 2026 Hadirkan Edukasi dari BNN Kota Balikpapan
ITK bersama BNN Kota Balikpapan membekali mahasiswa baru SPIn-ETAM 2026 dengan edukasi bahaya narkoba dan pentingnya gaya hidup bebas narkoba.
Sebagai materi perdana SPIn-ETAM 2026, mahasiswa baru Institut Teknologi Kalimantan dibekali edukasi mengenai pencegahan dan penanganan kekerasan melalui sosialisasi yang disampaikan oleh Satgas PPKPT ITK.
Enam Putra-Putri Papua Raih Beasiswa ADik 2026, Siap Wujudkan Mimpi Membangun Daerah Bersama ITK
Enam mahasiswa asal Papua resmi bergabung di Institut Teknologi Kalimantan melalui Beasiswa ADik 2026 dengan semangat menimba ilmu dan kembali membangun daerah asal melalui bidang keilmuan yang mereka pilih.