Detail Berita

Berbekal Ilmu Material, Adi Wisaka Mengawal Infrastruktur Indonesia

Muhammad Nurhidayatur Rozikin 6 Agustus 2026 10.12 85 kali dilihat
Example_News.webp
Isi Artikel

Bagikan Artikel Ini:

Balikpapan - Ilmu Teknik Material dan Metalurgi tidak hanya berbicara tentang logam, struktur, dan karakteristik bahan. Bagi Adi Wisaka, alumni Institut Teknologi Kalimantan (ITK) angkatan 2017, ilmu tersebut menjadi fondasi untuk berkontribusi dalam penyelenggaraan jalan dan jembatan di Indonesia.

Saat ini, Adi berkarier sebagai Penata Kelola Jalan dan Jembatan Ahli Pertama di Direktorat Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Jalan dan Jembatan, Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum. Di balik jalan dan jembatan yang digunakan masyarakat setiap hari, terdapat proses panjang yang melibatkan perencanaan, pemantauan, evaluasi, serta pengelolaan data. Dalam pekerjaannya, Adi turut mendukung penyelenggaraan pembangunan infrastruktur melalui pemantauan dan evaluasi program, pengelolaan data, serta penyusunan rekomendasi untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan jalan dan jembatan.

“Meskipun sebagian besar pekerjaan dilakukan di balik layar, setiap proses tersebut merupakan bagian penting dalam memastikan pembangunan berjalan secara efektif, akuntabel, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkap Adi.

Bekal dari Kampus untuk Dunia Kerja

Perjalanan profesional Adi tidak terlepas dari pengalaman yang ia peroleh selama menempuh pendidikan di Program Studi Teknik Material dan Metalurgi ITK. Berbagai kegiatan praktikum dan proyek perkuliahan membantunya membangun kemampuan analitis, komunikasi, kolaborasi, ketelitian, dan adaptasi. Kemampuan analitis, misalnya, diperlukan untuk mengolah data menjadi rekomendasi yang dapat mendukung pengambilan keputusan. Sementara itu, kemampuan komunikasi dan koordinasi membantunya membangun kerja sama dengan berbagai unit kerja dan pemangku kepentingan. Ketelitian juga menjadi kompetensi penting dalam mengelola data, dokumen, serta administrasi teknis. Adapun kemampuan beradaptasi dibutuhkan untuk menghadapi dinamika kebijakan, regulasi, dan kebutuhan organisasi yang terus berkembang.

“Ilmu yang diperoleh di bangku kuliah merupakan fondasi. Pengalaman kerja kemudian membentuk kemampuan kita dalam mengambil keputusan, beradaptasi terhadap perubahan, dan memberikan solusi atas berbagai tantangan,” jelasnya.

Menurut Adi, dunia kerja tidak selalu mencari seseorang yang paling pintar. Kemauan untuk terus belajar, kemampuan bekerja sama, integritas, serta tanggung jawab menjadi kualitas yang sama pentingnya dalam perjalanan karier.

Ketika Infrastruktur Menjadi Jalan Pengabdian

Salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi Adi adalah ketika dipercaya menjadi Relawan Penanganan Bencana di Sumatera. Pengalaman tersebut memberinya perspektif baru mengenai arti pengabdian sebagai Aparatur Sipil Negara. Di tengah situasi bencana, ia melihat secara langsung bagaimana infrastruktur memiliki peran penting dalam menghubungkan bantuan dengan masyarakat terdampak, membuka akses layanan darurat, serta mendukung proses pemulihan.

“Kesempatan untuk turut berkontribusi di tengah situasi tersebut menjadi pengalaman yang sangat berharga dan semakin memperkuat komitmen saya untuk memberikan pelayanan terbaik melalui pekerjaan yang saya jalani,” ujarnya. Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa jalan dan jembatan bukan hanya bangunan fisik. Infrastruktur menjadi penghubung antara masyarakat dengan layanan, bantuan, aktivitas ekonomi, serta harapan untuk kembali bangkit.

Bertumbuh dari Proses Kecil

Kepada mahasiswa ITK, Adi berpesan agar masa perkuliahan tidak hanya digunakan untuk mengejar nilai akademik. Kampus juga menjadi ruang untuk mengembangkan karakter, integritas, dan kompetensi yang akan dibutuhkan ketika memasuki dunia kerja. Ia mendorong mahasiswa untuk berani mengambil berbagai kesempatan, mulai dari mengikuti organisasi, menjadi asisten laboratorium, menjalani magang, terlibat dalam penelitian, hingga mengikuti kegiatan pengembangan diri.

“Jangan takut memulai dari proses yang kecil. Teruslah belajar, terbuka terhadap tantangan baru, dan kembangkan diri. Konsistensi, kemauan untuk berkembang, serta sikap profesional akan membuka banyak peluang untuk memberikan kontribusi yang lebih besar bagi masyarakat,” pesannya. Melalui perjalanan Adi Wisaka, ilmu material menemukan ruang kontribusi yang lebih luas. Dari ruang praktikum di kampus hingga sistem penyelenggaraan jalan dan jembatan nasional, proses kecil yang dijalani secara konsisten dapat tumbuh menjadi pengabdian yang manfaatnya dirasakan oleh banyak orang.

SPECTA! Untuk Sang Pencipta dan Bumi Etam!

Berita Terbaru

Example_News.webp Berita

Lima Mahasiswa ITK Tuntaskan KKN Bersama di IKN, Perkuat Kolaborasi Pengabdian untuk Nusantara

Tiga Minggu Mengabdi di IKN, Lima Mahasiswa ITK Perkuat Kolaborasi Se-Kalimantan

Example_News.webp Berita

Bangun Generasi Bebas Narkoba, SPIn-ETAM 2026 Hadirkan Edukasi dari BNN Kota Balikpapan

ITK bersama BNN Kota Balikpapan membekali mahasiswa baru SPIn-ETAM 2026 dengan edukasi bahaya narkoba dan pentingnya gaya hidup bebas narkoba.

Example_News.webp Berita

SPIn-ETAM 2026 Dimulai, Mahasiswa Baru ITK Dibekali Edukasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Kampus

Sebagai materi perdana SPIn-ETAM 2026, mahasiswa baru Institut Teknologi Kalimantan dibekali edukasi mengenai pencegahan dan penanganan kekerasan melalui sosialisasi yang disampaikan oleh Satgas PPKPT ITK.

a few mins ago
Butuh Bantuan? Tanya Kami