Detail Berita

AQUA-SENSE, Inovasi Mahasiswa ITK Pantau Kelayakan Air Asam Tambang secara Real-Time

Muhammad Nurhidayatur Rozikin 3 September 2026 8.26 45 kali dilihat
Example_News.webp
Isi Artikel

Bagikan Artikel Ini:

Balikpapan – Mahasiswa Institut Teknologi Kalimantan (ITK) mengembangkan AQUA-SENSE, purwarupa sistem pemantauan kualitas Air Asam Tambang (AAT) pasca-biofiltrasi berbasis Internet of Things (IoT) dan Fuzzy Logic. Inovasi ini dirancang untuk membantu proses pemantauan kualitas air agar dapat dilakukan secara lebih cepat, terukur, dan real-time.

AQUA-SENSE dikembangkan oleh Naufal Tiarana Putra dari Program Studi Informatika sebagai ketua tim, bersama Ferry Ramadhan dari Teknik Mesin dan Almar’u Zaim Mizan dari Teknik Elektro. Pengembangan inovasi ini dibimbing oleh Dr.Eng. Lusi Ernawati, S.T., M.Sc.

Inovasi tersebut berangkat dari persoalan Air Asam Tambang yang memiliki tingkat keasaman tinggi dan berpotensi memberikan dampak terhadap lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Melalui AQUA-SENSE, tim menggabungkan proses pengolahan air secara fisik dengan sistem pemantauan digital untuk mengetahui kondisi air setelah biofiltrasi.

Proses biofiltrasi menggunakan empat media utama, yaitu pasir silika, manganese, zeolit, dan karbon aktif. Pasir silika berfungsi membantu menyaring partikel tersuspensi, manganese membantu proses pengendapan logam, zeolit menyerap ion logam terlarut, sedangkan karbon aktif membantu menyerap zat organik, mengurangi bau, dan meningkatkan kejernihan air.

Setelah melalui proses biofiltrasi, kualitas air dipantau melalui tiga parameter utama, yakni pH, Total Dissolved Solids (TDS), dan turbiditas. Sensor terhubung dengan mikrokontroler ESP32, kemudian data diproses menggunakan Fuzzy Logic Mamdani dengan 33 aturan untuk menentukan tingkat kelayakan air.

Sistem menghasilkan tiga kategori kondisi air, yaitu “Layak Digunakan”, “Perlu Treatment”, dan “Tidak Layak”. Seluruh data kemudian ditampilkan melalui dashboard IoT secara real-time, lengkap dengan nilai parameter, skor kelayakan, status kualitas air, grafik perubahan, dan riwayat pembacaan.

Dalam pengujian, Air Asam Tambang sebelum filtrasi memperoleh skor 14 dan dikategorikan Tidak Layak. Setelah melalui biofiltrasi, skor meningkat menjadi 95 dan masuk kategori Layak Digunakan. Sementara itu, sampel air dengan kondisi basa memperoleh skor 55 dan dikategorikan Perlu Treatment.

Melalui AQUA-SENSE, mahasiswa ITK mencoba menghadirkan sistem pemantauan kualitas air yang tidak hanya membaca kondisi air, tetapi juga membantu memberikan informasi kelayakan secara otomatis. Sistem ini diharapkan dapat mendukung pengelolaan lingkungan pertambangan sekaligus mengurangi kebutuhan pemeriksaan langsung di area yang berpotensi memiliki risiko operasional.

Pengembangan AQUA-SENSE juga memperlihatkan kolaborasi lintas bidang antara Informatika, Teknik Mesin, dan Teknik Elektro dalam menjawab persoalan nyata melalui teknologi. Inovasi tersebut menjadi salah satu bentuk penerapan ilmu mahasiswa ITK untuk menghasilkan solusi yang lebih efisien, adaptif, dan berdampak bagi industri serta lingkungan.

Berita Terbaru

Example_News.webp Prestasi

Mahasiswa ITK Borong Juara Kideco Innovation Challenge 2026

Juara Kideco Innovation Challenge 2026

Example_News.webp Berita

AQUA-SENSE, Inovasi Mahasiswa ITK Pantau Kelayakan Air Asam Tambang secara Real-Time

Inovasi Mahasiswa ITK Pantau Kelayakan Air Asam Tambang secara Real-Time

Example_News.webp Berita
a few mins ago
Butuh Bantuan? Tanya Kami